Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Model Pengembangan Kemitraan Agribisnis Sapi Potong

Model pengembangan yang dapat menjadi alternatif adalah kemitraan inti-plasma. Dengan membentuk wadah berupa organisasi/kelembagaan/koperasi sebagai inti dan anggota kelompok ternak sebagai plasma. Inti memiliki peran utama dalam pendampingan kelompok ternak berupa bimbingan teknis dan pembinaan manajemen, selain itu memfasilitasi akses permodalan, pasar baru, sapronak, dan teknologi. Anggota kelompok berperan sebagai plasma  yang memiliki kewajiban budidaya(on farm), dan menjual hasil produksi kepada inti. Pemilihan Plasma dilakukan melalui mekanisme seleksi sehingga plasma merupakan anggota kelompok ternak yang memiliki kualifikasi, dan telah memenuhi persyaratan tertentu.

            Kemitraan usaha agribisnis ini merupakan hubungan bisnis antara inti dan plasma dimana masing-masing pihak memperoleh penghasilan dari usaha bisnis yang saling terkait dengan tujuan untuk mencai keuntungan bersama dengan dilandasi rasa saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Model pengembangan usaha meliputi dua jenis usaha yaitu, usaha pembibitan dan usaha penggemukkan sapi potong. Model ini sangat mendukung program pemerintah yaitu pembibitan ternak di pedesaan atau VBC (Village Breeding Centre)untuk mewujudkan peternakan yang tangguh serta mewujudkan kecukupan daging tahun 2010. Baca lebih lanjut

29 Mei 2008 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | 21 Komentar

Film Inspiratif dan Sinopsis Sang Murabbi ; Mencari Spirit yang Hilang

sang murabbiSangmurabbi.com. Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!

Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya.

Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da’watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah).

Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer. Baca lebih lanjut

29 Mei 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah, Uncategorized | 4 Komentar

Tarbiyah ; Bagaimana untuk menyesuaikan diri dengan Islam (Kayfa watakayyafu bil Islam)

M.8. KAYFA YATAKAYYAFU BIL ISLAM

 

Sasaran :

·        Memahami bahwa berharakah Islamiyah hanya dapat dicapai dengan terwujudnya kondisi yang Islami.

·        Memahami barometer yang digunakan untuk mengukur kesiapan pribadi dan jamaah untuk berdakwah.

·        Memahami bahwa melaksanakan minhaj taqyim dapat mengantarkan pribadi dan jamaah meraih posisi dari Allah.

 

Ringkasan

            Bagaimana untuk menyesuaikan diri dengan Islam (Kayfa watakayyafu bil Islam) dilakukan dengan mempertimbangkan aqidah, ukhuwah, dan uddah (persiapan). Untuk memunculkan potensi dan kekuatan pribadi maka diperlukan komponen aqidah dan diikat dengan ukhuwah. Pribadi yang beraqidah dengan ittikad, perasaan, fikiran, dan tingkah laku akan membentuk kepribadian Islam yang akhirnya menghasilkan kekuatan pribadi. Kekuatan-kekuatan pribadi ini tidak akan berhasil atau tidak akan bermanfaat bila tidak diikat dengan ikatan dan persatuan diantara mereka yang beraqidah. Ukhuwah yang dimulai dengan ta’aruf dan diteruskan dengan tafahum yang akhirnya menghasilkan takaful akan mewujudkan amal jama’i sehingga muncul kekuatan jamaah. Kekuatan pribadi yang diikat dengan kekuatan jamaah akan menghasilkan kekuatan jiwa.

            Kekuatan jiwa saja tidaklah lengkap untuk individu yang ingin membiasakan dirinya dengan Islam apabila tidak diiringi dengan kekuatan harta (amwal). Persiapan dilakukan diantaranya adalah dengan mengeluarkan zakat, infaq, sadaqoh, dan sunduq. Harta yang diperoleh melalui saluran ini akan menghasilkan kekuatan persiapan yaitu kekuatan harta.

            Secara kuantitas diperoleh banyak pribadi dan didukung dengan berbagai persiapan (al udadu) seperti maal maka individu tersebut dapat digerakkan kepada bagaimana bergerak bersama Islam. Amalan dan ibadah kepada Allah saja merupakan usaha kita di dalam bergerak bersama Islam. Ibadah adalah bentuk realisasi iman kepada Allah sehingga muncul pribadi-pribadi yang sidiq. Baca lebih lanjut

29 Mei 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan komentar

Tarbiyah ; Karakter Dakwah Islam

M.6. KHOSOISUD DA’WAH

 

Sasaran :

·         Memahami bahwa dakwah Islam memililki karakter yang khas dan istimewa dan mampu menyebutkan contoh-contohnya.

·         Menyadari kewajiban untuk mengaplikasikan berbagai ciri dalam aktivitas dakwahnya.

·         Menyadari bahwa semua ciri dakwah Islam hanya dapat diwujudkan melalui hizbullah.

 

Ringkasan :

            Dakwah Islam memiliki beberapa karakter yang menggambarkan bagaimana Islam sebenarnya. Dakwah Islam adalah dakwah yang juga mempunyai karakter dan sifat-sifat Islam itu sendiri. Dengan memahami karakter ini maka kita mendapatkan suatu pemahaman yang jelas tentang dakwah. Kesadaran akan dakwah pun muncul sehingga kita dapat mengembangkan dan memelihara dakwah ke masyarakat.

            Di antara ciri-ciri dakwah adalah Rabbaniyah, Islamiyah qobla jam’iyah, syamilah ghoiru juz’iyah, mu’ashirah ghoiru taqlidiyah, mahaliyah wa ‘almiyah, ‘ilmiyah, bashirah Islamiyah, mana’ah Islamiyah, inqilabiyah ghoiru tarqi’iyah.

            Dengan ciri-ciri dakwah ini, akan dapat menjelaskan bagaimana sebaiknya dakwah dan jamaah Islamiyah. Penggambaran ciri dakwah ini juga akan membentuk suatu fikrah dan kesadaran bagaimana dakwah yang baik, benar, dan perlu diikuti. Persaingan antara dakwah dan jamaah Islamiyah serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan jamaah dapat dijawab dengan materi khosoisud da’wah. Kesan yang diperoleh dari materi ini disebabkan karena beberapa ciri-ciri yang dibedah disini adalah kekerungan-kekurangan yang dimiliki oleh beberapa jamaah dan kelebihan yang dimiliki jamaah IM. Baca lebih lanjut

29 Mei 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | 2 Komentar

Tarbiyah ; ADAB BERINTERAKSI DENGAN MASYARAKAT

Dengan atau tanpa da’wah, interaksi dengan masyarakat adalah suatu kepastian. Bagi seorang muslim, untuk menyebarkan rahmat Islam bagi semesta alam tentu dilakukan dengan berinteraksi dengan masyarakat lebih-lebih dalamkaitannya dengan da’wah, karena da’wah sendiri harus dengan berbaur dengan masyarakat (mukholathah) dengan mukholtahoh yang ijabi (positif).

 

Dengan demikian, thobi’at da’wah itu adalah ‘aammah (umum). da’wah khoshshoh bukan merupakan suatu badil (pengganti) bagi da’wah ‘aammah, tetapi lebih merupakan penunjang bagi da’wah ‘aammah, karena da’wah ‘aammah belum dapat dimunculkan sebagaimana mestinya.

 

Berinteraksi dengan masyarakat ini dimulai dari yang terdekat dengan kita. Kita melihatnya dengan mizanud-da’wah. Sikap atau asas berinteraksi dengan masyarakat adalah al mu’amalah bilmitsli. Sedangkan sikap ta’amul da’wah adalah عَامِلُوْا النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ بِهِ. Bagaimana atau apa yang seharusnya kita berikan kepada masyarakat. Baca lebih lanjut

29 Mei 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan komentar

Rekomendasi Musyawarah Akbar Mahasiswa Muslim Pascasarjana UGM ; Kebangkitan Nasional Jilid Dua

POKOK-POKOK PIKIRAN HIMMPAS UNTUK
KEBANGKITAN NASIONAL KEDUA

Hasil Musyawarah Akbar ke-VIII
Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (Himmpas)
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,
Tanggal 3-4 Mei 2008

Kebangkitan nasional kedua bisa diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa bisa mengeliminir perbedaan, bergandengan tangan, bersatu padu, bergotong-royong, dan bekerja sama untuk mengatasi rintangan, menjawab persoalan, memberisi solusi, dan melakukan amal/ibadah sosial bersama.

Kebangkitan nasional kedua sebagai modal sosial percepatan pembangunan nasional merupakan sebuah keniscayaan yang mesti didukung, didorong, dan diikhtiarkan seluruh elemen bangsa.
Baca lebih lanjut

5 Mei 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Apa Saja Kegiatan HIMMPAS UGM ? Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana

Tulisan ini akan saya mulai dengan sebuah pertanyaan, apa itu himmpas ugm? yups… himmpas ugm adalah singkatan dari himpunan mahasiswa muslim pascasarjana universitas gadjah mada. Kalo boleh dibilang ini adalah sie kerohanian islam-nya mahasiswa S2 dan S3 di UGM. lembaga ini berdiri sejak 8 tahun yang lalu namun baru mulai  kelihatan syi’arnya sejak tahun 2005-2006.

HIMMPAS sendiri memiliki beberapa departemen, diantaranya; kaderisasi, pengkajian ilmiah dan humas yang memerankan fungsi media opini. kepengurusan himmpas sendiri memiliki siklus organisasi satu tahun sekali untuk mengganti kepengurusan sebelumnya melalui sebuah mekanisme yang bernama musyawarah akbar. Kebetulan hari sabtu- ahad, 3-4 Mei 2008 akan diadakan musak himmpas yang kedelapan, bertempat di gedung pusat antar universitas (PAU) lantai tiga, jam 08.00-17.30 WIB.

Lalu, apa saja kegiatannya ? dimusak ada 2 kegiatan, pertama seminar nasional dan persidangan, persidangan itu untuk memilih dewan formatur kepengurusan himmpas periode 2008/2009…..siapakah yang akan terpilih?

Kegiatan yang rutin dilakukan oleh HIMMPAS UGM adalah kajian rutin kamis sore (Kantin Kamso) yang diadakan setiap pekannya (kecuali kalo libur) pukul 16.00-17.30 WIB, bertempat di mushola pascasarjana di gedung lengkung. Tema kajian telah diprogram dari kajian tafsir al-qur’an, keluarga, dakwah, perkembangan islam kontemporer dan lain sebagainya.

silahkan bergabung dalam komunitas yang sangat bersahabat-HIMMPAS UGM-

1 Mei 2008 Posted by | Uncategorized | 17 Komentar

MUSAK VIII HIMMPAS ; Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana UGM

himpunan mahasiswa muslim pascasarjana ugmTerm of References Seminar Nasional

Memutus Masa Transisi: Saatnya Intelektual Muda Muslim Memimpin Bangsa!”

Dalam rangkaian acara Musyawarah Akbar

Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS) Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta, 3 Mei 2008

 

Sebagian kita mungkin pernah mendengar sebuah lelucon yang mengatakan, “orang Indonesia itu hebatnya hanya bila ada lawan”. Namun semakin hari lelucon itu semakin menemukan bukti-bukti empiriknya. Tahun 2006, sebuah artikel yang ditulis oleh Wisnu Nugroho di harian Kompas menyitir hal ini dengan judulnya yang agak sarkastik, “Musuh Bersama Tumbang, Reformasi Mblandang”. Pasca tumbangnya kekuasaan almarhum Presiden Soeharto dan Orde Baru, reformasi seperti kehilangan lawan sehigga arahnya tidak lagi fokus. Padahal, gerakan besar reformasi Mei 1998 telah memasuki usia satu dasawarsa. Masa yang cukup lama untuk dilekatkan pada sebuah kata: Transisi. Sebab sejatinya transisi hanyalah sedikit ruang dan waktu untuk transit, guna kemudian meneruskan perjalanan yang panjang. Namun bangsa Indonesia nampaknya terjebak di ruang transit tersebut, berputar-putar tanpa pernah keluar, seperti kaum Nabi Musa yang tersesat di Padang Tih. Baca lebih lanjut

1 Mei 2008 Posted by | Uncategorized | 6 Komentar