Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Serial Keluarga : Nama Bayi Laki – Laki , Belajar Pada Muhammad Al Fatih


Muhammad Najib Al Fatih

Pemberian nama terhadap anak-anak kita tentu memiliki makna tersendiri. Setiap Orang tua memiliki harapan terhadap nama yang diberikan kepada anak-anaknya, yup…nama adalah do’a 🙂 Begitu juga latar belakang dalam memberi nama anak sulung, yang saya beri nama Muhammad Najib Al FAtih. Awalnya saya ingin memberi nama Muhammad Al Fatih, tapi karena bundanya ingin nambahin nama Najib, Akhirnya saya gabungkan saja jadi Muhammad Najib Al Fatih (Insya Allah, Sang Pembuka Kemuliaan). Yaa itu bagian dari kompromi…hehehe 🙂 Baiklah kita akan lihat bagaimana latar belakang Sultan Muhammad Al Fatih ini yang begitu membuat saya terinspirasi untuk memberi nama anak laki-laki saya  mirip dengan beliau. Salah satunya adalah kiat suksesnya dalam memimpin negara, ya karena negara kita sekarang krisis pemimpin……

Kiat sukses itu banyak, namun sekarang kita akan belajar kiat sukses dari sebaik-baiknya raja menurut Rasulullah saw. Beliau adalah Sultan Muhammad Al Fatih, sang Penakluk Konstantinopel. Penaklukan Konstantinopel sebenarnya sudah disebutkan oleh Rasulullah saw melalui beberapa hadits. Kemudian, banyak raja yang mencoba untuk membuktikan ramalan itu. Semuanya gagal, kecuali Muhammad Al Fatih. Beliaulah sebaik-baiknya raja seperti yang disebutkan oleh Rasulullah saw.

“Suatu saat Kota Konstantinopel akan ditaklukan. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Namun, meski sudah diramalkan oleh Rasulullah saw, adalah tidak mudah untuk menaklukan kota Konstantinopel. Banyak raja-raja sebelumnya yang mencoba, tetapi baru Sultan Al Fatih yang mampu menaklukannya. Apa rahasianya? Inilah kiat sukses yang akan kita coba bahas kali ini.

Sultan Muhammad Al Fatih, Sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan 🙂

Kiat Sukses Pertama: Persiapan Matang

Persiapan Pribadi Adalah Kiat Sukses Yang Utama

Sejak kecil, Sultan Al Fatih sudah memiliki cita-cita untuk menjadi penakluk Konstantinopel. Apa yang beliau lakukan? Ya, mempersiapkan diri. Beliau mempelajari usaha-usaha yang pernah dilakukan oleh raja Islam sebelumnya. Percobaan dimulai pada zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan (tahun 44 H). Setidaknya ada 6 kerajaan besar yang sudah mencoba sebelumnya. Usaha-usaha itu dipelajarinya.

Apa hikmahnya? Meski sudah diramalkan oleh Rasulullah saw, namun persiapan matang untuk ihktiar yang optimal tetap perlu dilakukan. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempersiapkan sebaik-baiknya diri kita untuk mencapai cita-cita kita?

Bukan hanya belajar dari sejarah. Al fatih, sejak kecil sudah digembleng dengan ilmu strategi perang dan tentu saja tidak lupa ilmu-ilmu agama dengan bimbingan seorang murabbi kharismatik saat itu. Tujuannya tiada lain, untuk kejayaan Islam. Ilmu agama dan ilmu militer keduanya dipelajari, tidak hanya salah satu. Islam memang tidak membeda-bedakan ilmu. Selama untuk mendekatkan diri dengan Allah, itulah ilmu yang bermanfaat.

Al-Qur’an, hadits, fiqih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya adalah ilmu-ilmu yang dipelajari oleh Al Fatih. Sehingga Muhammad Al Fatih dikenal dengan ketinggian pribadinya.

Persiapan Pasukan

Saat akan menyerbu, Al Fatih menyiapkan 250 ribu tentara. Jumlah yang banyak. Sekali lagi, ini menunjukan bahwa jika kita mau berusaha, usahanya memang harus optimal. Tidak cukup mengatakan “saya sudah berusaha”. Kerahkan semua yang ada, jangan seadanya.

Selain besar dalam jumlah, Al Fatih juga membina tentaranya dengan semangat jihad. Bukan hanya menerpa fisiknya saja, tetapi ruhaninya pun disentuh karena ini justru sumber kekuatan utama. Sebelum perang pun, Al Fatih, berkhutbah terlebih dahulu di depan pasukannya tentang ketinggian jihad dan harapan kemenangan demi kejayaan Islam.

Optimalisasi ikhtiar juga diterapkan dalam hal teknologi. Bukan hanya mengandalkan jumlah dan semangat, namun teknologi militer tercanggih pun digunakan (saat itu meriam). Ini juga mengandung hikmah bagi kita semua, untuk tetap berusaha menguasai teknologi terbaru. Memang, di akhirat tidak akan ditanya teknologi, tetapi teknologi bisa digunakan untuk kejayaan Islam. Tetaplah belajar teknologi.

Jangan Lupa, Persiapan yang baik juga tercukupinya makanan yang bergizi 🙂 hehehe

Persiapan Strategi

Sebelum berperang, Al Fatih, beserta guru dan tangan kanannya mempersiapkan strategi dengan teliti. Tidak, beliau tidak asal bertindak. Tetapi beliau bertindak dengan matang, dibekali oleh persiapan pribadi, pasukan, teknologi, dan tentu saja strategi yang jitu. Ilmu sebelum amal benar-benar dilakukan oleh Al Fatih. Tidak asal bertindak.

Kesabaran Dalam Berperang

Kiat sukses selanjutnya ialah kesabaran. Mulai dari kesabaran dalam mempersiapkan diri sampai kesabaran dalam berperang. Seperti dijelaskan diatas, bahwa Muhammad Al Fatih tidak terburu-buru menyerang, tetapi berbagai persiapan dilakukan terlebih dahulu.

Kemudian, saat peperangan dimulai, diperlukan waktu 54 hari untuk menaklukan kota Konstantinopel. Hampir dua bulan, hidup dalam peperangan, capek, dan nyawa terancam. Tetapi Muhammad Al Fatih dan pasukan tetap teguh dalam usahanya menaklukan kota Konstantinopel. Inilah yang disebut sabar, sabar saat berusaha, bukan sabar yang diam atau menyerah.

Artinya kita pun perlu memiliki kesabaran dalam meraih cita-cita kita. Kita harus sabar mulai dari persiapan dan sabar dalam menempuh perjalanan menuju tujuan kita. Ini kiat sukses sederhana, namun sedikit sekali orang yang mau melakukannya. Mudah-mudahan kiat sukses ini tambah meresap dan menghujam ke hati kita.

Kesimpulan

Setelah memetik hikmah dari perjuangan salah satu idola saya, Al Fatih, saya memutuskan untuk mengoptimalisasi semua usaha yang selama ini saya lakukan. Saya sadar, untuk mencapai sesuatu yang luar biasa diperlukan persiapan dan usaha yang luar biasa sambil tidak lupa tetap meminta pertolongan dari Allah SWT.

Saat Anda mengatakan susah, artinya memang perlu membina diri atau mempersiapkan diri agar apa yang ada dihadapan Anda menjadi bisa dilakukan.

Semoga, kita bisa mewarisi kiat sukses dari Al Fatih, sehingga akan muncul Al Fatih-Al Fatih baru yang siap menyosong masa depan untuk kejayaan bangsa dan negara/daulah. Yuk, mulai sekarang kita menerapkan kiat sukses yang luar biasa ini. “Kredibilitas Moral, Sosial, Intelektual dan Spesialis Berwawasan Global”

Iklan

21 Agustus 2011 - Posted by | Kisah Inspirasiku, Kisah Nabi-Nabi, Mutiara Kata, Sirah Khilafah, Sirah Sahabat, Tarbiyah Islamiyah, Tulisanku, Uncategorized

1 Komentar »

  1. belum sempat silaturrahim ama keluarga k Yuari, nih… ^_^

    *kapan ya?

    Komentar oleh sangprofesor | 10 September 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: