Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Fikih Puasa, Mempelajari Seluk Beluk Ibadah Puasa

Puasa dalam bahasa arab adalah shaum. Secara ilmu bahasa, shaum itu berarti al-imsak (yang berarti menahan).

Sedangkan menurut istilah syariah, shaum itu berarti : Menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual dan hal-hal lain yang membatalkannya sejak subuh hingga terbenam matahari dengan niat ibadah.

B. Syariat Puasa

Puasa Ramadhan pertama kali disyariatkan adalah pada tanggal 10 Sya`ban di tahun kedua setelah hijrah Nabi SAW ke Madinah. Sesudah diturunkannya perintah penggantian kiblat dari masjidil Al-Aqsha ke Masjid Al-Haram. Semenjak itulah Rasulullah SAW menjalankan puasa Ramadhan hingga akhir hayatnya sebanyak sembilan kali dalam sembilan tahun.

Puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun Islam yang lima, Oleh karena itu mengingkari kewajiban puasa Ramadhan termasuk mengingkari rukun Islam. Dan pengingkaran atas salah satu rukun Islam akan mengakibatkan batalnya ke-Islaman seseorang.

Sesungguhnya kewajiban puasa bukan saja kepada umat Nabi Muhammad SAW, tetapi umat terdahulu pun telah mendapatkan perintah untuk puasa. Meskipun demikian, bentuk dan tatacaranya sedikit berbeda dengan yang diberlakukan oleh Rasulullah SAW.

Paling tidak kita mengenal bentuk puasa nabi Daud, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Itu dilakukan sepanjang hayat hingga wafat.

Kita juga mengenal bentuk puasa di zaman Nabi Zakaria, dimana puasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga tidak boleh berbicara.

Sedangkan kewajiban puasa Ramadhan didasari olel Al-Quran, As-Sunah dan Ijma`. Baca lebih lanjut

Iklan

24 Agustus 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kisah Nabi Ya’qub AS Dan Putranya,Yusuf AS Serta Pelajaran Yang Dapat Dipetik

Kisah ini termasuk salah satu kisah dari kisah-kisah yang sangat mengagumkan, yang dijelaskan oleh Allah secara keseluruhan (lengkap), dan Allah menjelaskannya tersendiri dalam suatu surat yang panjang dengan penjelasan yang rinci dan gamblang, yang dapat dibaca dari tafsirnya. Di dalamnya Allah SWT menjelaskan kisah Nabi Yusuf AS dari awal hingga akhir berikut sejumlan perubahan dan peristiwa yang terjadi yang menyertainya. Berkenaan dengan kisah tersebut, Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” (Yusuf: 7).

Dalam pembahasan ini, kami akan mengemukakan sejumlah faidah yang besar yang dapat diambil dari penjelasan kisah tersebut seraya memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala.

FAIDAH-FAIDAH YANG DAPAT DIAMBIL DARI KISAH TERSEBUT

Adapun sejumlah faidah yang dapat diambil di antaranya bahwa kisah tersebut termasuk kisah yang sangat baik serta jelas. Karena di dalamnya terdapat sejumlah perubahan dari suatu keadaan kepada keadaan berikutnya, dari suatu cobaan kepada cobaan berikutnya, dari kehinaan kepada kemuliaan, dari kedamaian kepada ketakutan dan sebaliknya, dari raja kepada budak dan sebaliknya, dari perpecahan dan kekacauan kepada persatuan dan keharmonisan serta sebaliknya, dari kebahagiaan kepada kesedihan dan sebaliknya, dari kemakmuran kepada kelaparan serta sebaliknya, dari kesempitan kepada kelapangan serta sebaliknya dan pencapaian hasil-hasil yang terpuji (baik). Maha Pemberi Keberkahan Dzat yang telah menjelaskannya dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga bagi orang-orang yang berakal. Baca lebih lanjut

24 Agustus 2008 Posted by | Kisah Nabi-Nabi | 5 Komentar

Kembali kefitrah Ramadhan

Mereka yang berpuasa dengan baik selama bulan Ramadhan, bakal menemukan fitrahnya kembali. Apakah fitrah kita? Adalah makhluk berakal yang berdimensi individual, sosial, dan spiritual sekaligus.

Hal ini tergambarkan dalam hari raya ‘Idul Fitri’ sebagai manifestasi ‘kemenangan’ kita menundukkan hawa nafsu. Harapannya, akal kita berhasil menundukkan hawa nafsu. Maka yang muncul adalah kejernihan hati. Bersih dari berbagai macam penyakit lahiriah maupun batiniah. Semestinya, orang yang berhasil puasanya tampil mempesona sebagai manusia yang ‘fitri’ di hari yang Fitri.

Dan bukan hanya pada hari itu saja mereka bakal tampil mempesona, tetapi sepanjang tahun ke depan. Karena bulan Ramadhan adalah ‘sekadar’ pijakan untuk melangkah ke depan. la bukan tujuan, melainkan sebuah cara untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi dan lebih mulia.

Ramadhan adalah training centre bagi orang yang ingin memiliki kemampuan mengendalikan diri (bertakwa). Jika lulus, maka kita telah memiliki modal yang besar untuk ‘bertempur’ sepanjang tahun melawan hawa nafsu yang terus-menerus mengintai kita. Baca lebih lanjut

24 Agustus 2008 Posted by | Mutiara Kata | Tinggalkan komentar

Malam lailat al Qadar Ramadhan

Apakah yang disebut Lailat al Qadar itu? Informasinya disampaikan oleh Allah kepada kita lewat firmanNya berikut ini.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jbril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam Itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1 – 5)

Allah mengatakan dalam firmanNya bahwa malam al Qadar itu adalah malam yang memiliki nilai lebih baik dari 1000 bulan. Betapa hebatnya. Bagaimanakah hal itu bisa dijelaskan? Kapankah turunnya malam itu? Dan bagaimanakah keadaannya?

Banyak tafsir yang menggambarkan turunnya malam al Qadar. Namun secara mendasar, kita bisa bertumpu pada ayat-ayat tersebut di atas. Baca lebih lanjut

24 Agustus 2008 Posted by | Mutiara Kata | Tinggalkan komentar

Kesehatan Puasa, Mengurangi Kolesterol, Asam Urat, Gula darah dan lain sebagainya

Untuk merubah kualitas seseorang dari Iman menjadi Takwa dibutuhkan 3 tahap. Masing-masing sekitar 10 hari. Rasulullah mengatakan bahwa puasa Ramadhan selama sebulan itu dibagi menjadi 3 tahap. Yaitu, sepuluh hari pertama berisi Rahmat. Sepuluh hari kedua berisi Ampunan alias Maghfirah. Dan sepuluh hari terakhir berisi dengan Nikmat.

Dalam konteks ‘penyembuhan’ yang kita bahas di depan, 3 tahap proses ini menemukan kesamaannya. Yaitu, proses detoksifikasi alias penggelontoran racun, proses rejuvenasi atau peremajaan, dan proses stabilisasi atau pemantapan kondisi. Hal ini bisa bermakna lahiriah maupun batiniah sekaligus.

Secara lahiriah, tiga tahapan dalam puasa Ramadhan itu menggambarkan terjadinya proses penyeimbangan kondisi kesehatan tubuh seseorang. Saya pernah mengadakan pengamatan sederhana terhariap sejumlah kawan-kawan yang berpuasa pada bulan Ramadhan tahun lalu.

Sebelum memasuki puasa Ramadhan, kami beberapa orang termasuk saya melakukan check kesehatan di laboratorium untuk mengukur kadar asam urat, kolesterol, gula darah dan SGOT/SGPT Kami ingin membandingkan kondisinya dengan setelah melakukan puasa.

Maka yang terjadi sungguh menarik untuk dicermati. Dan saya ingin melakukan pendalaman lebih lanjut tentang efek puasa Ramadhan terhariap kondisi kesehatan seseorang. Baca lebih lanjut

24 Agustus 2008 Posted by | Mutiara Kata | 27 Komentar

Menyongsong Ramadhan

Setiap kali menjelang Ramadhan, saya jadi teringat kisah para sahabat Rasulullah saw. Mereka selalu bergembira menyambut kedatangan bulan puasa itu. Kegembiraan terpancar di wajah dan ucapan-ucapan mereka. Dengan wajah berseri-seri mereka mengucapkan “Marhaban ya Ramadhan. . . ”

Kenapakah mereka demikian bergembira menyambut datangnya Ramadhan? Apakah yang bakal mereka temui dan mereka dapatkan selama berada dalam bulan tersebut?

Agaknya, kegembiraan itu disebabkan oleh pengetahuan mereka bahwa Ramadhan adalah bulan yang banyak membawa berkah dan manfaat buat kehidupan manusia. Manfaat dan berkah yang tidak pemah mereka dapatkan sepanjang tahun di luar Ramadhan. Karena itu, di akhir Ramadhan, biasanya para sahabat juga merasa sedih dan kehilangan karena bulan yang penuh manfaat dan berkah itu bakal segera. berlalu.

Setidak tidaknya ada 4 manfaat yang bisa diperoleh umat Islam lewat bulan Ramadhan. Yaitu, manfaat yang bersifat lahiriyah berupa kesehatan, dan ketajaman serta kejernihan berpikir. Manfaat batiniah yang bersifat meneguhkan keyakinan dan pengendalian diri dalam mengarungi kehidupan. Baca lebih lanjut

23 Agustus 2008 Posted by | Mutiara Kata | Tinggalkan komentar

24 Jam Bersama Orang-orang Shalih di Bulan Ramadhan – Mengefektifkan Ramadhan –

Bulan Ramadhan…
Hari demi harinya adalah rentang waktu lipatan pahala yang tak ada batasnya. Jam demi jamnya adalah rangkuman kasih sayang Allah swt kepada hamba-hamba-Nya. Menit demi menitnya adalah hembusan angin surga yang begitu menyejukkan. Detik demi detiknya ada1ah kesempatan ?yang tak ternilai dibandingkan seumur hidup kita. Maka, mengagendakan aktifitas selama bulan Ramadhan menjadi sangat penting. Disiplin dan hati-hati menjalani hari-harinya harus menjadi tekad dalam hati semua hamba Allah swt yang menghendaki maghfirah dan hidayah-Nya.

Berikut ini adalah contoh bagaimana kita melewati hari demi hari yang penuh kemuliaan itu. Dengan mengikuti kebiasaan dan perkataan Rasulullah, para salafusholih dan juga para ulama yang begitu menyadari kemuliaan Ramadhan, Semoga Allah swt ?menguatkan kita untuk menjadi alumni Ramadhan yang berhasil.

Waktu Sahur hingga Subuh:

Bangunlah sebelum fajar, sekitar pukul 03.00 pagi. lni adalah waktu sepertiga malam terakhir yang istimewa. Lakukan shalat qiyamul lail beberapa rakaat. Jangan lupa bangunkan keluarga untuk shaiat ma1am. Umar bin Khaththab ra biasa mengerjakan shalat malam. Apabila tiba pertengahan malam, beliau segera mernbangunkan keluarganya untuk shalat. la berseru: “Shalat, shalat!” seraya membacakan ayat ini: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerja-kannya. Baca lebih lanjut

23 Agustus 2008 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

Khutbah Rasul SAW Menjelang Ramadhan

Dari Salmân al-Fârisî ra. ia berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir bulan Sya`ban berkhutbah kepada kami, beliau bersabda, “Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1. 000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu`). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan bukaan (ifthâr) kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa menguarai pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai bukaan orang yang berpuasa.” Rasulullah SAW berkata, ” Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan bukaan dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau sedikit susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (HR Baihaqî) Baca lebih lanjut

23 Agustus 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan komentar

Ramadhan segera menjelang

cukup lama gak online, lumayan ketinggalan….maklum mudik+ finishing penelitian……..ga kerasa Ramadhan tinggal hitungan hari……..tapi selalu ada fenomena unik setiap ramadhan…….dan itu terus berulang……pertama, banyak orang shalat berjama’ah dimasjid……bahkan subuh juga rame, kedua, semakin mendekati hari raya….shaff shalat semakin maju pesat….., dan ibu-ibu dah rame-rame buat kue lebaran……sementara anak-anak dah minta baju lebaran…….

Pertanyaanya adalah apakah ramadhan hanya untuk itu…..? tapi itulah yang terjadi. Apakah setiap ramadhan hanya itu yang kita siapkan?

Jika hidup adalah sebuah perjalanan, maka kita memerlukan arah tujuan dan bekal perjalanan. Tujuan kita adakah syurga dan bekal kita adalah al-Qur’an.Tujuan memberi arah dan kepastian, sementara bekal memberi rasa nyaman dan menjamin keamanan. Ramadhan merupakan salah satu rukun iman yang wajib untuk kita tunaikan……yuk siapkan diri, sucikan hati dibulan suci……

23 Agustus 2008 Posted by | Kisah Inspirasiku | Tinggalkan komentar