Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Adakah Piramida di Indonesia ?

Bukit yang diduga Piramida Sidahurip 🙂

Sejak setahun  lalu saya terus mengikuti perkembangan penelitian yang dilakukan oleh tim Yayasan Turangga Seta dan tim katastropik purba dalam menguak musnahnya peradaban masa lalu. Beberapa peneliti barat mengungkapkan bahwa kerajaan masa lalu Nusantara (Sriwijaya dan Majapahit dll) adalah sebuah kemunduran dari peradaban maju jauh sebelumnya. Saya mulai tertarik ketika beberapa peneliti berani berhipotesis tentang adanya piramida di Indonesia, yang umurnya jauh lebih tua dari piramida Mesir.

Hipotesis itu membangkitkan minat saya dalam ilmu sejarah peradaban dan kebumian, maklum dari SD hingga SMA saya sangat menyukai ilmu sejarah dan geografi…… pas UMPTN pilihan ketiga juga jadi guru Geografi UNY….tapi akhirnya nyemplung dipilihan kedua yaitu, Peternakan…jauh banget ya…hehehe 🙂 itu takdir namanya…

Saya termasuk orang yang percaya bahwa secara periodic ada mekanisme pemusnahan masal manusia ….yang lebih modern adalah banjir bandangnya nabi Nuh….kalo skala kecil ya seperti meletusnya Krakatau, Gempa dan Tsunami Aceh yang terbaru…dan saya termasuk orang yang tertarik untuk mendalami sebab-sebab suatu peradaban masa lalu dimusnahkan… dan saya percaya bahwa peradaban sebelum masehi, jauh lebih maju….

Berikut saya bagi informasi dari komunitas yang saya ikuti…GEOTREK Indonesia

Menuju Sidahurip

Dari penjelasan Pak Danny, terkuak adanya pemunculan teori atau lebih yang prinsip yang mendasar (fundamental principle) baru yaitu kembalinya catastrophism principle (atau dalam bahasa Indonesia disebut teori malapetaka) dalam ilmu geologi, dan sekarang diaplikasikan ke bidang arkeologi, runtuhnya atau hilangnya suatu peradaban adalah disebabkan karena adanya bencana, bencana lokal maupun bencana global.

Tim Katastropik Purba bentukan Staf Khusus Presiden telah merampungkan riset awal. Tim ini meneliti apakah ada keterkaitan antara kejadian bencana di masa silam dengan peradaban masa lalu untuk dibandingkan di masa kini. Tim ini terdiri dari DR. Danny Hilman, DR. Andang Bachtiar, DR. Budianto ‘Didit’ Oentowirjo, CR. Wahyu Triyoso, DR. Irwan Meilono, DR. Hamzah Latief, Ir. Wisnu Ariestika dan Ir. Juniardi.

Pada awalnya tim ini menjadikan objek utama riset melalui data kebencanaan dan anomali Gunung Sadahurip dan beberapa situs yang terkubur karena diduga kuat karena bencana. Dengan segala kehati-hatian, serta pengujian alat/teknologi yang digunakan, maka tim juga mengembangkan riset di beberapa tempat lain seperti Banda Aceh, Trowulan dan situs megalitikum Gunung Padang.

Dibawah Situs Bebatuan diduga ada Piramida Gunung Padang 🙂 Cianjur

Karena di Gunung Padang hasil uji teknologi menunjukkan kemiripan dengan Gunung Sadahurip, maka tim memutuskan untuk terlebih dahulu melakukan tahap pengeboran untuk membuktikan uji teknologi. Hasilnya ternyata membuktikan bahwa ada kesesuaian antara uji teknologi dan hasil pengeboran.

Di Gunung Padang tim menemukan bangunan yang terpendam berupa man made structures. Hasil yang didapat di Gunung Padang sekaligus mengalibrasi obyek riset utama yaitu Gunung Sadahurip yang direncanakan pengeborannya dilakukan pada bulan Maret ini.

Laporan Riset Gunung Padang

1. Dari analisis morfologi Gunung Padang jelas memperlihatkan Gunung Padang seperti sebuah gundukan besar di kaki sebuah punggungan dari Gunung Karuhun (perbukitan tinggi di selatan Gunung Padang). Artinya, interpretasi geologi yang paling mungkin adalah gunung api purba atau intrusi batuan beku. Tapi apakah demikian? Dari hasil survei lintasan Geolistrik (memakai SuperSting R8) tidak mendukung interpretasi geologi ini.

Ada beberapa lintasan geolistrik yang dibuat: Dua lintasan dengan spasing elektroda 3m dan 8m untuk penampang Utara-Selatan, tiga lintasan dengan spasing elektroda 1m, 4m, 10m untuk penampang Barat-Timur (catatan: spasing elektroda 3m dengan jumlah electrode 112 depth of penetrationnya ~ 60m, yang 8m sampai 200 m-an). Singkatnya, data geolistrik tidak memperlihatkan struktur intrusi magma, volcanic plug ataupun gunung purba, melainkan satu geometri yang sangat unik dan sepertinya tidak alamiah. Inti gambaran subsurface Gunung Padang. Dari atas 0 – ~20m adalah lapisan horizontal dengan resistivity ratusan Ohm-meters. Baca lebih lanjut

14 Februari 2012 Posted by | Berita Media, Iptek, Kisah Inspirasiku, Tulisanku, Uncategorized | 2 Komentar