Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Koridor Dalam Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI )

Enam Wilayah Koridor Ekonomi Indonesia

Setelah selesai rapat saya coba untuk melihat 6 koridor Ekonomi Indonesia, kuncinya adalah percepatan dan perluasan tanpa meninggalkan basis ekonomi yang sudah ada, serta mencoba menumbuhkan pusat ekonomi baru diluar Jawa sesuai dengan potensi wilayahnya masing-masing…saya coba membaginya disini… ^^ selamat menikmati 🙂

Koridor  Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Pembangunan koridor ekonomi di Indonesia dilakukan berdasarkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai negara yang terdiri atas ribuan pulau dan terletak di antara dua benua dan dua samudera, wilayah kepulauan Indonesia memiliki sebuah konstelasi yang unik, dan tiap kepulauan besarnya memiliki peran strategis masing-masing yang ke depannya akan menjadi pilar utama untuk mencapai visi Indonesia tahun 2025. Dengan memperhitungkan berbagai potensi dan peran strategis masing-masing pulau besar (sesuai dengan letak dan kedudukan geografis masing-masing pulau), telah ditetapkan 6 (enam) koridor ekonomi.

Tema pembangunan masing-masing koridor ekonomi dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:

1. Koridor Ekonomi Sumatera memiliki tema pembangunan sebagai “Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional”;

2. Koridor Ekonomi Jawa memiliki tema pembangunan sebagai “Pendorong Industri dan Jasa Nasional”;

3. Koridor Ekonomi Kalimantan memiliki tema pembangunan sebagai “Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang & Lumbung Energi Nasional”;

4. Koridor Ekonomi Sulawesi memiliki tema pembangunan sebagai ‟ Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Migas dan Pertambangan Nasional”;

5. Koridor Ekonomi Bali – Nusa Tenggara memiliki tema pembangunan sebagai ‟Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional”;

6. Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku memiliki tema pembangunan sebagai “Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi, dan Pertambangan Nasional”.

Tujuan awal dilakukannya MP3EI adalah mencapai aspirasi Indonesia 2025, yaitu menjadi negara maju dan sejahtera dengan PDB sekitar USD 4,3 Triliun dan menjadi negara dengan PDB terbesar ke-9 di dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, sekitar 82% atau USD 3,5 Triliun akan ditargetkan sebagai kontribusi PDB dari koridor ekonomi sebagai bagian dari transformasi ekonomi. Baca lebih lanjut

12 September 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | 1 Komentar

Rencana Aksi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI )

Rencana Aksi MP3EI

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan rencana besar berjangka waktu panjang bagi pembangunan bangsaIndonesia. Oleh karenanya, implementasi yang bertahap namun berkesinambungan adalah kunci keberhasilan MP3EI. Implementasi MP3EI ini direncanakan untuk dilaksanakan di dalam tiga fase hingga tahun 2025, sebagai berikut:

Fase Pertama (tahun 2011 – 2015), kegiatan difokuskan untuk pembentukan dan operasionalisasi institusi pelaksana MP3EI. Institusi pelaksana MP3EI ini kemudian akan melakukan penyusunan rencana aksi untuk debottlenecking regulasi, perizinan, insentif, dan pembangunan dukungan infrastruktur yang diperlukan, serta realisasi komitmen investasi (quick-wins). Pada fase ini juga dilakukan penguatan konektivitas nasional terutama penetapan global hub untuk pelabuhan laut dan bandar udara di Kawasan Barat dan TimurIndonesia.

Penyiapan SDM difokuskan pada kompetensi yang dapat mendukung kegiatan ekonomi utama koridor serta pendirian sarana litbang dan riset (center of excellence) yang terkait dengan kegiatan ekonomi utama di masing-masing koridor sebagai langkah awal menuju pengembangan kapasitas IPTEK.

Secara khusus, di dalam jangka pendek, MP3EI difokuskan pada pelaksanaan berbagai rencana aksi yang harus diselesaikan hingga 2014. Rencana aksi yang dipersiapkan dalam jangka pendek ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa inisiatif strategik dapat terlaksana serta menjadi dasar pada percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi pada fase-fase berikutnya. Untuk itu, pembentukan dan operasionalisasi Tim Pelaksana MP3EI perlu segera diselesaikan disamping penyelesaian debottlenecking regulasi dan pelaksanaan investasi di berbagai kegiatan ekonomi utama oleh seluruh pihak terkait. Baca lebih lanjut

10 September 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media | Tinggalkan komentar

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI ) Bidang Pertanian

Rencana Aksi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengembangan Ekonomi (MP3EI) Sektor Pertanian

“Visi Indonesia 2025. Yakni mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia di tahun 2025 dan 8 besar dunia pada tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan”

Hari Senin 12 September 2011, kebetulan penulis diminta oleh Pimpinan untuk hadir dalam rapat Rencana Aksi dari salah satu program unggulan pemerintah yaitu Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sector pertanian. Segera setelah itu saya mencoba menghubungi beberapa jaringan di Bappenas dan Menko Perekonomian untuk mendapat informasi penting lainnya sebagai bahan amunisi untuk rapat tersebut. Baiklah, secara umum saya akan membaginya kepada pembaca sekilas tentang MP3EI ^^ dan semoga informasi ini bermanfaat  🙂

Presiden SBY telah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengembangan Ekonomi (MP3EI) dan menyampaikan ada lima penyakit yang membuat ekonomi Indonesia gagal dan  meminta kepada jajarannya agar kelima penyakit ini diberantas.

  1. Birokrasi yang menghambat dan tidak sejalan.
  2. Sikap Pemda yang mempunyai kepentingan sendiri dan cenderung menghambat jalannya perekonomian khususnya nanti MP3EI ini.
  3. Pengusaha atau investor yang ingkar janji terhadap komitmen investasinya,” kata SBY.
  4. Adanya regulasi yang menghambat jalannya perekonomian dan tidak segera diperbaiki.
  5. Adanya kepentingan dan proses politik yang tidak sehat.

 MP3EI mempunyai 3 (tiga) strategi utama yang dioperasionalisasikan dalam inisiatif strategic. 

Strategi pertama adalah pengembangan potensi melalui 6 koridor ekonomi yang dilakukan dengan cara mendorong investasi BUMN, Swasta Nasional dan FDI dalam skala besar di 22 kegiatan ekonomi utama. Penyelesaian berbagai hambatan akan diarahkan pada kegiatan ekonomi utama sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan realisasi investasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi di 6 koridor ekonomi. Berdasarkan potensi yang ada, maka sebaran sektor fokus dan kegiatan utama di setiap koridor ekonomi, diantaranya sebagai berikut:

1. Sumatera (Kelapa Sawit, Karet, Batubara, Besi-Baja dan JSS)

2. Jawa (Industri Makanan Minuman, Tekstil, Permesinan, Transportasi, Perkapalan, Alutsista, Telematika dan Metropolitan Jadebotabek)

3. Kalimantan (Kelapa Sawit, Batubara, Alumina/Bauksit, Migas, Perkayuan dan Besi-Baja)

4. Sulawesi (Pertanian Pangan, Kakao, Perikanan, Nikel, Migas)

5. Bali-Nusa Tenggara (Pariwisata, Peternakan dan Perikanan)

6. Papua- Maluku (Food Estate, Tembaga, Peternakan, Perikanan, Migas dan Nikel)

Strategi kedua, memperkuat konektivitas nasional melalui sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitalisasi kinerja sektor riil. Untuk itu akan ditetapkan jadwal penyelesaian masalah peraturan nasional dan infrastruktur utama nasional. Menurut laporan Menko Perekonomian, berdasarkan hasil diskusi dengan para pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha, teridentifikasi sejumlah regulasi dan perijinan yang memerlukan debottlenecking yang meliputi: Baca lebih lanjut

10 September 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan | Tinggalkan komentar

Cinta Itu Tanpa Definisi

Cinta itu keajaiban hidup….

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Seperti banjir menderas. Kau tak  kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan dihadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.

Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan. Baca lebih lanjut

8 September 2011 Posted by | Serial Cinta | 1 Komentar

Diskusi dengan Presiden SBY Mengenai Ekonomi, Penelitian, Pendidikan dan Pangan Berkualitas

Presiden SBY Berkunjung Ke Kantorku 🙂

Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Ciawi diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tahun 1978. Setelah diresmikan, baru kali ini dikunjungi kembali oleh Presiden RI, yaitu Presiden SBY. Balai ini dibangun tahun 1975 dengan nama Proyek Penelitian dan Pengembangan Ternak yang merupakan hibah dari pemerintah Australia. Pada saat itu menjadi pusat penelitian ternak yang tercanggih di kawasan Asia Tenggara dan baru berganti nama menjadi Balai Penelitian Ternak pada tahun 1984.

Peningkatan Masyarakat Kelas Menengah dan Pangan Berkualitas

Fenomena mudik dapat menggerakkan perekonomian yang angkanya mencapai trilyunan rupiah. Jumlah pemudik terus bertambah dari tahun ke tahun. Beberapa tahun terakhir terjadi perubahan penggunaan moda angkutan yang mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat.

Presiden SBY memperkirakan pemudik tahun ini mengalami kenaikan sebesar satu juta dari tahun lalu. “Tahun lalu pemudik 12 juta, kali ini diperkirakan 13 juta sekian orang,” kata Presiden SBY. Berdasar laporan terakhir Menteri Perhubungan, peningkatan jumlah pemudik terutama pada pengguna kendaraan pribadi dan pesawat terbang. Sebaliknya kereta api yang pernah jadi moda angkutan mudik favorit, penumpangnya justru diperkirakan berkurang.

“Saya tanya ke Menhub, kenapa berkurang? Rupanya pemudik yang dahulu naik kereta api kini memilih pesawat terbang,” terangnya.

Fakta bahwa harga tiket pesawat terbang lebih mahal dibandingkan kereta api, namun laris terjual. Ini menunjukkan terjadi peningkatan jumlah dan daya beli masyarakat terutama kelas menengah.Kaitan fenemona ini dengan pengembangan bahan pangan, bertambahnya jumlah kelas menengah akan mendongkrak permintaan pangan berkualitas. Di titik ini merupakan peluang dan tantangan bagi peneliti pangan meningkatkan produktifitasnya.

Tugas, peran dan fungsi para peneliti sangat penting. Oleh karena itu negara mulai mengalokasikan anggaran untuk research and development yang makin tinggi. Demikian dijelaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meninjau Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (22/8) sore.

Berfoto ria pake kamera HP, jadilah.... 🙂

Presiden SBY menekankan perlunya kolaborasi dengan pihak swasta untuk research and development ini. “Tolong dibangun sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, research development and inovation centre, dan pihak swasta. Hasil penelitian dan pengembangan itu dapat dialirkan pada mainstream bisnis kita. Dengan demikian akan terjadi self-development yang baik karena semua melihat urgensi dari pengembangan dan penelitian ini,” seru SBY.

Prospek sektor pangan di negeri ini, baik. Pendudukan bumi sekarang berjumlah 7 miliar, dan tahun 2045 akan menjadi 9 miliar yang memerlukan 60 sampai 70 persen tambahan pangan dan energi. Ini berarti bahwa kebutuhan pangan dan energi ke depan akan sangat besar, sekaligus tantangan global akan berkaitan dengan food and energy security.

“Kalau kita tidak mengimbangi dengan research and development, dan inovasi, kita tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan pangan yang akan dikonsumsi rakyat kita,” Presiden SBY menjelaskan.

“Saya datang ke tempat ini untuk melihat secara langsung apa yang dilakukan para peneliti kita yang juga termasuk golongan pahlawan tanpa tanda jasa. Orang sering hanya bisa melihat hasil akhir dari sebuah proses panjang. Kurang peduli dari proses awal sebuah ekonomi dikembangkan dan sebuah produk dihasilkan. Dengan mukadimah ini, saya kira tidak berkelebihan kalau saya mengatakan bahwa peran dan fungsi research and development sangat penting,” SBY menegaskan. Baca lebih lanjut

23 Agustus 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media | 1 Komentar

Serial Keluarga : Nama Bayi Laki – Laki , Belajar Pada Muhammad Al Fatih


Muhammad Najib Al Fatih

Pemberian nama terhadap anak-anak kita tentu memiliki makna tersendiri. Setiap Orang tua memiliki harapan terhadap nama yang diberikan kepada anak-anaknya, yup…nama adalah do’a 🙂 Begitu juga latar belakang dalam memberi nama anak sulung, yang saya beri nama Muhammad Najib Al FAtih. Awalnya saya ingin memberi nama Muhammad Al Fatih, tapi karena bundanya ingin nambahin nama Najib, Akhirnya saya gabungkan saja jadi Muhammad Najib Al Fatih (Insya Allah, Sang Pembuka Kemuliaan). Yaa itu bagian dari kompromi…hehehe 🙂 Baiklah kita akan lihat bagaimana latar belakang Sultan Muhammad Al Fatih ini yang begitu membuat saya terinspirasi untuk memberi nama anak laki-laki saya  mirip dengan beliau. Salah satunya adalah kiat suksesnya dalam memimpin negara, ya karena negara kita sekarang krisis pemimpin……

Kiat sukses itu banyak, namun sekarang kita akan belajar kiat sukses dari sebaik-baiknya raja menurut Rasulullah saw. Beliau adalah Sultan Muhammad Al Fatih, sang Penakluk Konstantinopel. Penaklukan Konstantinopel sebenarnya sudah disebutkan oleh Rasulullah saw melalui beberapa hadits. Kemudian, banyak raja yang mencoba untuk membuktikan ramalan itu. Semuanya gagal, kecuali Muhammad Al Fatih. Beliaulah sebaik-baiknya raja seperti yang disebutkan oleh Rasulullah saw.

“Suatu saat Kota Konstantinopel akan ditaklukan. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Namun, meski sudah diramalkan oleh Rasulullah saw, adalah tidak mudah untuk menaklukan kota Konstantinopel. Banyak raja-raja sebelumnya yang mencoba, tetapi baru Sultan Al Fatih yang mampu menaklukannya. Apa rahasianya? Inilah kiat sukses yang akan kita coba bahas kali ini.

Sultan Muhammad Al Fatih, Sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan 🙂

Kiat Sukses Pertama: Persiapan Matang

Persiapan Pribadi Adalah Kiat Sukses Yang Utama

Sejak kecil, Sultan Al Fatih sudah memiliki cita-cita untuk menjadi penakluk Konstantinopel. Apa yang beliau lakukan? Ya, mempersiapkan diri. Beliau mempelajari usaha-usaha yang pernah dilakukan oleh raja Islam sebelumnya. Percobaan dimulai pada zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan (tahun 44 H). Setidaknya ada 6 kerajaan besar yang sudah mencoba sebelumnya. Usaha-usaha itu dipelajarinya.

Apa hikmahnya? Meski sudah diramalkan oleh Rasulullah saw, namun persiapan matang untuk ihktiar yang optimal tetap perlu dilakukan. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempersiapkan sebaik-baiknya diri kita untuk mencapai cita-cita kita?

Bukan hanya belajar dari sejarah. Al fatih, sejak kecil sudah digembleng dengan ilmu strategi perang dan tentu saja tidak lupa ilmu-ilmu agama dengan bimbingan seorang murabbi kharismatik saat itu. Tujuannya tiada lain, untuk kejayaan Islam. Ilmu agama dan ilmu militer keduanya dipelajari, tidak hanya salah satu. Islam memang tidak membeda-bedakan ilmu. Selama untuk mendekatkan diri dengan Allah, itulah ilmu yang bermanfaat. Baca lebih lanjut

21 Agustus 2011 Posted by | Kisah Inspirasiku, Kisah Nabi-Nabi, Mutiara Kata, Sirah Khilafah, Sirah Sahabat, Tarbiyah Islamiyah, Tulisanku, Uncategorized | 1 Komentar

Lebaran Hati – Hati Daging Impor Berpewarna

Ilustrasi Daging Sapi Impor Berpewarna, Agar tampak Fresh ......

Pasca diberhentikannya pasokan ekspor hewan sapi oleh Australia sejak 8 Juni lalu dan mulai berakhirnya ramadan, banyak diberitakan oleh media massa bahwa harga daging sapi di pasaran menjadi melonjak naik. Tidak hanya itu, dengan melonjaknya harga, di pasaran diberitakan pula tentang marak ditemukannya daging sapi beku berperwarna darah dan berpewarna sintentik agar terlihat segar. Tidak hanya ditingkat pasar tradisional tapi juga dipasar modern/swalayan.

Daging sapi beku berperwarna darah sengaja dijajakan oleh oknum pedagang daging sapi untuk mengelabui konsumen. Jenis daging ini dibuat dengan merendam daging sapi beku dengan darah sapi sehingga daging sapi beku tersebut “dikira” sebagai daging sapi segar. Hal ini dilakukan untuk memikat hati pembeli sehingga mau membelinya dengan harga yang tinggi seperti daging sapi segar sungguhan.

Tindakan nakal oknum pedagang ini tentu sangat merugikan konsumen, karena meruntuhkan harapan awal mereka untuk mendapatkan daging sapi yang segar, sehat, baik, lezat dan menyehatkan. Bahkan sebaliknya jenis daging ini dapat menjadi sumber penyakit bagi tubuh. Karena dalam darah terkandung mikroorganisme yang berpotensi menjadi pembawa penyakit bagi sang pengkonsumsi.

Mendapatkan daging yang baik dan sehat adalah hak konsumen, bahkan untuk menjamin hal itu, negara telah menjaminnya hal tersebut secara hukum. Seperti tercantum dalam Undang-Undang No.7 Tahun 1996 tentang Pangan. Baca lebih lanjut

20 Agustus 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media | Tinggalkan komentar

Serial Keluarga ; Jatuh Cinta Pada Bunga

Aku Jatuh Cinta Pada Bunga....

Ternyata obrolan kita tentang cinta belum selesai. Saya telah menyatakan sebelumnya betapa penting peranan kata itu dalam mengekspresikan kata cinta. Tapi itu bukan satu-satunya bentuk ekspresi cinta. Cinta merupakan sebentuk emosi manusiawi. Karena itu ia bersifat fluktuatif, naik turun mengikuti semua anasir di dalam dan di luar di diri manusia yang mempengaruhinya.

Setidaknya beberapa tahun sebelum menikah, saya selalu meluangkan waktu untuk mempelajari apa cinta itu sebenarnya. Cinta yang mampu membawa bapak dan ibu begitu sabar mendidik anak yang bengal ini, cinta yang banyak membuat banyak orang tersenyum dan tertawa dengan renyahnya, cinta yang membuat banyak orang tegar dan tak kenal menyerah, cinta yang mampu mewujudkan mimpi-mimpi jadi kenyataan dan cinta yang mampu menghidupkan harapan ditengah keputusasaan.

Oleh karenanya sebelum menikah, saya banyak melakukan dialektika dengan banyak orang, dari berbagai rentang usia pernikahan, mulai 0 tahun sampe ada yang sudah lebih 40-an tahun usia pernikahannya. Pada hakikatnya cinta itu muaranya adalah keikhlasan 🙂 sederhana tapi rumit dan tantangannya luar biasa ^^ seperti kata sapardi djoko damono dalam puisinya 🙂 Baca lebih lanjut

19 Agustus 2011 Posted by | Kisah Inspirasiku, Mutiara Kata, Tulisanku | 2 Komentar

Kebijakan Pakan Ternak Nasional

Lahan Hijauan Makanan Ternak, Faktor Penting Swasembada Sapi

Direktorat Pakan Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan merupakan lembaga baru yang dibentuk dalam lingkup Ditjen tersebut, setelah Direktorat Ruminansia dan Direktorat Non Ruminansia ditiadakan. Kehadiran Direktorat tersebut sangat penting sekali dalam upaya pembinaan peternakan baik ruminansia maupun non ruminansia. Betapa tidak. Dalam usaha peternakan kurang lebih 60% biaya yang dikeluarkan untuk sukses usaha tersebut.

Sesuai dengan Undang Undang No. 18 Tahun 2004 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pakan adalah bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan berproduksi maupun berkembangbiak.

Pakan adalah hijauan dan campuran (loan). Bahan pakan adalah bahan hasil pertanian, perikanan dan peternakan atau bahan lain yang layak dipergunakan sebagai pakan baik yang telah diolah maupun yang belum diolah. Sedangkan bahan pakan berasal dari tumbuhan (BB-AT) dan Asal Hewan (BB-AH).

Pakan Kosentrat

Pasal 6-UU No. 18/2009
Lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan penggernbalaan umum harus dipertahankan Keberadaannya dan kemanfaatannya secara berkelanjutan; Kawasan penggembalaan berfungsi sebagai : penghasil tumbuhan pakan, tempat perkawinan alam, seleksi, kastrasi, pelayanan IB, pelayanan keswan, tempat penelitian dan pengembangan teknologi peternakan.

Pemda wajib menetapkan lahan sebagai kawasan penggembalaan umum à PERDA; Pemda bekerjasama dengan pengusahaan peternakan/tanaman pangan/horti/perikanan/ perkebunan/kehutanan untuk pemanfaatan lahan sebagai sumber pakan ternak.

Kebijakan pengembangan pakan, di antaranya mendukung PSDSK 2014 penyediaan pakan dan air untuk mendukung pencapaian program PSDSK 2014 dilaksanakan dengan 2 (dua) fokus pendekatan : 1) Penyediaan pakan (kuantitas/ketersediaan – feed security), 2) Pengembangan teknologi dan industri pakan untuk peningkatan mutu (kualitas/mutu – feed safety).

18 Agustus 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media | Tinggalkan komentar

PERKEMBANGAN POPULASI SAPI ( POTONG – PERAH) DAN KERBAU 2003 – 2011

Perkembangan Populasi Ternak, Hasil Sensus Ternak 2003 dan 2011 🙂 Silahkan di Analisis lebih lanjut...

Perkembangan populasi sapi (sapi potong dan sapi perah) di Indonesia dalam delapan tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan data hasil Sensus Pertanian tahun 2003 (ST03) populasi sapi di Indonesia tercatat 10,2 juta ekor. Jika populasi tahun 2003 ini dibandingkan dengan hasil awal PSPK2011 dimana populasi sapi di Indonesia mencapai 15,4 juta ekor, maka rata-rata pertambahan per tahun populasi sapi selama 2003–2011 sekitar 653,1 ribu ekor dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 5,32 persen per tahun.

Secara regional/pulau rata-rata pertumbuhan per tahun populasi sapi yang tertinggi di pulau Sumatera sebesar 9,66 persen. Pulau Jawa yang memiliki populasi sapi terbanyak di Indonesia, mencatat pertumbuhan hanya 3,85 persen per tahun. Angka pertumbuhan sapi di Pulau Jawa ini terendah jika dibandingkan dengan regional/pulau lainnya di Indonesia. Namun demikian, meskipun pertumbuhannya rendah, secara absolut penambahan populasi sapi di Pulau Jawa masih yang terbanyak, yakni rata-rata 264,3 ribu ekor per tahun.

Perkembangan populasi kerbau di Indonesia selama periode 2003-2011 berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2003 (ST03) dan PSPK2011 menunjukkan adanya tren penurunan dengan tingkat penurunan rata-rata 0,58 persen per tahun. Dalam jumlah absolut, penurunan populasi kerbau ini mencapai 7,8 ribu ekor per tahunnya.

Dirinci wilayah regional/pulau, pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara mencatat populasi kerbau mengalami penurunan masing-masing 2,61 persen, dan 1,76 persen per tahun, sedangkan di regional/pulau lainnya masih mengalami peningkatan. Populasi kerbau di Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan populasi tertinggi, yakni 4,61 persen per tahun sedangkan daerah lainnya kurang dari 2 persen. Baca lebih lanjut

18 Agustus 2011 Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media | 1 Komentar