Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Koperasi Sapi Perah Dan Perdagangan Susu

_40944402_cows-bbc203i.jpgUsaha pembangunan di bidang koperasi dimaksudkan untuk lebih meningkatkan peranan golongan ekonomi lemah dalam ke­giatan ekonomi agar dengan demikian tingkat kesejahteraan go­longan tersebut semakin meningkat. Pembinaan koperasi bertujuan untuk meng­usahakan agar kehidupan koperasi kembali kepada alas dan sendi-sendi dasar koperasi. Untuk itu kebijaksanaan yang telah ditempuh adalah : melaksanakan pembinaan organisasi koperasi dan pembinaan usahanya. Kegiatan yang dilaksanakan berbentuk pendidikan dan latihan keterampilan bagi para anggota pengu­rus dan badan pemeriksa koperasi, serta penyuluhan dan penerangan bagi para anggota koperasi dan masyarakat luas dengan harapan agar mereka berminat untuk menjadi anggota koperasi. Pelaksanaan kegiatan tersebut dijalankan dengan satu program pokok, yaitu Program Pendidikan Perkoperasian

Tujuan pembinaan koperasi selanjutnya adalah untuk meningkatkan peranan golongan ekonomi lemah dalam kegiatan-­kegiatan usahanya agar kesejahteraan mereka meningkat. Untuk itu, kebijaksanaan yang ditempuh, adalah: Pertama, meningkat­kan pendidikan perkoperasian, terutama pendidikan dalam bi­dang tatalaksana untuk tenaga di lingkungan koperasi-koperasi primer. Kedua, mengusahakan agar koperasi-koperasi primer memperoleh kesempatan untuk melaksanakan kegiatan usaha. Ke­tiga, mengusahakan agar untuk koperasi-koperasi primer, selalu menyediakan dana-dana kredit yang diper­lukan untuk melaksanakan kegiatan usaha masing-masing dengan syarat-syarat yang ringan.

Pembinaan koperasi berikutnya adalah bertujuan untuk meningkatkan peranan dan kemampuan koperasi, agar tumbuh menjadi koperasi primer yang tangguh dan mampu menjadi kekuatan ekonomi desa, serta mengantarkan masyarakat menuju kemajuan dan kesejahteraan. Untuk itu, pembinaan kope­rasi diarahkan untuk: (1) meningkatkan kemampuan koperasi untuk berprakarsa dan berswakarya, (2) meningkatkan kemampuan koperasi sebagai salah satu wadah uta­ma untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah, (3) meningkatkan kemampuan koperasi sekunder dan koperasi-koperasi primer lain­nya sehingga mampu melayani kepentingan anggota, (4) mening­katkan peranan koperasi dalam berbagai sektor kegiatan pere­konomian, dan (5) meningkatkan kemampuan koperasi untuk mengadakan kerjasama dengan koperasi-ko­perasi lain dan badan usaha bukan koperasi di wilayah atau di daerah masing-masing.

Sesuai dengan hal-hal tersebut di atas, pembinaan kelem­bagaan koperasi diarahkan untuk mencapai delapan tujuan. Per­tama, meningkatkan kemampuan organisasi koperasi, dengan mendorong berfungsinya perlengkapan organisasi koperasi dan terwujudnya pembagian tugas yang jelas, sehingga koperasi benar-benar mampu mencerminkan sifat demokrasinya dan mampu mendukung peningkatan usahanya. Kedua, mengembang­kan sistem organisasi intern koperasi agar peranan anggota dalam menentukan kebijaksanaan, partisipasinya dalam kegiatan usaha dan pengawasan, menjadi semakin besar dan sesuai dengan kepentingan bersama. Ketiga, membentuk dan mengembangkan unit-unit organisasi usaha di masing-masing wilayah kerja koperasi sebagai unit organik, sehingga ada pe­ningkatan dalam jangkauan dan mutu pelayanan terhadap anggota koperasi. Keempat, membina dan mengembangkan kemampuan tek­nis, keterampilan manajemen dan jiwa kewirakoperasian para manajer, karyawan, dan anggota Badan Pemeriksa Koperasi, agar koperasi tumbuh menjadi kelompok yang berhasilguna serta mam­pu memberikan pelayanan usaha yang optimal kepada para anggo­tanya. Kelima, mengembangkan dan membina sistem informasi ma­najemen koperasi, sehingga pelaksanaan pengambilan keputusan benar-benar dapat mencerminkan kebutuhan para anggotanya dengan dukungan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan. Keenam, melaksanakan pembinaan dan pengawasan agar perlengka­pan organisasi koperasi sungguh-sungguh dapat melaksanakan kegiatannya sesuai dengan fungsinya. Agar Gerakan Koperasi juga dapat melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan, maka akan dikembangkan dan dimantapkan pengembangan Pusat Administrasi Usaha yang dapat mendorong terbentuknya Koperasi Jasa Audit. Ketujuh, meningkatkan dan memperluas kegiatan penyuluhan dan penerangan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengertian masyarakat akan pentingnya koperasi dalam membantu meningkat­kan kesejahteraan dan memenuhi kepentingan/kebutuhan mereka, dengan memanfaatkan berbagai media dan metoda yang tepat dan efektif. Kedelapan, meningkatkan apresiasi terhadap koperasi di berbagai kalangan fungsional, seperti pemuka masyarakat, ilmuwan, wartawan, kelompok tani, kelompok profesi dan seba­gainya dengan kegiatan seminar, sayembara karya tulis, rembug desa dan sebagainya.

Dalam rangka meningkatkan peranan dan kemampuan koperasi, maka di samping diselenggarakan pembinaan kelembagaan, juga dilaksanakan pembinaan usaha. Sebagaimana diketahui, kehidup­an koperasi pada hakekatnya merupakan usaha bersama sesuai dengan kepentingan dan kegiatan ekonomi para anggotanya dalam mewujudkan tujuan bersama, yaitu peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan para anggota koperasi. Pembinaan usaha tersebut dilaksanakan dengan cara-cara berikut: Pertama, memantapkan dan mengembangkan lebih lanjut usaha koperasi primer, dalam bidang-bidang pelayanan kebutuhan pokok untuk masyarakat, produksi dan pengolahan hasil serta pemasarannya, simpan-pinjam, dan jasa-jasa lainnya, agar tumbuh menjadi suatu lembaga ekonomi yang mandiri, mampu melayani kebutuhan para anggota dan masyarakat di sekitarnya. Kedua, meningkat­kan kemampuan perencanaan usaha koperasi primer. Ketiga, meningkatkan kemampuan koperasi primer untuk memanfaatkan berbagai fasilitas perkreditan yang tersedia untuk pertumbuh­an usahanya. Keempat, meningkatkan dan membina usaha Kopera­si Simpan Pinjam agar mampu berperan aktif dengan efektif da­lam mengisi kebutuhan para anggota koperasi. Kelima, mengem­bangkan kerjasama dan jalinan usaha antara Koperasi Primer dengan dukungan koperasi sekundernya. Keenam, memantapkan dan mengembangkan Pusat-pusat Pelayanan Koperasi sehingga benar­-benar dapat berperan dalam mendukung pengembangan usaha koperasi sekunder dan koperasi primer lainnya. Kini sudah saatnya masyarakat peternakan mengembalikan fungsi dan peran koperasi susu sebagaimana fitrahnya.

Dinamika Koperasi Susu

Koperasi sapi perah merupakan perusahaan yang bergerak di dalam produksi susu segar dan kemudian dipasarkan ke industri susu sebagai bahan baku susu olahan dan produk asal susu lainnya. Koperasi dalam memproduksi susu segar bermitra dengan peternak rakyat yang menjadi anggota koperasi.

Sebagai anggota koperasi, peternak adalah juga pemegang saham melalui simpanan wajib dan simpanan pokok dan sebagainya. Dengan demikian keberhasilan koperasi dalam bisnis susu segar secara langsung merupakan keberhasilan para peternak anggota itu sendiri. Sebaliknya jika terjadi mismanajemen dalam pengurusan koperasi akan merugikan perkembangan peternak anggota koperasi.

Pada kenyataannya, berbagai laporan penelitian memperlihatkan bahwa usaha sapi perah rakyat selama 25 tahun terakhir tidak mengalami perkembangan, malah cenderung statis, khususnya dalam ukuran usaha yang tetap bertahan pada skala 2-3 ekor per peternak. Pada sisi koperasi dilaporkan pula bahwa hanya 20 persen dari total koperasi sapi perah yang dapat dinyatakan beroperasi secara layak dengan tingkat produksi yang relatif tinggi. Pertanyaan menarik yang muncul dari dua kenyataan di atas adalah apakah koperasi sebagai sebuah perusahaan dalam hukum ekonomi telah mengalokasikan faktor produksi secara efisien? Pertanyaan kedua adalah: apakah koperasi mempunyai manajeman yang sesuai dengan konsep saling menguntungkan antara sesama mitra? Penyelesaian kedua pertanyaan ini sangat penting dalam usaha meningkatkan laju pertumbuhan produksi susu segar dalam negeri dan meningkatkan insentif kepada peternak rakyat.

Permintaan susu dalam negeri relatif besar dan terus mengalami pertumbuhan dan baru dapat dipenuhi 30 persen sedangkan sisanya dipenuhi melalui impor. Beberapa tahun lagi, Indonesia akan memasuki pasar bebas dunia, dan ini berarti koperasi harus segera mencari jalan keluar bagi peningkatan produksi dan menjadi tuan di rumah sendiri. Sekalipun setelah krisis ekonomi, susu impor menurun dan penyerapan susu segar dalam negeri meningkat, IPS akan lebih menyukai impor susu karena harganya akan lebih murah. Meskipun saat ini, harga susu dunia melonjak hingga lebih dari 100% akibat kekeringan di Australia. Selama Januari hingga Juni 2007, harga bahan baku susu berupa full cream milk powder impor naik dari 2.900 dolar AS per ton menjadi 4.500 dolar AS per ton.

Kebutuhan susu dalam negeri yang dapat dipasok dari produksi dalam negeri baru mencapai 45% (360.000 ton) dari total kebutuhan 800.000 ton, sehingga sisanya masih diimpor dari luar negeri. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka produksi dalam negeri harus ditingkatkan, baik kuantitas maupun kualitasnya. Secara nasional, sebagian besar agribisnis sapi perah merupakan peternakan rakyat yang ditangani koperasi, sehingga sebagian besar (90%) produksi susu ditangani oleh koperasi.

Peternakan rakyat menurut data tahun 2000, populasi sapi perah sebanyak 354,3 ribu ekor dengan skala kepemilikan 2-3 ekor per KK dan produktivitas rendah sekitar 9-10 liter per ekor per hari. Hal ini disebabkan antara lain kualitas pakan yang belum baik dan pemeliharaan yang belum optimal. Skala usaha KUD sebagian besar (60%) kapasitas produksinya masih rendah, yaitu di bawah 5.000 liter per hari. Skala kepemilikan sapi perah 2-3 ekor per peternak hasilnya tidak optimal dengan produktivitas rendah berakibat kehidupan peternak stagnan, bahkan tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya.

Perdagangan Susu Indonesia

Dalam peta perdagangan internasional produk-produk susu, saat ini Indonesia berada pada posisi sebagai net-consumer. Sampai saat ini industri pengolahan susu nasional masih sangat bergantung pada impor bahan baku susu. Jika kondisi tersebut tidak dibenahi dengan membangun sebuah sistem agribisnis yang berbasis peternakan, maka Indonesia akan terus menjadi negara pengimpor hasil ternak khususnya susu sapi.

Dilihat dari sisi konsumsi, sampai saat ini konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk susu masih tergolong sangat rendah bila dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 8 liter/kapita/tahun itu pun sudah termasuk produk-produk olahan yang mengandung susu. Konsumsi susu negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura rata-rata mencapai 30 liter/kapita/tahun, sedangkan negara-negara Eropa sudah mencapai 100 liter/kapita/tahun. Seiring dengan semakin tingginya pendapatan masyarakat dan semakin bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, dapat dipastikan bahwa konsumsi produk-produk susu oleh penduduk Indonesia akan meningkat.

Perkiraan peningkatan konsumsi tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik. Produksi susu segar dan produk-produk derivatnya seharusnya dapat ditingkatkan. Kondisi produksi susu segar Indonesia saat ini, sebagian besar (90%) dihasilkan oleh usaha rakyat dengan skala usaha 2-3 ekor sapi perah per peternak. Skala usaha ternak sekecil ini jelas kurang ekonomis karena keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan susu hanya cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidup. Dari sisi produksi, dengan demikian, kepemilikan sapi perah per peternak perlu ditingkatkan. Menurut manajemen modern sapi perah, skala ekonomis bisa dicapai dengan kepemilikan minimal 10 ekor sapi per peternak.

Dari sisi kelembagaan, sebagian besar peternak sapi perah yang ada di Indonesia merupakan anggota koperasi susu. Koperasi tersebut merupakan lembaga yang bertindak sebagai mediator antara peternak dengan industri pengolahan susu. Koperasi susu sangat menentukan posisi tawar peternak dalam menentukan jumlah penjualan susu, waktu penjualan, dan harga yang akan diterima peternak. Peranan koperasi sebagai mediator perlu dipertahankan. Pelayanannya perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan kualitas SDM koperasi serta memperkuat networking dengan industri-industri pengolahan. Adaptasi kelembagaan contract farming akan sangat membatu terwujudnya upaya ini.

Terkait dengan agribisnis susu, pada tahun 1983 Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yaitu Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan dan Koperasi. Dalam SKB tersebut industri pengolah susu diwajibkan menyerap susu segar dalam negeri sebagai pendamping dari susu impor untuk bahan baku industrinya. Proporsi penyerapan susu segar dalam negeri ditetapkan dalam bentuk rasio susu yaitu perbandingan antara pemakaian susu segar dalam negeri dan susu impor yang harus dibuktikan dalam bentuk ”bukti serap” (BUSEP). BUSEP tersebut bertujuan untuk melindungi peternak dalam negeri dari persaingan terhadap susu impor. Namun dengan adanya Inpres No 4 Tahun 1998 yang merupakan bagian dari LoI yang ditetapkan oleh IMF, maka ketentuan pemerintah yang membatasi impor susu melalui BUSEP menjadi tidak berlaku lagi, sehingga susu impor menjadi komoditi bebas masuk. Persoalan di industri hilir pun ada, misalnya tarif BM yang tidak harmonis antara produk susu (5%) dengan bahan baku lain seperti gula (35%) dan kemasan (5%-20%). Guna meningkatkan pangsa pelaku pasar domestik dalam pasar susu segar Indonesia, BUSEP perlu diberlakukan kembali dan tarif BM produk susu perlu peninjauan kembali.

Kekurangan produksi susu segar dalam negeri merupakan peluang besar peternak susu untuk mengembangkan usahanya. Namun demikian peternak masih menghadapi permasalahan, antara lain yaitu rendahnya kemampuan budidaya khususnya menyangkut kesehatan ternak dan mutu bibit yang rendah. Kekurangan tersebut selain mengakibatkan lambatnya pertumbuhan produksi susu juga berpengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan. Selain itu mulai sulitnya lahan sebagai sumber rumput hijauan bagi ternak, tingginya biaya transportasi, serta kecilnya skala usaha sebagaimana telah dikemukakan di atas, juga menjadi penghambat perkembangan produksi susu domestik.

Dalam hal pemasaran susu dari peternak dalam negeri, keberadaan Inpres No 4/1998 mengakibatkan posisi industri pengolahan susu menjadi jauh lebih kuat dibandingkan peternak karena industri pengolahan susu mempunyai pilihan untuk memenuhi bahan baku yang dibutuhkan yaitu susu segar dari dalam negeri maupun dari impor. Hal ini menyebabkan relatif rendahnya harga susu segar yang diterima oleh perternak dalam negeri.

Permasalahan lain yang dihadapi peternak adalah besarnya ketergantungan peternak terhadap industri pengolahan susu dalam memasarkan susu segar yang dihasilkannya. Dengan absennya keberpihakan Pemerintah terhadap peternak, hal ini menimbulkan kecenderungan bahwa harga susu segar yang diterima peternak relatif rendah. Adanya pemberlakuan standar bahan baku yang ketat oleh kalangan industri pengolah susu mendudukkan peternak sapi perah pada posisi tawar (bargaining position) yang rendah. Lebih ekstrim lagi, keberadaan industri pengolah susu ini dapat menyebabkan terbentuknya struktur pasar oligopsoni yang tentunya menekan peternak. Selain harga susu yang sangat murah pada struktur pasar tersebut, tekanan yang diterima peternak semakin bertambah dengan adanya retribusi yang diberlakukan oleh kebanyakan Pemda di era otonomi daerah ini.

Bila melihat perkembangan agribisnis persusuan di negara lain, peran koperasi sangatlah besar dalam mengembangkan usaha tersebut. Di India, misalnya, koperasi susu telah berkembang sedemikian rupa sehingga sampai saat ini kurang lebih telah berjumlah 57.000 unit dengan 6 juta anggota. Begitu pula di Uruguay, dimana para peternak domestiknya telah mampu memproduksi 90% dari total produksi susu nasional. Besarnya peran koperasi tersebut belum terlihat di Indonesia. Koperasi susu kita mempunyai posisi tawar yang sangat lemah ketika berhadapan dengan industri pengolahan susu, baik dalam hal jumlah penjualan susu, waktu penjualan, dan harga yang diperoleh.

Masalah penting mengenai perkoperasian susu adalah proses pembentukan koperasi tersebut umumnya bersifat top-down dan intervensi pemerintah relatif besar dalam mengatur organisasi. Pembentukan anggota koperasi bukanlah atas dasar akumulasi modal anggota tetapi lebih banyak bersifat pemberian kredit ternak sapi dalam rangka kemitraan dengan bantuan modal dari pemerintah. Status anggota koperasi hanya berfungsi pada saat menjual susu segar dan pembayaran iuran wajib dan iuran pokok. Koperasi sebagai lembaga ekonomi dalam menjalankan manajemen tanpa pengawasan yang ketat oleh anggota, justru sebaliknya koperasi cenderung berkuasa mengatur anggota.

Arah Kebijakan

Agar pangsa pasar susu yang dihasilkan peternak domestik dapat ditingkatkan maka masalah-masalah di atas perlu ditanggulangi dengan baik. Revolusi putih harus dilaksanakan sejak saat ini, yaitu dengan meningkatkan produksi dan konsumsi susu nasional. Adapun kebijakan dalam upaya substitusi impor susu yang dapat diambil untuk mencapai kondisi tersebut antara lain sebagai berikut.

Pertama, Pemerintah perlu memberikan dukungan nyata untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak (susu) kepada para peternak. Dayasaing susu yang dihasilkan peternak hanya akan dapat ditingkatkan apabila produktivitas dan kualitas tersebut ditingkatkan. Untuk itu, penelitian dan pengembangan khususnya mengenai teknis dan manajemen produksi perlu ditingkatkan. Gerakan nasional seyogianya diikuti dengan aktivitas nyata berupa bantuan antara lain dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan budidaya sapi perah yang baik, mendorong tersedianya bibit sapi unggul, kemudahan untuk pemanfaatan lahan, akses dan ketersediaan modal, serta pengembangan beragam industri pengolahan susu sehingga harga di tingkat peternak menjadi relatif lebih stabil.

Kedua, perlu dibentuk wadah kemitraan yang jujur dan memperhatikan kepentingan bersama antara peternak, koperasi susu dan industri pengolahan susu sehingga pengembangan agribisnis berbasis peternakan dapat berjalan dengan baik. Semua pihak yang terkait haruslah saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Ini dapat diwujudkan melalui sistem contract farming, dimana terdapat keterpaduan dari berbagai unsur baik peternak, koperasi, industri/pemodal maupun pemerintah.

Ketiga, koperasi susu perlu didorong dan difasilitasi agar dapat melakukan pengolahan sederhana susu segar, antara lain yakni pasteurisasi dan pengemasan susu segar, pengolahan menjadi yogurt, keju dsb. Hal ini disertai dengan program promosi secara luas kepada masyarakat, terutama anak-anak, tentang manfaat mengkonsumsi susu segar dan produk-produk olahannya. Pendirian pabrik pengolahan susu yang dimiliki gerakan koperasi juga perlu didorong. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi makin menguat dan relatif stabilnya nilai kurs rupiah terhadap US dolar, yang dapat mengakibatkan industri pengolahan susu kembali mengimpor sebagian besar dari bahan baku susunya dari luar negeri.

Keempat, Pemerintah Pusat maupun Daerah seyogianya mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mampu memperkuat posisi tawar peternak sapi perah khususnya dan pengembangan agribisnis berbasis peternakan umumnya. Ini antara lain dapat dilakukan dengan menghapuskan retribusi yang menyebabkan ongkos produksi bertambah mahal, menghapuskan pajak pertambahan nilai bila pengolahan masih dilakukan oleh peternak, serta pemberlakuan tarif bea masuk terhadap susu impor untuk melindungi produksi dalam negeri.

Kelima, mengefektifkan kinerja dewan persusuan nasional agar dapat merangkul seluruh stakeholder persusuan termasuk IPS yang mengatur regulasi harga dan penyerapan susu yang berpihak pada peternak rakyat.

Semoga kelima arah kebijakan di atas dapat segera diwujudkan oleh para pengambil kebijakan dalam rangka merealisasikan gerakan revolusi putih. Revolusi putih yang berhasil akan menjamin terjadinya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia: ketersediaan suplai susu yang terjamin, meningkatnya pendapatan peternak dan pelaku usaha lainnya di bidang peternakan.

Yuari trantono, editing dari berbagai sumber

21 Januari 2008 - Posted by | A-Pertanian-Peternakan

22 Komentar »

  1. halo…
    saya mau bertanya dan membutuhkan saran
    kasusnya begini:
    2 bulan lagi keluarga saya hendak berencana membuka usaha konsentrat.
    saya membutuhkan saran, apakah usaha ini punya prospek cerah dan bagaimana dengan pemasarannya?

    terimakasih banyak yah..

    Komentar oleh coolbreeze | 21 September 2008

  2. Didaerah mana dulu? jika memang didaerah tersebut banyak peternak tentu sangat cerah prospek bisnisnya…..kuncinya pada jaringan dengan peternak dan promosinya….yang penting harganya terjangkau oleh peternak

    Komentar oleh yuari | 21 September 2008

  3. Assalammu’alaikum. Wr. Wb.

    Terima kasih Pak Yuari, Tulisannya sangat menarik…

    Saya berencana untuk berinvestasi di Sapi Perah.
    Mohon pencerahan untuk :
    1. Contoh kandang yang sehat dan layak
    2. Berapa produksi susu per ekor sapi per hari yang optimal
    3. Kalau boleh ada contoh siklus hidup dari sapi perah, maksudnya :
    – Berapa lama mengandung
    – Berapa lama dapat di perah susunya

    4. Apakah ada contoh bisnis model untuk usaha sapi perah ini. Kalau ada apakah boleh di share ?

    Terima Kasih

    Komentar oleh Ibnu | 7 Oktober 2008

  4. 1.Coba bapak search aja desain gambarnnya lewat google ato beli ditoko2 buku …
    2. produksi susu sapi perah ditingkat peternak rata-rata 10 liter/hari/ekor….untuk sapi produksi tinggi bisa mencapai 15-20 liter/hari/ekor
    3.sapi bunting rata-rata 9 bln 10 hari, jika pakannya baik sapi perah dapat diperah selama 10 bln
    4. modelnya ada pak, tp dalam bentuk buku….

    mhn ma’af terburu2, via email saja pak jika serius…buka hal profil saya

    Komentar oleh yuari | 8 Oktober 2008

  5. asslm,,

    bpk yuari yth, apakah bapak tau mengenai koperasi luar negeri yang berhubungan dengan pemerahan susu ataupun peternakan?
    kalu ada boleh tau apa websitenya pak?
    kebetulan saya mendapatkan tugas mengenai koperasi luar negeri.nantinya saya akan membandingkan koperasi dalam negeri dan koperasi luar negeri.
    sekaligus saya ingin meminta izin mengutip tulisan bapak diatas.
    atas bantuan dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    Komentar oleh mika | 21 Oktober 2008

  6. untuk referensi aja mas mika….india cukup bagus gerakan koperasinya dan cocok sebagai model percontohan untuk negara berkembang…coba search di outlook india 2007/2008…biasanya data2 yang cukup lengkap dilembaga2 dibawah koordinasi PBB, seperti fao untuk pertaniannya, who untuk kesehatanya dll….

    Komentar oleh yuari | 23 Oktober 2008

  7. Sore Mas Yuari
    Mohon info atas bbrp hal :
    Saat ini kami sdg melakukan studi untuk mengetahu potensi peternak sapi perah di Indonesia.
    1. Potensi bisnis untuk sapi perah saat ini bgmn ya scr nasional? masih bagus tdk?
    2. Apakah mas mpy data peternak sapi perah nasional.
    3. Data up date sapi perah (ekor) terakhir punya tdk mas?
    4. Brp byk koperasi yang bergerak di Industri sapi perah ini ya?

    MOhon infonya ya Mas. Tks Byk.

    Komentar oleh via | 28 Oktober 2008

  8. Pagi…

    Sedang sibuk ya Mas, email saya belum sempat di reply.
    Mohon bantuan informasinya. Tks banyak sebelumnya.

    Rgds

    Komentar oleh via | 11 November 2008

  9. mohon lebih banyak informasi mengenai pasar oligopsoni,.,.,.,

    Komentar oleh dita | 3 Desember 2008

  10. untuk lebih meningkatkan penjualan akan lebih baik jika pada produksi susu kita tercantum kadar/kandungan nutrisi (baik lemak, protein, lactose, dll) sehingga menambah nilai jual susu tsb. untuk mengetahui kadar tsb dapat menggunakan alat LACTOSCAN. dapat dibeli di http://www.bintang-indolab.com (promosi nih…:-))

    Komentar oleh bintangindolab | 10 Desember 2008

  11. Saya mau bertanya mengenai,, ada kah peluang usaha bagi saya seorang wirausahawan dibidang karpet sapi untuk dapat memasarkan produk saya tersebut pada koperasi ini? mohon infonya,, terima kasih.

    Komentar oleh Husin | 11 Desember 2008

  12. setiap peluang pasti ada pak. biasanya yg memakai karpet sapi adlah peternak ato perusahaan sapi yg sudah mnrapkan manajemen pemlhraan modrn termasuk koperasi

    Komentar oleh yuari | 13 Desember 2008

  13. […] oleh: Yuari Trantono, sumber artikel: Koperasi Sapi Perah dan Perdagangan Susu […]

    Ping balik oleh Sekar Tanjung » Artikel Pilihan » Koperasi Sapi Perah dan Perdagangan Susu | 12 Januari 2009

  14. kami perusahaan green ring memiliki satu unit usaha yang mengelola dibidang peternakan sapi, kami menjual straw atau yang lebih dikenal sebagai benih sperma sapi dengan harga ekonomis. dengan harga cukup Rp.7000 / straw. buatan salah satu fakultas negeri di surabaya. dan telah tebukti kualitasnya dipakai oleh banyak peternak sapi di jatim karena harganya yang murah dan kualitasnya baik sekali. anda masih ragu, bisa datang ke tempat produksi kami. selain itu kami juga menjual alat alat untuk sapi anda yang tertera dibawah ini :
    1. plastisid Rp. 30.000
    2. nitrogen cair
    3. straw sapi limousin, simental, brahmana, dan sapi perah Rp.7000/ straw
    4. tabung container inseminasi baru merk golden poenix 10 L Rp. 5,9 juta
    5. mini gun (alat suntik kawin suntik) made in france Rp. 310.000
    6. Hoof cutter (buat potong kuku sapi)
    7. karpet untuk sapi (agar tak infeksi kaki sapi)
    8. neddle
    9. suntikan europlast dan demaplast
    10. mastitis test (alat pendeteksi infeksi pada puting sapi)
    11. pregnant detector (alat pendeteksi kehamilan sapi)
    12. milk tester (tes isi kandungan susu sapi)
    13. pelatihan untuk ternak sapi dan inseminasi buatan berlisensi dan dilatih oleh staf pengajar profesional dari fakultas kedokteran hewan terkemuka, dengan harga Rp.3200.000/teknisi (harga area jawa timur). teknisi tersebut merupakan orang yang berpengalaman dan pengajar di fakultas kedokteran hewan negri di indonesia. untuk pelatihan biasanya membutuhkan 2-3 teknisi.
    14. bagi pelanggan kami untuk sapi perah dapat kita arahkan untuk bekerjasama dengan perusahaan susu sapi langsung (sistem kemitraan) semacam nestle dan sebagainya. kalo tertarik dapat menghubungi sugeng (081703750286)

    Komentar oleh sugeng nurbiantoro | 14 Maret 2009

  15. saya peternak asal tuban dengan populasi sapi sekitar 30 ekor. saya berterimakasih kepada Bp.Sugeng dan dr.Herry Agoes Hermadi (dosen fakultas kedokteran hewan UNAIR) beliau memang konsultan handal dalam bidang ternak. dengan pakan ternak racikan beliau serta tambahan probiotik buatan beliau sapi saya makin rakus. uang makin banyak. asyik cepet gemuk. tapi masalahnya tempat produksi pakannya jauh sih dari tempat saya. katanya beliau janjikan didaerah tuban-bancar mau bikin tempat produksi besar-besarannya akhir juli 2009. ya semoga menjadi kenyataan. soalnya bisa mengirit ongkos trasnport, jadi harga pakannya jadi murah. moga pak sugeng dan dr herry melihat tulisan saya di blog ini. sekian dan terimakasih.

    Komentar oleh Bp.djoko | 9 Juni 2009

  16. Assalamualaikum wr wb

    barangkali berminat melihat foto-foto parade sapi pejantan di
    http://maman12.multiply.com/photos/album/27/Bullenparade_1._Mai_2009

    Komentar oleh Sindhu | 16 Juni 2009

  17. Assalamualaikum.
    Mas,mau tanya nih….
    kalo kita mau munculin blog kita di google,carax gie mana,ya?

    Komentar oleh Fandi Sufis | 17 Oktober 2010

  18. kebetulan saya dah buat blog di wordpress,tapi setelah saya cek di google tulisan blog saya ngak muncul2

    Komentar oleh Fandi Sufis | 17 Oktober 2010

  19. Assalammu’alaikum
    Bagaimana caranya mendirikan koperasi susu di daerah yang jauh dari peternakan sapi perah?

    Komentar oleh Wulan | 28 November 2010

  20. Kami dari perusahaan obat hewan di sumatera utara dan memproduksi mineral block untuk sapi dan bermaksud ingin berkerja sama dengan koperasi atau pengusaha untuk memasarkan mineral block, terima kasih

    Komentar oleh Yenny | 26 Agustus 2011

  21. Thrilled, binti “muriding” came across this piece of write up…more if necessary. …dgn Falsafah “maut!”. GBU. Semoga

    Komentar oleh Suyadi R. | 16 Agustus 2012

  22. Bapak yth, sya adalah peternak kambing dan susu, sekarang saya mau membentuk koperasi peternak, apa yag harus kami lakukan pertama kali? administrasi dulu apa yg lain2ya? mohon jawabannya. tq

    Komentar oleh Ahmad Paidi | 1 April 2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: