Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Lebaran Hati – Hati Daging Impor Berpewarna

Ilustrasi Daging Sapi Impor Berpewarna, Agar tampak Fresh ......

Pasca diberhentikannya pasokan ekspor hewan sapi oleh Australia sejak 8 Juni lalu dan mulai berakhirnya ramadan, banyak diberitakan oleh media massa bahwa harga daging sapi di pasaran menjadi melonjak naik. Tidak hanya itu, dengan melonjaknya harga, di pasaran diberitakan pula tentang marak ditemukannya daging sapi beku berperwarna darah dan berpewarna sintentik agar terlihat segar. Tidak hanya ditingkat pasar tradisional tapi juga dipasar modern/swalayan.

Daging sapi beku berperwarna darah sengaja dijajakan oleh oknum pedagang daging sapi untuk mengelabui konsumen. Jenis daging ini dibuat dengan merendam daging sapi beku dengan darah sapi sehingga daging sapi beku tersebut “dikira” sebagai daging sapi segar. Hal ini dilakukan untuk memikat hati pembeli sehingga mau membelinya dengan harga yang tinggi seperti daging sapi segar sungguhan.

Tindakan nakal oknum pedagang ini tentu sangat merugikan konsumen, karena meruntuhkan harapan awal mereka untuk mendapatkan daging sapi yang segar, sehat, baik, lezat dan menyehatkan. Bahkan sebaliknya jenis daging ini dapat menjadi sumber penyakit bagi tubuh. Karena dalam darah terkandung mikroorganisme yang berpotensi menjadi pembawa penyakit bagi sang pengkonsumsi.

Mendapatkan daging yang baik dan sehat adalah hak konsumen, bahkan untuk menjamin hal itu, negara telah menjaminnya hal tersebut secara hukum. Seperti tercantum dalam Undang-Undang No.7 Tahun 1996 tentang Pangan.

Namun sebagai upaya preventif terhadap ulah oknum penjual daging nakal seperti di atas, masyarakat harus mendapat informasi yang tepat mengenai daging yang baik dan sehat, tidak hanya daging sapi semata bahkan pula jenis daging lainnya. Sehingga mereka tidak tertipu ketika membeli daging di pasaran. Beberapa hal yang harus diketahui masyarakat tentang ciri-ciri daging yang baik tersebut adalah sebagai berikut.

Daging konsumsi yang dijual di pasar tradisional dan swalayan dapat dikategorikan dalam dua kelompok. Kelompok pertama, daging dari ternak besar, seperti sapi, kerbau, dan kambing. Sedangkan, kelompok kedua, daging dari ternak kecil, yaitu jenis unggas, ayam, itik, entog, dan lain-lain.

Daging berkualitas baik ditentukan oleh faktor perlakuan sebelum dan sesudah penyembelihan. Beberapa faktor sebelum penyembelihan yang mempengaruhi kualitas daging adalah tipe ternak, jenis kelamin, serta umur dan pakan. Sedang beberapa faktor setelah penyembelihan adalah metode pemasakan, pH daging, bahan tambahan termasuk enzim pengempuk, hormon, marbling, metode penyimpanan, macam otot daging, dan lokasi pada suatu otot daging.

 

sumber; sinartani.com

20 Agustus 2011 - Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: