Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Nazzarudin ; Merdeka dari Korupsi

Kasus Nazzarudin Menyeret Elite Demokrat Lainnya...

Peringatan 66 tahun Kemerdekaan Indonesia tahun ini tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Terlalu terlambat untuk kita menyadari, bahwa bangsa kita sebenarnya memang belum merdeka, jadi memang buat apa memperingati kemerdekaan semu ini?

Mengutip tulisan media kompas online (edisi 16/08/2011). Seorang anak muda ditanya mengenai persiapan memperingati proklamasi kemerdekaan yang tak semeriah tahun-tahun yang lalu, termasuk lomba dan pagelaran seni lainnya. Dengan enteng mereka menjawab “Tidak perlu lagi memperingati kemerdekaan. Kita belum merdeka. Para politikus dan koruptor itu yang merdeka. Mereka berkhianat pada proklamasi.”

Saya tertegun. Jawaban itu terlalu dalam maknanya dan meluncur begitu saja dari anak muda yang biasanya hanya berceloteh dan tertawa. Sebagai manusia yang tidak sakit jiwa, kita tentunya geram dengan berbagai isi berita di media massa dan elektronik yang menyajikan kebohongan para politikus dan koruptor yang seolah tak ada habisnya.

Lalu apa hubungannya judul celoteh saya ini dengan materi politikus dan koruptor yang akan saya bahas? Faktanya memang sebagian elite demokrat tersandung kasus tindak pidana/kejahatan korupsi, baik yang sifatnya sudah dijadikan tersangka maupun yang masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan. Mereka jadi politikus sekaligus sebagai koruptor? Tapi sebenarnya tak hanya partai demokrat saja, diindikasikan oknum partai-partai yang lain juga ikut mencicipi…..

Lalu apa hubungannya koruptor dengan pengkhianat bangsa? Itu sekaligus bukti bahwa mereka tidak cinta terhadap tanah air. Korupsi yang dilakukan oleh oknum di lembaga eksekutif, legeslatif, yudikatif bahkan mungkin dilakukan LSM dan kalangan Swasta adalah bentuk pengkhianatan terhadap organisasi, bangsa dan negara.

Korupsi adalah bentuk nyata dari ketidak-CINTA-an mereka terhadap tanah air, terhadap bangsa dan negaranya.

Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga merugikan kita semua. Merugikan dirinya, merugikan keluarganya, merugikan seluruh elemen masyarakat. Angka kemiskinan bertambah, angka pengangguran bertambah, harga bahan pokok melonjak, dll. Jadi, tak ada untungnya memelihara koruptor (sang pengkhianat bangsa) di bumi tercinta ini…..

Era perang kemerdekaan. Para pengkhianat bangsa itu, hukumannya ditembak mati !!! Jadi, apakah bangsa kita berani meniru para pendahulu kita di era perang kemerdekaan? Atau seperti China yang telah menyiapkan peti mati untuk setiap pejabat yang korupsi? Atau tetap memelihara koruptor kelas kakap semakin menjadi-jadi?

Mungkin mental kita tak seberani itu, jadi cukuplah dengan RI-1 dan KPK bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku, karena saya anggap keduanya masih bisa memiliki integritas dan kredibilitas…atau kelak kita mau menjadi bangsa yang dimusnahkan dari peta dunia?

Cukuplah kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dijadikan pelajaran tentang sebab musnahnya suatu bangsa. Tentu kita tidak ingin NKRI, senasib dengan kedua negara kerajaan pendahulunya bukan? hilang dari peta dunia……

Refleksi 66 Tahun Indonesia yang katanya sudah merdeka……

Dipersembahkan oleh salah satu anak zaman, yuari trantono……..

Kepada partai demokrat, mohon maaf kalo jadi trend topic……itung2 kampanye gratis ya…..but that is fact :) . Kami juga belajar dari partaimu tentang politik citra, teknik propaganda, dan teknik rekayasa opini publik. kami tulis sebagian, karena kami yakin di demokrat masih ada yang baik.

Iklan

17 Agustus 2011 - Posted by | Berita Media

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: