Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Membangun Kapasitas Cinta Kita

Membangun Kemampuan Mencintai ....

Pada mulanya cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan menumbuhkan orang lain. Selanjutnya cinta adalah kemauan baik yang menjembatani gagasan itu menuju alam kenyataan. Sisanya adalah kemampuan. Cinta yang hanya berkembang dibatas gagasan dan kemauan baik akan tampak seperti pohon rindang yang tidak berubah.

Bagian cinta yang pertama dan kedua, gagasan dan kemauan baik, biasanya terbentuk dari serangkaian penghayatan akan nilai-nilai luhur kemanusian dan keagamaan tentang kehidupan dan hubungan antar manusia didalamnya, hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan alam. Sedalam apa penghayatan itu dalam diri seorang pecinta sedalam itu pula sumber energi cinta yang ada dalam dirinya.
Tapi bagian ketiga dari cinta, kemampuan, memerlukan latihan dan proses pembelajaran. Kalau kita mau memberi, kita harus belajar dan berlatih bagaimana memiliki. Kalau kita mau memperhatikan orang yang kita cintai, kita harus belajar dan berlatih bagaimana bertumbuh sendiri terlebih dahulu. Begitu seterusnya: memberi, memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi mengharuskan kita memiliki kemampuan pribadi untuk melakukan tindakan-tindakan produktif.
Baca lebih lanjut
Iklan

29 September 2011 Posted by | Serial Cinta | Tinggalkan komentar

Puisi ; Setiap Kita Adalah Pejuang

Kita masih terjajah.....

Kita ini pejuang yang bertanggungjawab atas tegaknya Merah Putih

Kita ini pejuang yang seharusnya masih berjuang
Bukan dengan tombak atau bambu runcing
Dengan hati, pikiran, dan tenaga
Sama seperti pejuang dahulu dengan segenap jiwa raga
Sampai titik darah penghabisan

Kita ini pejuang yang masih harus merebut
Bukan merebut kemerdekaan dari penjajah koloni ataupun nippon
Tapi kita masih harus berjuang dalam pertahanan kita
Untuk tetap menjadi Bangsa Indonesia yang sejati

Kita ini pejuang yang tersisa dengan persenjataan sederhana
Dengan persenjataan nasionalisme yang melemah,
Semangat berkarya untuk bangsa yang tidak lagi membara
karena urusan perut saja sulit…
Dengan kepedulian yang makin tipis terhadap sesama pejuang yang lain
hanya karena untuk bertahan hidup

Kita ini pejuang yang harus menghadapi lawan kita
Dan lihat siapa yang menjadi lawan kita…? Baca lebih lanjut

29 September 2011 Posted by | Serial Cinta | Tinggalkan komentar

Trilogi Peran Pahlawan, Pecinta, dan Pembelajar

Kita ini pejuang yang harus menghadapi lawan kita, Korupsi yang siap menindas bangsa, Oknum menggerogoti tanah air sendiri

Semangat kepahlawanan dan kekuatan cinta adalah sumber energi yang
menggerakkan segenap raga kita untuk menciptakan taman kehidupan yang indah bagi diri kita dan orang lain. Tapi pembelajaran menuntun kita untuk berjalan dengan cara yang benar pada peta jalan yang tepat menuju ke sana.

Semangat kepahlawanan dan kekuatan cinta adalah sumber energi yang mendorong kita untuk terus-menerus memberi, untuk berkontribusi tanpa henti dalam menciptakan taman kehidupan yang indah itu. Tapi pembelajaran menuntun kita untuk mengembangkan kapasitas diri kita, juga tanpa henti, agar semangat memberi berbanding lurus dengan kemampuan kita untuk memberi. Sebab mereka yang tidak punya apa-apa, kata pepatah Arab, takkan bisa memberi apa-apa.

Semangat kepahlawanan dan kekuatan cinta adalah sumber energi yang lahir dari keikhlasan dan ketulusan niat, tumbuh berkembang dalam lingkungan hati yang mulia dan luhur, mekar dan berbuah dalam  engkuhan jiwa yang baik dan bijak. Maka seluruh niatnya adalah kebajikan. Maka segala cintanya adalah ketinggian. Tapi pembelajaran membingkai niat baik itu denga cara yang benar dan tepat.

Maka berpadulah ketulusan dengan kebenaran. Maka bertautlah kebaikan dengan ketepatan. Maka menyatulah keluhuran dengan keterarahan. Maka bersamalah ketinggian cita dengan peta jalan yang terang benderang.

Begitulah pada mulanya pahlawan sejati menapaki tilas sejarah mereka. Mereka mendengar panggilan sejarah yang diteriakkan oleh pekik nurani mereka. Maka mereka terbangun, tersadar, lalu bergerak. Lalu datanglah cinta memberi tenaga pada gerak mereka. Maka langkah kaki mereka menancap kokoh di tapak sejarah, melaju secepat angin, kuat bertenaga bagai badai. Baca lebih lanjut

29 September 2011 Posted by | Serial Cinta | Tinggalkan komentar

Seni Memfirasati Zaman

Membaca Tanda-Tanda Zaman....

Menemukan kadiah-kaidah yang mengatur jalannya sejarah akan mengantar kita pada temuan lain: memfirasati zaman. Kaidah-kaidah sejarah itu adalah sunnatullah fil hayat, hukum-hukum kehidupan yang permanen, berlaku sepanjang waktu. Dari situ kita bisa menilai apakah hidup kita sedang berjalan naik, atau sedang berjalan datar, atau sedang terjun bebas ke bawah.

Menafsir berbagai peristiwa kehidupan dengan teks seperti menemukan gambaran utuh dari wajah kita di depan sebuah cermin besar yang terang benderang. Di dalam kerangka teks semua peristiwa itu terangkai sebagai satu kesatuan yang berjalan pada sebuah alur sejarah yang jelas, bukan serpihan kisah yang tidak saling terhubung. Merangkai peristiwa-peristiwa itu seperti mengkonstruksi bangunan waktu untuk membaca apa yang disebut orang-orang bijak sebagai tanda-tanda zaman.

Ada zaman misalnya, dalam kehidupan manusia, yang disebut dalam teks Qur’an dan Sunnah sebagai zaman fitnah. Zaman itu hadir dengan ciri-ciri utama seperti: waktu terasa berlalu begitu cepat, merajalelanya kebodohan, matinya orang-orang berilmu, munculnya pemimpin yang kekanak-kanakan, berkurangnya minat orang berbuat kebaikan, kecenderungan orang menjadi semakin pelit, banyaknya pembunuhan dan seterusnya. Imam Bukhari dalam Shahihnya menyebut semua ciri itu dalam Kitab Fitnah.

Baca lebih lanjut

29 September 2011 Posted by | Serial Cinta | Tinggalkan komentar

Reshuffle Kabinet KIB ; SBY Harus Merubah Paradigma Para Menteri

Otak-atik menteri yang direshufle ...kalo sampe menteri dari bermasalah ga di pecat...kebangetan...!!!

Reshuffle kabinet tidak dapat menyelesaikan persoalan bangsa tanpa adanya perubahan paradigma. Pemerintah  harus kembali pada konstitusi dalam mengelola negara dengan baik. BABAT HABIS MENTERI YANG BERMASALAH !!!

Jakarta – Kalangan Istana makin kencang menyuarakan kepastian akan adanya perombakan kabinet. Berbagai prediksi muncul dari berbagai kalangan. Berikut ini otak-atik reshuffle dengan beberapa kategori dari beberapa pengamat politik dan pegiat survei, seperti Indo Barometer.

A. Kinerjanya Dianggap Tidak Memenuhi Target

1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh
DESAKAN:
Pengamat energi Pri Agung Rakhmanto menilai Menteri Darwin layak diganti.
Soalnya, selama dua tahun ini kebijakan energi di Indonesia dinilai tak jelas.
RESPONS:
Seusai rapat listrik di kantor Wakil Presiden, Darwin memilih segera masuk ke mobil yang kemudian meninggalkan kantor Wakil Presiden.

2. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar
DESAKAN:
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai Menteri Patrialis Akbar belum berhasil menangani masalah di lembaga pemasyarakatan. Selain itu ia sering mengeluarkan pernyataan kontroversial.
RESPONS:
”Kalau masalah reshuffle, no comment,” ujar Patrialis seusai rapat paripurna di DPR. Baca lebih lanjut

29 September 2011 Posted by | Berita Media, Uncategorized | Tinggalkan komentar

Koridor Dalam Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI )

Enam Wilayah Koridor Ekonomi Indonesia

Setelah selesai rapat saya coba untuk melihat 6 koridor Ekonomi Indonesia, kuncinya adalah percepatan dan perluasan tanpa meninggalkan basis ekonomi yang sudah ada, serta mencoba menumbuhkan pusat ekonomi baru diluar Jawa sesuai dengan potensi wilayahnya masing-masing…saya coba membaginya disini… ^^ selamat menikmati 🙂

Koridor  Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Pembangunan koridor ekonomi di Indonesia dilakukan berdasarkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai negara yang terdiri atas ribuan pulau dan terletak di antara dua benua dan dua samudera, wilayah kepulauan Indonesia memiliki sebuah konstelasi yang unik, dan tiap kepulauan besarnya memiliki peran strategis masing-masing yang ke depannya akan menjadi pilar utama untuk mencapai visi Indonesia tahun 2025. Dengan memperhitungkan berbagai potensi dan peran strategis masing-masing pulau besar (sesuai dengan letak dan kedudukan geografis masing-masing pulau), telah ditetapkan 6 (enam) koridor ekonomi.

Tema pembangunan masing-masing koridor ekonomi dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:

1. Koridor Ekonomi Sumatera memiliki tema pembangunan sebagai “Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional”;

2. Koridor Ekonomi Jawa memiliki tema pembangunan sebagai “Pendorong Industri dan Jasa Nasional”;

3. Koridor Ekonomi Kalimantan memiliki tema pembangunan sebagai “Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang & Lumbung Energi Nasional”;

4. Koridor Ekonomi Sulawesi memiliki tema pembangunan sebagai ‟ Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Migas dan Pertambangan Nasional”;

5. Koridor Ekonomi Bali – Nusa Tenggara memiliki tema pembangunan sebagai ‟Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional”;

6. Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku memiliki tema pembangunan sebagai “Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi, dan Pertambangan Nasional”.

Tujuan awal dilakukannya MP3EI adalah mencapai aspirasi Indonesia 2025, yaitu menjadi negara maju dan sejahtera dengan PDB sekitar USD 4,3 Triliun dan menjadi negara dengan PDB terbesar ke-9 di dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, sekitar 82% atau USD 3,5 Triliun akan ditargetkan sebagai kontribusi PDB dari koridor ekonomi sebagai bagian dari transformasi ekonomi. Baca lebih lanjut

12 September 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | 1 Komentar

Rencana Aksi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI )

Rencana Aksi MP3EI

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan rencana besar berjangka waktu panjang bagi pembangunan bangsaIndonesia. Oleh karenanya, implementasi yang bertahap namun berkesinambungan adalah kunci keberhasilan MP3EI. Implementasi MP3EI ini direncanakan untuk dilaksanakan di dalam tiga fase hingga tahun 2025, sebagai berikut:

Fase Pertama (tahun 2011 – 2015), kegiatan difokuskan untuk pembentukan dan operasionalisasi institusi pelaksana MP3EI. Institusi pelaksana MP3EI ini kemudian akan melakukan penyusunan rencana aksi untuk debottlenecking regulasi, perizinan, insentif, dan pembangunan dukungan infrastruktur yang diperlukan, serta realisasi komitmen investasi (quick-wins). Pada fase ini juga dilakukan penguatan konektivitas nasional terutama penetapan global hub untuk pelabuhan laut dan bandar udara di Kawasan Barat dan TimurIndonesia.

Penyiapan SDM difokuskan pada kompetensi yang dapat mendukung kegiatan ekonomi utama koridor serta pendirian sarana litbang dan riset (center of excellence) yang terkait dengan kegiatan ekonomi utama di masing-masing koridor sebagai langkah awal menuju pengembangan kapasitas IPTEK.

Secara khusus, di dalam jangka pendek, MP3EI difokuskan pada pelaksanaan berbagai rencana aksi yang harus diselesaikan hingga 2014. Rencana aksi yang dipersiapkan dalam jangka pendek ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa inisiatif strategik dapat terlaksana serta menjadi dasar pada percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi pada fase-fase berikutnya. Untuk itu, pembentukan dan operasionalisasi Tim Pelaksana MP3EI perlu segera diselesaikan disamping penyelesaian debottlenecking regulasi dan pelaksanaan investasi di berbagai kegiatan ekonomi utama oleh seluruh pihak terkait. Baca lebih lanjut

10 September 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media | Tinggalkan komentar

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI ) Bidang Pertanian

Rencana Aksi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengembangan Ekonomi (MP3EI) Sektor Pertanian

“Visi Indonesia 2025. Yakni mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia di tahun 2025 dan 8 besar dunia pada tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan”

Hari Senin 12 September 2011, kebetulan penulis diminta oleh Pimpinan untuk hadir dalam rapat Rencana Aksi dari salah satu program unggulan pemerintah yaitu Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sector pertanian. Segera setelah itu saya mencoba menghubungi beberapa jaringan di Bappenas dan Menko Perekonomian untuk mendapat informasi penting lainnya sebagai bahan amunisi untuk rapat tersebut. Baiklah, secara umum saya akan membaginya kepada pembaca sekilas tentang MP3EI ^^ dan semoga informasi ini bermanfaat  🙂

Presiden SBY telah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengembangan Ekonomi (MP3EI) dan menyampaikan ada lima penyakit yang membuat ekonomi Indonesia gagal dan  meminta kepada jajarannya agar kelima penyakit ini diberantas.

  1. Birokrasi yang menghambat dan tidak sejalan.
  2. Sikap Pemda yang mempunyai kepentingan sendiri dan cenderung menghambat jalannya perekonomian khususnya nanti MP3EI ini.
  3. Pengusaha atau investor yang ingkar janji terhadap komitmen investasinya,” kata SBY.
  4. Adanya regulasi yang menghambat jalannya perekonomian dan tidak segera diperbaiki.
  5. Adanya kepentingan dan proses politik yang tidak sehat.

 MP3EI mempunyai 3 (tiga) strategi utama yang dioperasionalisasikan dalam inisiatif strategic. 

Strategi pertama adalah pengembangan potensi melalui 6 koridor ekonomi yang dilakukan dengan cara mendorong investasi BUMN, Swasta Nasional dan FDI dalam skala besar di 22 kegiatan ekonomi utama. Penyelesaian berbagai hambatan akan diarahkan pada kegiatan ekonomi utama sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan realisasi investasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi di 6 koridor ekonomi. Berdasarkan potensi yang ada, maka sebaran sektor fokus dan kegiatan utama di setiap koridor ekonomi, diantaranya sebagai berikut:

1. Sumatera (Kelapa Sawit, Karet, Batubara, Besi-Baja dan JSS)

2. Jawa (Industri Makanan Minuman, Tekstil, Permesinan, Transportasi, Perkapalan, Alutsista, Telematika dan Metropolitan Jadebotabek)

3. Kalimantan (Kelapa Sawit, Batubara, Alumina/Bauksit, Migas, Perkayuan dan Besi-Baja)

4. Sulawesi (Pertanian Pangan, Kakao, Perikanan, Nikel, Migas)

5. Bali-Nusa Tenggara (Pariwisata, Peternakan dan Perikanan)

6. Papua- Maluku (Food Estate, Tembaga, Peternakan, Perikanan, Migas dan Nikel)

Strategi kedua, memperkuat konektivitas nasional melalui sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitalisasi kinerja sektor riil. Untuk itu akan ditetapkan jadwal penyelesaian masalah peraturan nasional dan infrastruktur utama nasional. Menurut laporan Menko Perekonomian, berdasarkan hasil diskusi dengan para pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha, teridentifikasi sejumlah regulasi dan perijinan yang memerlukan debottlenecking yang meliputi: Baca lebih lanjut

10 September 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | Tinggalkan komentar

Cinta Itu Tanpa Definisi

Cinta itu keajaiban hidup….

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Seperti banjir menderas. Kau tak  kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan dihadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.

Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan. Baca lebih lanjut

8 September 2011 Posted by | Serial Cinta | 1 Komentar