Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Karakter Kelas Menengah Indonesia

Karakter Kelas Menengah

Karakter Kelas Menengah

Mendefinisikan kelas sosial ibarat mencari mozaik dan menebalkan garisnya di atas kehidupan masyarakat. Bagaimana mengelompokkan masyarakat, dan apa kepentingan di balik upaya memetakan stratifikasi itu? (kompas, 08/06/2012)

Awal tahun 2011 lalu, berbagai media di tanah air memberitakan bahwa Indonesia kedatangan tujuh juta kelas menengah saban tahun. Headline news itu didasarkan pada hasil kajian Bank Dunia yang mengatakan, di antara 237 juta (hasil sensus 2010) penduduk Indonesia, sebesar 56,5 persen sudah tergolong kelas menengah. Dengan data tersebut, Buya Syafi’i Ma’arif (Republika, 10/1/2012) mengatakan, jika alur gelombang ini dipercaya, dalam 10 tahun akan datang (2020), mayoritas rakyat Indonesia akan terangkat status sosial dan ekonominya menjadi kelas menengah.

Tapi, Bank Dunia juga melansir berita yang cukup menarik tentang pola hidup kelas menengah pada tahun yang sama pula (2010). Untuk belanja pakaian dan alas kaki saja sudah mencapai Rp 113,4 triliun, rumah tangga dan jasa Rp 194,4 triliun, dan belanja luar negeri, terutama di Singapura Rp 59 triliun. Pada 2012 ini perkiraan belanja itu akan semakin membengkak. Angka-angka belanja mereka itu memang luar biasa. Dengan kata lain, laporan Bank Dunia itu menegaskan, pola hidup konsumtif kelas menengah baru itu telah menyumbang sekitar 70 persen pertumbuhan ekonomi nasional.

Siapa Kelas Menengah?

Siapakah yang disebut kelas menengah? Menurut studi Bank Dunia, kalangan ini terbagi empat kelas. Pertama, pendapatan US$2-US$4 atau Rp1-1,5juta per bulan (38,5 persen). Kedua, kelas pendapatan US$4-6 atau  Rp1,5 -2,6 juta perkapita perbulan (11,7 persen). Kelas berpendapatan US$6-US$10 atau Rp2,6-5,2 juta perbulan  (5 persen) serta golongan menengah berpendapatan US$10-US$20 atau Rp5,2-6 juta perbulan (1,3 persen).

Jumlah yang dirilis Bank Dunia itu melebihi data yang pernah disampaikan Bank Pembangunan Asia (ADB) beberapa waktu lalu. Dalam laporan yang berjudul “The Rise of Asia’s Middle Class 2010”, disebutkan jumlah kelas menengah di Indonesia tumbuh pesat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pada 1999 kelompok kelas menengah baru 25 persen atau 45 juta jiwa, namun satu dekade kemudian melonjak jadi 42,7 persen atau 93 juta jiwa. Sedangkan jumlah kelompok miskin berkurang dari 171 juta jiwa menjadi 123 juta jiwa.

Terhadap kenaikan itu, pengamat Ekonomi Mohammad Ikhsan (Vivanews, 30/3/2011) mengungkapkan, golongan menengah merupakan fenomena yang dominan di perkotaan. Kelas menengah terdiri dari sebagian besar adalah profesional di sektor jasa dan industri. Kebanyakan mereka tidak ingin masuk dalam kepemilikan lahan serta entrepreneur di luar pertanian. Sebagian besar kalangan menengah di Indonesia adalah pengusaha di sektor informal dan jumlahnya kecil.

Dari sisi demografi, kalangan menengah cenderung memiliki ukuran keluarga relatif kecil. Mereka umumnya juga memiliki mobilitas tinggi dalam hal pekerjaan dan tempat tinggal. Kalangan menengah juga lebih cenderung menghabiskan dana untuk pendidikan dan layanan kesehatan yang berkualitas. Kalangan ini juga memiliki dampak terhadap ekonomi, yaitu adanya lonjakan permintaan, bahan makanan menjadi barang tahan lama.

Di saat bersamaan, meluasnya kalangan menengah juga menimbulkan hal-hal negatif.  Krisis makanan akan muncul serupa yang terjadi di berbagai negara dengan pertumbuhan kalangan menengah. Permintaan pangan dan energi akan meningkat. Dan tidak akan ada lagi masa harga pangan murah. Kalangan bawah akan sangat rentan terhadap kenaikan harga. Ironisnya, kalangan menengah Indonesia juga masih sangat bergantung pada subsidi dan baru sebagian kecil yang membayar pajak.

Karakter Kelas Menengah

Perusahaan konsultan bernama Center for Middle Class Consumer menyatakan dalam majalah SWA edisi 08/XXVIII/12-25 April 2012.

Survei yang didesain untuk menguak karakteristik masyarakat kelas menengah Indonesia yang layak disimak. Menurut Yuswohady, ada 8 wajah karakter segmen kelas menengah Indonesia, yang resume singkatnya bisa disimak dibawah ini :

PertamaThe Aspirator. Wajah kelas menengah ini mewakili karakter idealis, memiliki tujuan, serta menjadi influencer terhadap komunitasnya. Kalangan ini umumnya hadir dari kalangan profesional mapan yang sangat melek terhadap informasi, serta peduli terhadap kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik. Merek-merek seperti The Bodyshop, Periplus, TV One, Polygon merupakan contoh merek yang diadopsi oleh tipe ini.
Kedua, The Perfomer. Kalangan ini diwakili kalangan profesional serta entrepreneur yang terus berusaha mengekar karier (self-achievement). Relatif tidak mudah puas, bermotivasi tinggi dan cenderung risk-taker. Seringkali melihat peluang sebagai tantangan yang harus dilakoni. Merek-merek seperti C-1000, Smart FM, Metro TV, Telkom Speedy merupakan contoh merek yang diadopsi oleh layer kelas menengah ini.

KetigaThe Expert. Tipe ini diwakili orang yang selalu berupaya menjadi ahli di bidangnya. Memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi. Serta menjunjung tinggi norma-norma sosial dan kekeluargaan (traditional values). Merek-merek yang mewakili layer ini seperti Produk unit Link, Garuda Indonesia, Toyota Camri, Tabloid Otomotif.

KeempatThe Climber. Karakter tipe ini sangat economic-oriented. Risk taker dalam karier, serta menilai penghargaan dalam karier itu merupakan hal penting. Umumnya segmen ini terdiri dari karyawan level menengah/supervisor. Layer ini biasanya menggunakan merek-merek seperti Lion Air, Toyota Avanza, majalah Femina, Adira Finance, Majalah Info Franchise, dll.

KelimaTrend Setter. Konsumen menengah ini berkarakter sedikit jarang bersosialisasi, jarang meng-up-date informasi, tetapi kemampuan finansialnya lumayan tinggi. Keinginan untuk dikagumi teman sebaya (peers) cukup tinggi. Tipe kalangan ini banyak dihuni tipe pekerja yang baru pertama kali “merasakan” bekerja (first Jobber) atau mahasiswa/pelajar yang berasal dari golongan menengah ke atas. Starbucks, iPad/iPhone, Mizone, Majalah Kosmopolitan, Honda Jazz merupakan contoh merek yang diadopsi kelompok ini.

KeenamThe Follower. Tipe ini perilakunya sangat digerakkan oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Ekspresi diri diejawantahkan dalam barang-barang bersifat life-style. Kalangan ini banyak diwakili mahasiswa dan anak-anak SMA. Merek-merek seperti 7 Eleven, Honda Scoopy, Majalah Hai, Samsung Galaxi Tab adalah merek-merek yang akrab di kalangan ini.

KetujuhThe Settler. Kelompok ini mapan secara ekonomi dan finansial, karena umumnya kelompok ini berasal dari kelompok pedangang yang sukses. Tetapi dalam pengelolaannya cenderung bersikap konservatif. Kelompok ini biasa terkoneksi dengan merek seperti Dji Sam Soe, Hotel Santika, produk-produk Bank Syariah, Tabloid Nova.

KedelapanThe Flower. Tipe ini bisa dikenali dengan kurangnya mengikuti perkembangan teknologi. Menjalani kehidupan mengalir seperti apa adanya. Menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual serta menjadikan keluarga menjadi dunianya. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Ibu Rumah Tangga mendominasi kelompok menengah tipe ini.

*diolah dari berbagai sumber

Iklan

20 Juni 2012 - Posted by | Berita Media, Uncategorized

5 Komentar »

  1. menarik. yg umum terdengar selama ini penggolongan kaum menengah cuma 3 deh kayanya; menengah atas, menengah bawah, dan menengah yg betul2 menengah, he. tapi betapapun, strata dari kesepakatan manusia itu, semoga tiap2nya termasuk yg taqwa kepada-Nya, Q.S Al Hujarat 13.

    izzah muttaqin.., mungkin itu juga faktor tak adanya rakyat di zaman pemerintahan khalifah Umar bin Abdil Aziz yg mau menerima zakat. isn’t it?

    ohya, kak yuari apa kabar nih? risma ada yg mau ditanyakan nih, kak. bisa via email ga kak?

    afwan wa syukran kak sebelumnya.

    -risma, smanda bkl ’06-

    Komentar oleh risma | 26 Juni 2012

  2. silahkan ke yuari.deptan@gmail.com aja ya..ditunggu

    Komentar oleh yuari | 29 Juni 2012

  3. kak, engga jadi… ^^ alhamdulillah, udah dapet jawaban. syukran ya, kak

    Komentar oleh risma | 11 Juli 2012

  4. dapat klasifikasi world bank, linknya apa ya? mohon info. Terimakasih..

    Komentar oleh Magdalena_W | 17 Juli 2013

  5. wow,,, masuk kategori mana yah…

    Komentar oleh Dian | 1 Februari 2014


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: