Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

URGENSI TARBIYAH AKHWAT MUSLIMAH

4541731731.jpgAllah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki kecenderungan dan pilihan-pilihan. Manusia adalah makhluk dinamis, yang mampu mencerap perubahan, positif ataupun negatif, sehingga memungkinkannya berada dalam kondisi yang tidak permanen kebaikan atau keburukannya. Berbeda dengan malaikat yang permanen dalam kebaikan, dan setan yang permanen dalam kejahatan, manusia adalah makhluk yang perlu melakukan suatu usaha untuk menjadi baik, sebagaimana memerlukan suatu usaha untuk menjadi buruk. Baca lebih lanjut

Iklan

31 Januari 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | 23 Komentar

Peranan Pemuda Dalam Membawa Risalah Islam

membangun umatSinopsis
Dauru as syababu fi hamili risalatil Islam (peranan pemuda di dalam membawa risalah Islam) menjelaskan beberapa potensi yang dimiliki pemuda (pelajar) sehingga dengan potensi yang dimiliki pemuda dapat dikembangkan melalui pembekalan seperti tarbiyah. Potensi pemuda ini dapat digerakkan hingga mencapai objektif yang dikehendaki.
Peranan pemuda dirasakan penting karena pemuda mempunyai beberapa potensi misalnya bathul himmah fi at tasaaulat (membangkitkan himmah di dalam menimbulkan persoalan), naqlul ajyaal (memindahkan generasi), istibdaalul ajyal (menukar generasi), tajdid maknawiyah al ummah (memperbaharui maknawi ummat) dan anasir ishlah (unsur perubah).
Tazawwud (membekalkan) pemuda agar potensinya berkembang melalui at tarbiyah al fitriah, al hikmah wal ilmu dan pembentukan as syakhsiyah al qiyadiyah al jundiyah. Dengan keadaan demikian maka (ter)wujud pemuda-pemuda yang bergerak (at taharuk). Baca lebih lanjut

31 Januari 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | 3 Komentar

Membangun Umat Islam

wallpaper2.jpgPendahuluan
Setelah memahami banyak permasalahan yang ada di dalam diri kita, pada peribadi muslim, ummat dan da’wah secara keseluruhan, kemudian di perkuat dengan berbagai serangan dari musuh-musuh Islam maka jawaban atau penyelesaian dari permasalahan ini adlah perlu usaha membentuk ummat (takwinul ummah). Takwinul ummah melalui tarbiyah, da’wah dan jihad adalah cara yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. Namun demikian usaha mulaia ini sebagai penyelesaian terhadap masalah kurang di amalkan oleh ummat Islam, dimana sebagian ummat Islam telah meniggalkan amal tarbiyah, da’wah dan jihad. Ummat Islam sekarang ini banyak yang terbius dengan keadaan dunia syaksiyah Islamiyah sehingga menjejaskan da’wah yang di bawanya. Ada juga mereka yang serius berjamah tetapi tidak beramal jamai di dalam konteks berjamaah. Usaha tarbiyah dan da’wah yang diamalkan oleh sebagian aktivis da’wah dan ustaz tidak membuahkan hasil yang membahagiakan.Dengan keadaan yang sedemikian maka di perlukan usaha yang berterusan dengan kesadaran Islam, pemahaman minhaj da’wah, mengamalkan sunnah da’wah Nabi dan semangat yang tinggi sebagai pendorongnya Baca lebih lanjut

31 Januari 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | 2 Komentar

Perusak Persaudaraan

persahabatanBersaudara merupakan ciri dari orang yang beriman. Dan bersatu, bersaudara adalah sesuatu yang agung dan mulia. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara”.(Al-Hujurat:10).

Ukhuwah kaum mukminin adalah ukhuwah dan jalinan tertinggi, yang bisa diadakan diantara manusia. Ukhuwah kaum mukminin adalah jalinan akidah yang lebih kuat dari jalinan nasab. Ukhuwah mendatangkan karunia, pahala besar, mendekatkan para pelakunya kepada-Nya, dan mencintai mereka. Di antara tujuh kelompok yang dinaungi Allah ta’ala dibawah naungan-Nya pada hari kiamat ialah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Keduanya bertemu dan berpisah karena-Nya. Namun syetan tidak akan rela dengan hal tersebut. Syetan akan menyesatkan anda dengan membuat saudara-saudara anda marah kepada anda. Syetan juga memenuhi hati dengan perasaan benci kepada sudara-saudara anda, dakwah dan majlis-majlis ilmu. Selanjutnya anda akan menjadi santapan lezat syetan dan mangsanya tanpa mampu bergerak berontak. Baca lebih lanjut

23 Januari 2008 Posted by | Mutiara Kata | Tinggalkan komentar

Perekat Dakwah Ahlus Sunnah

dakwah ahlus sunahAda satu buku yang menarik kita cermati. Buku itu berjudul: Nahnu Du’atun, la qudhaatun. Artinya: kita ini adalah para da’i, bukan tukang vonis.

Buku ini saya katakan menarik karena, sepanjang yang saya ketahui, da’wah itu bersifat seruan, ajakan dan tawaran-tawaran yang bersifat menyenangkan (tentunya sebatas tidak bertentangan dengan syari’at Islam). Karenanya, saat mendefinisikan makna da’wah secara bahasa (lughowi) Al Fairuz Abadi dalam Mukhtarush-Shihhah-nya mengatakan: Kad-da’wati ilath-tha’am, seperti ajakan untuk makan. Dan pada ghalib (umumnya) orang akan merasa senang, bahkan antusias bila diajak makan. Apalagi bila makanannya istimewa. Baca lebih lanjut

23 Januari 2008 Posted by | Mutiara Kata, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan komentar

Para Malaikat Dalam Perang Al Ahzab

ceritaHai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan (al-Ahzab:9).

Al-Allamah bin Katsir berkata, “Allah SWT berfirman memberitahukan nikmat, keutamaan, dan kebaikan-Nya yang telah dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dalam menghadapi dan mengalahkan musuh-musuhnya pada saat mereka terkepung. Hal itu terjadi pada tahun Khandaq, bulan Syawal tahun kelima Hijriah dalam pendapat yang sahih dan masyur.” Baca lebih lanjut

23 Januari 2008 Posted by | Mutiara Kata, Sirah Nabawiyyah | Tinggalkan komentar

Betapa Indahnya Salam

salamDari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwasanya ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah Saw: Bagaimanakah Islam yang baik itu?” Beliau menjawab, “Yaitu mau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan kepada orang yang belum kamu kenal.” (HR. Bukhari Muslim).

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Salam itu tak lagi terdengar sumbang di telinga, karena ia nyaris sudah menjadi budaya. Kini nyaris semua orang menjadikannya sebagai salam pembuka, mengawali teks pidato, memulai ceramah, mengantarkan pembicaraan dan sapaan kesopanan. Hingga ia pun terdengar lumrah, seperti halnya selamat pagi, kulonuwun, punten, permisi…. Baca lebih lanjut

23 Januari 2008 Posted by | Mutiara Kata | Tinggalkan komentar

Busana Islami

busanaApakah hijab (jilbab) merupakan busana yang mutlak atau yang relatif ditentukan oleh tradisi ( ‘urf)?

Hijab dalam syariat mempunyai aturan-aturan tertentu yang tidak diabaikan oleh tradisi ( ‘urf) .Yaitu, hendaklah wanita menyembunyikan (menutupi) tubuhnya selain wajahnya dan kedua telapak tangannya, dan ia tidak boleh keluar rumah dengan menampakkan perhiasannya dengan gaya berdandan seperti orang-orang Jahiliyah dahulu. Adapun mengenai bagaimana bentuk hijab, dan bagaimana pakaian yang harus dipakainya, maka hal ini kembali kepada ‘urf (tradisi) dan kembali kepada wanita sendiri. Baca lebih lanjut

23 Januari 2008 Posted by | Mutiara Kata | 3 Komentar

Amaliyah Wanita Muslimah

akhwat

1. Hindarilah sikap kurang puas dan perbanyaklah diam.

Allah berfirman:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan orang yang menyeru manusia memberikan sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An Nisa 114)

Ketahuilah wahai ukthi, di setiap saat dan setiap tempat ada yang senantiasa memperhatikan dan mencatat setiap ucapanmu. Baca lebih lanjut

23 Januari 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | 3 Komentar

Kunci Kekuatan Ummat

kekuatan umatKhalifah Umar bin Khattab melantik Atbah bin Ghazwan sebagai panglima perang pasukan Muslimin di dalam peperangan melawan Persia. Sebelum berangkat ke medan perang, Khalifah Umar memberikan pesan, ”Senantiasalah menjaga ketakwaan sedapat-dapatnya. Berhati-hatilah menjalankan keadilan jika memberi keputusan. Kerjakan shalat pada waktu yang ditentukan dan berzikirlah (memuji) kepada Allah sebanyak-banyaknya dan selalu.”

Suatu ketika seorang tawanan Romawi dapat meloloskan diri. Raja Heraklius bertanya kepadanya mengenai keadaan pasukan Islam supaya seluruh kehidupan mereka tampak jelas di hadapannya. Tawanan ini menerangkan, ”Pasukan Islam adalah ahli ibadah waktu malam dan seorang ksatria siang harinya.” Baca lebih lanjut

23 Januari 2008 Posted by | Mutiara Kata | Tinggalkan komentar