Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Ajak Masyarakat untuk Konsumsi Susu Segar Setiap Hari

kampanya minum susu

Semarang – Hingga saat ini, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain yaitu hanya 11,09 liter per kapita per tahun, demikian dijelaskan Menteri Pertanian Dr. Ir Suswono, MMA dalam Peringatan Hari Susu Nusantara 2011 dengan tema Segelas Susu di Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (4/6).
Konsumsi susu masyarakat tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan konsumsi susu di Malaysia dan Filipina yang mencapai 22,1 liter per kapita per tahun, Thailand 33,7 liter per kapita per tahun, Vietnam 12,1 liter per kapita per tahun dan India mencapai 42, 08 liter per kapita per tahun. ”Karena tingkat konsumsi susu masyarakat masih rendah, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkannya. Salah satunya melalui peringatan Hari Susu Nusantara ini,” terang Mentan.
Lebih lanjut, Mentan menyebutkan jika kebutuhan susu secara nasional sampai saat ini sekitar 70 persen masih mengandalkan impor dari negara lain, sementara pasokan susu nasional hanya mampu mencukupi 30 persen. Kondisi ini yang menciptakan masayarakat Indonesia lebih mengenal susu bubuk daripada susu segar. Data konsumsi susu masyarakat Indonesia, ternyata konsumsi susu cair dalam bentuk UHT sebesar 4,6% atau sebanyak 118,5 ribu ton, susu steril 2,7 % atau 69 ribu ton dan susu pasteurisasi 1,2% atau hanya 30 ribu ton. Dan yang paling banyak dikonsumsi adalah susu bubuk 43,3%, hal ini menggambarkan potensi pengembangan susu masih harus digali dan digalakkan.
Untuk itu, diperlukan optimalisasi pengembangan peternakan sapi perah di Indonesia serta perbaikan manajemen pengolahan susu sapi. “Manajemen pengolahan susu sapi perlu diperbaiki, misalnya dalam menjaga higienitas dan kualitas kemurnian susu yang dihasilkan agar konsumen tidak ragu saat mengkonsumsinya,” kata Mentan.
Pada Kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo meminta para peternak sapi perah yang ada di wilayah Jateng agar menjaga kualitas susu yang dihasilkan, dan jangan berbuat curang misalnya dengan mencampur susu dengan santan.
Saat ini, Jawa Tengah menjadi sentra peternakan sapi perah ketiga nasional setelah Jawa Timur dan Jawa Barat dengan konstribusi sekitar 10,7 persen/ tahun terhadap kebutuhan susu nasional.
Sumber: Biro Umum dan Humas
http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=861&awal=0&page=&kunci=

27 Juni 2011 - Posted by | Berita Media

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: