Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Koleksi SMS Kartu Lebaran Idul Fitri Terbaik dari sahabat – sahabat

SMS-SMS ini dikirim setelah 1-2 hari pasca saya mengirim SMS ucapan dan do’a lebaran……..

 

Kumandang takbir, jernihkan fikir

Untaian do’a, bersihkan jiwa

Berjuta ma’af sejukkan qolbu

Mohon ma’af atas segala khilaf dan dosa…

Minal aidzin wal faidzin, mohon ma’af lahir dan batin…..

(dari anang, sahabat disleman, jogjakarta)

***

Mata kadang salah melihat

Mulut kadang salah berucap

Hati kadang salah menduga

                                     

Tuk lisan yang tak terjaga

Tuk janji yang terabaikan

Tuk hati yang berprasangka

Tuk semua sikap yang pernah menyakitkan

 

Mohon maaf segala kesalahan

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum

(dari kang jampang dicicadas..blogger)

***

Kepadamu yang tak pernah pupus semangatnya…

Yang selalu mencoba bangun dari keterbatasan..

Yang mempunyai mimpi meraih kemenangan…

Yang mengharap syahid sebagai akhir perjuangan….

Taqobbalallahu minna wa minkum,

 shiyamana wa shiyamakum.

Kullu ‘amin wa antum bi khoir

Selamat idul Fitri, Minal aidzin wal faidzin, mohon ma’af lahir dan batin…..

(dari agustian, sahabat kecil disemarang, jawatengah)

***

Kulihat RAMADHAN dari kejauhan..

Kudekati lalu kusapa ia, “hendak kemana?”

Dengan lembut ia berkata “aku harus pergi mungkin jauh dan sangat lama…

Tolong sampaikan pesanku untuk si MUKMIN:

1.       SYAWAL akan tiba sebentar lagi,

2.       setahun kedepan  ajaklah SABAR untuk temani hari-hari dukanya,

3.       peluklah ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan,

4.       bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang,

5.       mintalah nasihat dari QUR’AN dan SUNNAH dalam setiap masalah yang dihadapi…..

Sampaikan pula salam dan terima kasihku untuknya karena tengah menyambutku dengan suka-cita…

Kelak akan aku sambut ia dipintu SYURGA yang bernama AR-RAYAN…..             

(dari darmadi, sahabat mtrbi di bengkulu) Baca lebih lanjut

Iklan

30 September 2008 Posted by | Tarbiyah Islamiyah | 6 Komentar

Kado Lebaran – Idul Fitri ini untuk siapa? Sepi….

Puasa hari terakhir ini benar-benar membuatku merasa sedih….sedih karena dua hal. Pertama, berpisah dengan bulan ramadhan dimana amal ibadah kita dilipatgandakan hingga 700x lipat. Kedua, berpisah dengan keluarga, hingga tidak merasakan betapa bahagianya bekumpul bersama, bercengkrama, bercanda, bermanja-manja, bertutur dan bercerita dengan ibu dan keluarga tercinta…….

Untuk menghibur diri saya coba menghidupkan PC…akhirnya saya melihat di playlist ada lagu nasyid tentang hari raya yang dilantunkan oleh Raihan dan Nowseeheart…..jadi tambah sedih aja, ehm… tapi menyejukkan……

 

Suatu pagi dihari raya

 Aku sujud memujimu

Suatu pagi dihari raya

Aku sujud membesarkanmu

 

Kumelafazkan takbir penuh rasa kehambaan

Kumelafazkan tahmid penuh rasa kesyukuran

 

Gema takbir dihari raya

Kuteringat kampung halaman

Aku diperantauan

Tak tertahan menahan sembab

 

Gema takbir dihari raya

Kurindukan Ibu disana

Kepada sanak saudara

Hanya do’a  kukirimkan

 

Marilah di hari raya, kita semua mema’afkan

Lupakan persengketaan, eratkan persaudaraan…

*** Baca lebih lanjut

30 September 2008 Posted by | Kisah Inspirasiku | 4 Komentar

SMS balasan ucapan lebaran Idul Fitri yang uniq

 Daun pandan slalu berguna, untuk menjadi pewangi rasa..

Pesan SMSnya sudah kami terima, terkirim pula maksud yang sama..MOHON MA’AF LAHIR BATIN…dari kami 

)I(dani-sefty)I(

Ini adalah salah satu SMS balasan dari SMS Ucapan Idul Fitri yang saya kirim kepada seorang sahabat.. cukup berkesan karena saya tidak pernah SMS seperti ini sebelumnya bahkan untuk beberapa tahun terakhir, tak seperti biasanya……..dan tak seperti pada umumnya….orang membalasnya. Baca lebih lanjut

30 September 2008 Posted by | Kisah Inspirasiku | 3 Komentar

Kata kartu ucapan lebaran buat pembaca……

Sekian lama Kita bersua dalam dunia Maya dan Nyata ini
banyak senda gurau & bincang-bincang telah terlewati
SeJuta Khilaf dan Dosa menghampiri
Baik terang-terangan atau pun yang tersembunyi
Dengan Segenap Keikhlasan yang termiliki
Ijinkan Saya berucap Ikhlas dari dasar lubuk Hati :

” MINAL AIDIN WAL FAIDZIN – MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H. – HAPPY EID MUBARAK, SYAWAL 1st, 1429H

May Allah SWT bring peace and prosperity, and make the best out of you this year and for upcoming year”

30 September 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Koleksi Kartu Lebaran dari berbagai blog

 

Baca lebih lanjut

29 September 2008 Posted by | gambar | 4 Komentar

Lebaran, ga ada judul buat idul fitri kali ini

H -1 menjelang hari raya idul fitri 1429 H. Jogja sepi, terlebih suasana disekitar kampus UGM ibarat kota mati. Shalat lima waktu yang biasanya disesaki dengan ratusan orang kini tinggal belasan orang dan itupun penduduk lokal dan sedikit mahasiswa yang tidak berkesempatan pulang kampung dengan berbagai alasan, ya seperti saya sekarang.

 

Enam tahun dijogja, baru sekarang mencicipi betapa tidak enaknya lebaran tanpa kebersamaan keluarga, betapa tidak enaknya lebaran tanpa mencicipi hiruk-pikuk mudik dijalanan jawa-sumatera, dan bercengkrama bersama sikecil yaya. Ah, sudahlah mungkin ini yang disebut dengan narasi besar kehidupan atas jalan yang telah terpilih.

  Baca lebih lanjut

29 September 2008 Posted by | Kisah Inspirasiku | Tinggalkan komentar

Idul Fitri Hari Kemenangan, emang pantas kita berharap syurga?

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Baca Qur’an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman? Baca lebih lanjut

29 September 2008 Posted by | Mutiara Kata | Tinggalkan komentar

Air Mata Idul Fitri

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa ada seorang ustadz melihat seorang anak berwudhu di tepi sungai sambil menangis. Ia bertanya, ”Nak, mengapa engkau menangis?”

Anak tersebut menjawab, ”Saya membaca ayat Alquran, ‘Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’ (At-Tahrim: 6). Saya khawatir, jangan-jangan Allah memasukkan saya ke dalam neraka.”

Ustadz menjelaskan, ”Wahai anak kecil, kamu tidak akan disiksa, karena kamu belum baligh, jangan merasa takut, kamu tidak berhak memasuki neraka.”

Anak tersebut menjawab, ”Wahai Ustadz, engkau adalah orang yang pandai, tidakkah Ustadz tahu bahwa seseorang yang menyalakan api untuk satu keperluannya, memulai dengan kayu-kayu yang kecil baru kemudian yang besar?”

Rasulullah SAW bersada, ”Tiada pelupuk mata yang tergenangi dengan air mata melainkan pasti diharamkan jasadnya dari neraka, dan tiada air mata yang mengalir pada pipi melainkan akan dihapuskan daripadanya suatu kotoran dan kehinaan, dan apabila ada seseorang di antara umat yang menangis niscaya mereka akan dirahmati. Tiada suatu amal pun kecuali bernilai seperti kadar dan timbangannya, kecuali tetesan air mata. Sesungguhnya air mata itu dapat memadamkan samudera api neraka.” Baca lebih lanjut

29 September 2008 Posted by | Mutiara Kata | 1 Komentar

16 Kekeliruan Umum Selama Puasa Ramadhan

Meski bulan Ramadhan  adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan

Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR. Ibnu Majah & Nasa’i)

Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna.

1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan

Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan.

Semoga ini menjadi motivator bagi kita semua, agar tidak bermental loyo & malas dan tidak berlindung di balik kata “Aku sedang puasa”.

2. Berpuasa tapi enggan melaksanakan shalat fardhu lima waktu

Ini penyakit yang –diakui atau tidak– menghinggapi sebagian umat Islam, mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu. Padahal shalat dan puasa termasuk rangkaian kumulatif (rangkaian yang tak terpisah/satu paket) rukun Islam, sehingga konsekwensinya, bila salah satunya dilalaikan, maka akan berakibat gugurnya predikat “Muslim” dari dirinya. Baca lebih lanjut

1 September 2008 Posted by | Mutiara Kata, Tarbiyah Islamiyah | 5 Komentar

Beda Hadits Qudsi dengan Al-Quran

Hadits Qudsi berasal dari kata quds yang berarti menyucikan Allah. Hadis Qudsi ialah hadis yang oleh Nabi saw. disandarkan kepada Allah. Maksudnya Nabi meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam Allah. Maka rasul menjadi perawi kalam Allah ini dari lafal Nabi sendiri. Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi maka dia meriwayatkannya dari Rasulullah SAW dengan disandarkan kepada Allah, dengan mengatakan:

`Rasulullah SAW mengataklan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya`, atau ia mengatakan:

`Rasulullah SAW mengatakan: Allah Ta`ala telah berfirman atau berfirman Allah Ta`ala.`

Contoh yang pertama:

`Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasulullah SAW mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya Azza Wa Jalla, tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi oleh nafakah, baik di waktu siang atau malam hari.`

Contoh yang kedua:

`Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW berkata: ` Allah ta`ala berfriman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku.bila menyebut-KU di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu.`

Perbedaan Quran dengan Hadis Qudsi

Ada beberapa perbedaan antara Quran dengan hadis qudsi yang terpenting di antaranya ialah:

  1. Al-Quranul Kariam adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah dengan lafalnya. Dan dengan itu pula orang arab ditantang, tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Quran itu, atau sepuluh surah yang serupa itu, bahakan satu surah sekalipun. Tantangan itu tetap berlaku, karena Quran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat.. sedang hadis qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat. Baca lebih lanjut

1 September 2008 Posted by | Hadist | 4 Komentar