Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Populasi Ternak Sapi ( Potong – Perah ) dan Kerbau Berdasarkan Jenis Kelamin 2011 / 2012

Data bertambah valid dengan adanya proporsi jumlah jantan dan betina🙂

Proporsi Populasi Jantan – Betina Sapi Potong dan Sapi Perah

Berdasarkan hasil awal PSPK 2011 terlihat bahwa populasi sapi potong betina lebih banyak daripada sapi potong jantan. Populasi sapi potong betina secara nasional 68,15 persen sedangkan persentase sapi potong jantan hanya 31,85 persen (gambar 4). Menurut kategori umurnya, populasi sapi potong terbanyak adalah sapi potong betina dewasa (>2 tahun) yang mencapai 66,09 persen dari total populasi sapi potong betina di Indonesia. Sementara sapi potong betina anak (<1 tahun) dan Muda (1-2 tahun) masing masing 14,03 persen dan 19,88 persen dari total populasi.

 Jika ditinjau secara regional/pulau, ternyata kondisinya tidak banyak berbeda antara data regional/pulau dengan data nasional, di mana persentase ternak sapi potong betina dewasa pada umumnya dominan, yaitu lebih dari 65 persen terhadap total populasi sapi potong betina di masing-masing regional/pulau. Persentase tertinggi dijumpai di pulau Sulawesi, tercatat 68,58 persen merupakan sapi potong betina dewasa. Dengan memperhatikan persentase jumlah sapi potong betina yang dominan pada umur dewasa tersebut, maka dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bahwa kondisi pengembangan sektor peternakan di Indonesia sangat mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan populasi ternak. Melalui penerapan program Inseminasi Buatan (IB) yang efektif terhadap sapi potong betina dewasa akan dapat meningkatkan populasi sesuai yang diharapkan.

Sementara itu untuk sapi potong jantan, tercatat persentase tertinggi adalah yang berumur muda (1-2 tahun), yaitu sekitar 38,52 persen dari total populasi sapi potong jantan. Menurut regional/pulau, persentase tertinggi dijumpai di pulau Jawa sebesar 41,72 persen dari total populasi sapi potong jantan di wilayah tersebut.

Kondisi populasi sapi perah di Indonesia apabila ditinjau dari komposisi jenis kelamin juga tidak berbeda jauh dengan sapi potong. Tercatat sebagian besar populasi sapi perah adalah betina yaitu sekitar 78,93 persen dan selebihnya jantan 21,07 persen dari total populasi.

Menurut kategori umurnya, populasi sapi perah terbanyak adalah sapi perah betina dewasa (>2tahun) yang mencapai 64,56 persen dari total populasi sapi perah betina di Indonesia. Sementara itu sapi perah betina anak (<1 tahun) dan sapi perah muda (1-2 tahun) masing masing 15,66 persen dan 19,78 persen dari total populasi sapi perah betina.

Jika ditinjau secara regional/pulau, ternyata kondisinya tidak banyak berbeda antara data regional/pulau dengan data nasional, di mana persentase ternak sapi perah betina dewasa pada umumnya masih dominan, yakni lebih dari 62 persen terhadap total populasi sapi potong betina di masing-masing regional/pulau. Persentase tertinggi dijumpai di pulau Kalimantan 76,55 persen, demikian pula dengan regional/pulau lainnya cukup tinggi, kecuali Jawa dan Papua/Maluku yang memiliki persentase lebih rendah, masing-masing 64,50 persen dan 62,50 persen.

Berbeda dengan sapi perah betina yang lebih banyak didominasi oleh komposisi umur dewasa, maka untuk populasi sapi perah jantan justru lebih dominan pada komposisi umur anak (<1 tahun), yaitu sebesar 44,54 persen dari total populasi sapi perah jantan. Selanjutnya sapi perah muda (1-2 tahun) mencatat 39,89 persen dan sapi perah dewasa (> 2 tahun) 15,57 persen dari total populasi sapi perah jantan.

Proporsi Populasi Jantan – Betina  Kerbau

Populasi kerbau berdasarkan jenis kelamin juga tidak banyak berbeda dengan sapi potong maupun sapi perah. Populasi kerbau betina lebih dominan jika dibandingkan dengan populasi kerbau jantan. Populasi kerbau betina tercatat sebesar 68,76 persen dari total populasi kerbau di Indonesia, sedangkan sisanya 31,24 persen merupakan populasi kerbau jantan.

Jika dilihat berdasarkan komposisi umur akan terlihat bahwa populasi kerbau betina dewasa (>2 tahun) sangat besar jumlahnya yakni mencapai 72,40 persen dari total populasi kerbau betina sedangkan kerbau betina anak (< 1 tahun) dan muda (1-2 tahun) berkisar antara 10-18 persen.

Secara regional terlihat hal yang sama, tercatat persentase kerbau betina dewasa diatas 68 persen sedangkan kategori anak berkisar antara 10–18 persen dan kerbau muda berkisar antara 13-16 persen dari total populasi kerbau betina di masing masing regional/pulau tersebut.

Hal yang sama juga terlihat pada kerbau jantan tercatat komposisi umur dewasa lebih banyak jika dibandingkan dengan anak dan muda. Kerbau jantan dewasa mencapai 42,34 persen dari total kerbau jantan sedangkan kerbau jantan anak dan muda masing masing 26,59 persen dan 31,07 persen. Sementara itu berdasarkan regional/pulau terlihat persentase tertinggi kerbau jantan dewasa dijumpai di pulau Sulawesi 57,57 persen dari total populasi kerbau jantan di pulau tersebut sedangkan yang paling rendah di pulau Jawa sekitar 39,30 persen.

 

sumber Rilis Hasil Awal PSPK 2011

18 Agustus 2011 - Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: