Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

UGM Yogyakarta = Jogja Juga Punya Cerita

Menjelang Subuh, di kali Code - Tugu Yogyakarta

Tepatnya Bulan Mei 2001, Aku pertama kali menginjakkan kaki di DIY alias Yogyakarta atau banyak orang menyebutnya dengan kota Jogja. Mimpi2 itu bermula dari sana, pinginnya kuliah sambil belajar jadi pemain band profesional (waktu itu lagi tenarnya sheila on 7). Maklum saja, waktu SMA aq pegang tuh gitar min. 6 jam tiap hari. Nyanyiin lagu pop, dangdut, rock ampe lagu underground. So, wajar kalo aq punya cita2 jadi musisi…hihihi. Tapi, Apa dikata aq tak lulus UMPTN 2001..hiks..hiks ūüė¶ mungkin ADA RAHASIA DIBALIK RAHASIA…

Walaupun saat itu lulus di fakultas teknik di UII – UMY – UAD dan juga UPN . Setelah berhitung dan sedikit jadi alim, hehe… shalat Istikharah maksudnye, buat minta petunjuk…akhirnya kecondongan hati ini…hmm…berat….pulang kampung deh (ke Bentiring, Bengkulu Tengah)…tapi aq berjanji tahun depan aq akan kembali kekota ini….Jogja…Sampe lagu Yogyakartanya Katon bagaskara….KU puter selama setahun pulang kampung, demi mengingatkanku untuk kembali ke Jogja…gini liriknya…

Pulang ke kotamu

Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna….. Baca lebih lanjut

Iklan

30 April 2011 Posted by | Kisah Inspirasiku, Mutiara Kata, Tarbiyah Islamiyah, Tulisanku, Uncategorized | 3 Komentar

Awal Cerita Upin dan Ipin

Upin dan Ipin, tontonan yang mendidik

Asal Mula

Pada awalnya termasuk sebagai gagasan film Geng: Pengembaraan Bermula, Upin & Ipin dibuat oleh Mohd. Nizam Abdul Razak, Mohd. Safwan Abdul Karim, dan Usamah Zaid, para pemilik Les’ Copaque. Ketiganya merupakan bekas mahasiswa dari Multimedia University Malaysia yang awalnya bekerja sebagai pekerja di sebuah organisasi animasi sebelum akhirnya bertemu dengan bekas pedagang minyak dan gas, Haji Burhanuddin Radzi dan istrinya bernama H. Ainon Ariff pada tahun 2005, lalu membuka organisasi Les’ Copaque.

Awalnya, Upin & Ipin ditayangkan khusus untuk menyambut Ramadan pada tahun 2007 untuk mendidik anak-anak mengenai arti dan kepentingan bulan suci. Kata Safwan, “Kami memulai seri animasi empat menit ini untuk menguji penerimaan pasar lokal serta mengukur bagaimana reaksi pada kemampuan penceritaan kami.” Sambutan meriah terhadap kartun pendek ini mendorong Les’ Copaque agar menerbitkan satu musim lagi menyambut bulan Ramadan yang seterusnya.

Nizam percaya bahwa aspek kebudayaan Malaysia yang berlatarkan sebagai sebuah kampung yang sederhana pasti dapat menarik minat pasar internasional. Seperti pada kartun animasi Doraemon asal Jepang yang laris di seluruh dunia meskipun berlatarkan budaya setempat dan bukannya budaya internasional. Dan lagi, reputasi Les’ Copaque sebagai organisasi terkenal mulai dibentuk oleh popularitas Upin & Ipin bukan saja di Malaysia, malah di beberapa negara lain yang meng-import kartun ini khususnya Indonesia. Baca lebih lanjut

22 April 2011 Posted by | Berita Media, Kisah Inspirasiku, Tarbiyah Islamiyah, Tulisanku, Uncategorized | Tinggalkan komentar

TEKAD adalah obsesi tanpa henti

Meraih Impian

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati

Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya

Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan Baca lebih lanjut

22 April 2011 Posted by | Kisah Inspirasiku, Tarbiyah Islamiyah | Tinggalkan komentar

Program Pertanian Di Lahan Gambut

Pertanian Lahan Gambut

Kerjasama yang intensif terkait dengan rencana pembukaan Program Lahan Gambut 100.000 ha sangat diharapkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah.  Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah saat pertemuan dengan Kepala Badan Litbang Pertanian pada tanggal 12 April 2011.

Kalimantan Tengah mempunyai lahan pasang surut yang cukup luas sehingga peluang untuk pengembangan padi pasang surut sangat potensial. Dukungan pemerintah melalui Kepres 82/1995 tanggal 28 Desember 1995 telah membuka lahan gambut (PLG) satu juta ha untuk perluasan areal tanaman padi namun demikian upaya tersebut belum berhasil, oleh karena kendala yang dihadapi masih belum dapat diatasi. Inpres No 2/2007 juga merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi lahan dan revitalisasi kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah.

Regulasi terkait dengan pemanfaatan lahan gambut diatur dalam Kepres No. 32/1990 dan Permentan No. 14/2010 yang pada intinya memberi dukungan atas pemanfaatan lahan gambut yang kurang dari 3 m dengan substratum bukan pasir kuarsa atau berpirit dapat digunakan untuk pertanian. Baca lebih lanjut

20 April 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | Tinggalkan komentar

Mengatasi Fenomena Ulat Bulu

Fenomena Ulat Bulu

Fenomena serangan ulat bulu yang terjadi akhir-akhir ini, menurut Menteri Pertanian Dr. Suswono merupakan siklus rutin saja, muncul menjelang pergantian musim hujan ke musim kemarau. Pemicu lainnya kata Suswono akibat ekosistem yang terganggu. Predator alami, pemakan ulat bulu seperti burung dan semut rang-rang semakin berkurang. Faktor penyebab lainnya akibat perubahan iklim. Menteri Pertanian Dr. Suswono meminta masyarakat tak perlu khawatir berlebihan akibat serangan hama ulat bulu.

Prof. Dr. Ir. I Wayan Laba, M.Sc, peneliti Badan Litbang Pertanian menyampaikan strategi pengendalian ulat bulu meliputi pengendalian jangka pendek dan jangka panjang yaitu:

1.    Pengendalian jangka pendek : a) sebelum pengendalian perlu dilakukan monitoring ulat pada permukaan daun bagian bawah, dan di tempat lain, agar populasinya dapat dipantau sesegera mungkin;  b). pengendalian ulat bulu dapat dilakukan dengan cara fisik/mekanik, melalui pengasapan, pengumpulan ulat secara masal, kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur, agar bulu-bulu ulat tidak berterbangan yang dapat mengganggu pernapasan;  c) penggunaan agen hayati : Metarhiziun sp., Bacillus sp., Beauveria sp. atau Verticillium; d) pengendalian dengan insektisida nabati antara lain mimba (5 ml/l), jika terpaksa dapat digunakan insektisida sintetis antara lain Deltametrin 25 EC dengan konsentrasi rendah (1-2 ml/l); e) apabila stadia serangga sudah berubah menjadi pupa dalam kepompong, maka dapat dilakukan melalui pengendalian fisik/mekanik, dengan cara mengumpulkan pupa didalam kepompong kemudian dimusnahkan. Cara ini mempunyai tujuan untuk mengurangi populasi ulat bulu pada generasi berikutnya; f) saat ini stadia ulat bulu sudah menjadi pupa. Untuk mengantisipasi pupa yang tersisa dari pengendalian point e, dalam 1- 3 bulan kedepan perlu diwaspadai, karena setelah keluar ngengat akan segera meletakkan telur kemudian menetas, Baca lebih lanjut

20 April 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | 1 Komentar

Usaha Kemitraan Ayam Potong

Usaha Kemitraan Ayam Potong

Kemitraan berasal dari kata mitra, yang berarti teman, kawan atau sahabat. Kemitraan muncul karena minimal ada dua fihak yang bermitra. Keinginan untuk bermitra muncul dari masing-masing fihak, walaupun dapat pula terjadi, bahwa kemitraan muncul akibat peranan fihak ketiga.

Di bidang pertanian pada umumnya, di bidang peternakan ayam broiler khususnya, satu fihak yang bermitra adalah petani atau peternak yang melaksanakan budi daya, sedangkan fihak lainnya adalah perusahaan yang bergerak dalam usaha pengadaan input dan atau usaha pengolahan dan pemasaran hasil. Apakah keinginan bermitra muncul dari masing-masing fihak, ataupun atas peranan fihak ketiga, sebenarnya munculnya kemitraan merupakan suatu keharusan atau secara alamiah harus terjadi. Hal ini terkait dengan dua hal; yang pertama, apabila kita ingat bahwa budidaya peternakan ayam broiler hanya merupakan satu sub-sistem dari sistem agribisnis peternakan ayam broiler secara menyeluruh, maka peternak budidaya tidak dapat berdiri sendiri; yang kedua, pertimbangan bahwa kekuatan dan kelemahan ada pada masing-masing fihak dan masing-masing mempunyai keinginan untuk saling mengisi. Baca lebih lanjut

20 April 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | 5 Komentar

Mengenal Sapi Potong di Indonesia

Sapi Peranakan Ongole (PO)

Bangsa adalah tingkatan pengelompokan hewan dalam sistematika atau taxonomi, dimana hewan tersebut telah mempunyai ciri khas tertentu yang diwariskan seutuhnya ke keturunannya (Hardjosubroto dan Astuti, 1994). Berikut kami jelaskan beberapa jenis sapi yang populer di pelihara oleh peternak.

Sapi PO adalah bangsa sapi hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina lokal di Jawa yang berwarna putih (Anonimus, 2003b). Saat ini sapi PO yang murni mu lai sulit ditemukan, karena telah banyak di silangkan dengan sapi Brahman, sehingga sapi PO diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir. Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, memiliki tena ga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah ber-anak, jantannya memiliki kualitas semen yang baik (Affandhy dkk., 2002).

Sapi Jantan Madura

Sapi Madura adalah bangsa sapi potong lokal asli Indonesia yang terbentuk dari persilangan antara banteng dengan Bos indicus atau sapi Zebu (Hardjosubroto dan Astuti, 1994), yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan caplak (Anonimus, 1987). Karak-teristik sapi Madura sudah sangat seragam, yaitu bentuk tubuhnya kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tetapi bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas ; bertanduk khas dan jantannya bergumba (Hardjosubroto, 1994). Baca lebih lanjut

20 April 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | 19 Komentar

Penggemukan Sapi Potong

Usaha Penggemukan Sapi Potong

Sering kami dimintai pendapat oleh rekan2 peternak baik pemula maupun yang berpengalaman tentang bagaimana pemilihan calon sapi yang bagus untuk dipelihara dengan tujuan digemukkan pada perusahaan kami. Pertanyaan ini meliputi mulai tentang jenis sapi (ras), bentuk tubuh, umur, berat badan, waktu pemeliharaan sampai panen dan kalkulasi harga jual maupun belinya. Di sini kami hanya ingin berbagi pengalaman saja dan share dengan sesama pelaku usaha peternakan sapi.

1.Jenis Ras dan bentuk tubuh. Sejatinya semua jenis ras punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentang hal ini sudah banyak diulas di pelbagai literatur tentang sapi potong. Hanya kita sebagai Praktisi peternakan seyogyanya perlu memperhatikan nilai-nilai praktis dan ekonomis dari jenis ras tersebut baik dari sisi kekuatan finansial peternak, peruntukannya dan timing tepat penjualannya. Seperti kita ketahui, untuk ADG (penambahan Berat harian) bolehlah diakui memang sapi jenis limosin dan simmental F1 telah  menjadi primadona yang mana ADGnya mampu mencapai 1,3-2kg/ harinya. Disusul di belakangnya silangan SIMPO dan LIMPO dengan ADG 1-1,7kg/hari. Berlanjut kemudian PO murni, Bali dan seterusnya yang lebih rendah penambahan berat hariannya dan struktur tubuhnya. Namun poin terpenting untuk tidak kita lupakan dari semua itu tentunya adalah Fisiologi dan kriteria performance  sapi itu  sendiri. Tampilan fisik yang ideal mencakup body frame, power depan dan belakang sapi akan mempengaruhi ADG, kemudahan pemeliharaan,dan harga purna jualnya. Baca lebih lanjut

20 April 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | 4 Komentar

Inseminasi Buatan (BIB Lembang)

Inilah salah satu sapi pejantan unggul yang ada di BIB Lembang. Benih Unggul-Mutu Tinggi, begitulah slogannya ūüôā

Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dibangun tahun 1975 dan diresmikan oleh Menteri Pertanian RI dan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru pada tanggal 3 April 1976.

Sebagai BIB pertama di Indonesia, diberi mandat Pemerintah untuk memproduksi semen beku ternak sapi perah dan sapi potong, dalam rangka memenuhi kebutuhan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di Indonesia agar tidak selalu tergantung pada semen beku impor.

Dalam perkembangan BIB Lembang sejak berdiri sampai dengan sekarang telah diproduksi semen beku benih unggul lebih dari 22 juta dosis yang telah disebarkan ke daerah-daerah pelaksana IB di Indonesia. Baca lebih lanjut

17 April 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | 8 Komentar

Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur

Budidaya sayuran dengan vertikultur

Sesuai dengan asal katanya dari bahasa Inggris, yaitu vertical dan culture, maka vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik indoor maupun outdoor. Sistem budidaya pertanian secara vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman, dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman.

Vertikultur tidak hanya sekadar kebun vertikal, namun ide ini akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sempit sekalipun. Struktur vertikal, memudahkan pengguna membuat dan memeliharanya. Pertanian vertikultur tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menciptakan suasana alami yang menyenangkan. Model, bahan, ukuran, wadah vertikultur sangat banyak, tinggal disesuaikan dengan kondisi dan keinginan.

Pada umumnya adalah berbentuk persegi panjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak tangga, dengan beberapa undak-undakan atau sejumlah rak. Bahan dapat berupa bambu atau pipa paralon, kaleng bekas, bahkan lembaran karung beras pun bisa, karena salah satu filosofi dari vertikultur adalah memanfaatkan benda-benda bekas di sekitar kita. Persyaratan vertikultur adalah kuat dan mudah dipindah-pindahkan. Tanaman yang akan ditanam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur pendek, dan berakar pendek. Baca lebih lanjut

15 April 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | Tinggalkan komentar