Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Melihat panen padi SRI ( system of rice intensification ) Organik

Penggarapan Sawah Secara Tradisional

Jakarta – Sekjen Kementan, Ir Hari Priyono, MSi melakukan kunjungan pers dalam rangka melihat panen padi SRI (system of rice intensification) Organik dan memantau penanganan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di Karawang, Indramayu dan Cirebon serta meninjau pembibitan sapi perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari dari tanggal 25- 26 Maret 2011 dan diikuti oleh wartawan dari berbagai media massa nasional yang tergabung dalam FORWATAN (Forum Wartawan Pertanian). Turut dalam rombongan tersebut, Direktur Budidaya Serealia Tanaman Pangan, dan Kepala Biro Umum dan Humas Kementerian Pertanian. Adapun di BBPTU Sapi Perah Baturaden, rombongan diterima oleh Direktur Perbibitan Ternak dan Kepala BBPTU.

Dalam sambutannya saat menerima rombongan, Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara, MH menyampaikan apresiasinya karena metode SRI yang dilakukan sejak 5 tahun lalu di Kabupaten Karawang terbukti sukses dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Sayangnya, penyebaran metode SRI masih sangat lambat. “Di Karawang ini baru 3% saja lahan pertanian yang menggunakan metode SRI. Ke depan diharapkan ada peningkatan yang lebih signifikan,” jelasnya. Sebagai wujud dukungan pemerintah daerah Karawang terhadap pembangunan pertanian, Bupati Karawang berkomitmen untuk mempertahankan sawah yang sudah ada dan tidak akan melakukan alih fungsi lahan untuk peruntukan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekjen Kementan menyampaikan kegembiraanya karena upaya intensifikasi melalui SRI terbukti sukses. “Melihat kesuksesan ini, Kementan pada tahun 2011 akan mengembangkan areal dengan menggunakan metode SRI secara nasional sebanyak 500 ribu hektar. Kemudian pada tahun 2012 akan ditingkatkan menjadi 750 ribu hektar dan tahun 2015 diperkirakan akan mencapai 1,5 juta hektar,” jelas Sekjen.

Sementara itu di Kecamatan Juntinyuat – Indramayu, Sekjen berdialog dengan para petani dan penyuluh. Sebagai gambaran, Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu menerangkan bahwa OPT yang menyerang daerah Indramayu adalah tikus, keong mas dan wereng batang cokelat. Namun dengan kesigapan segenap pihak maka OPT tersebut dapat dikendalikan.

Demikian juga di Kabupaten Cirebon, dari 17 kecamatan yang ada, sebagian besar organisme pengganggu tanaman yang menyerang pertanaman padi berupa wereng batang cokelat. “Alhamdulilah semua OPT dapat ditangani dengan baik. Karena itu, semua sawah diharapkan bisa panen dengan baik,” jelas Ir. Ali Efendi, MM Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan & Kehutanan Kabupaten Cirebon.

Mengakhiri kunjungannya, Sekjen dan rombongan meninjau pembibitan sapi perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden, Jawa Tengah. Di tempat ini, Sekjen berkesempatan melihat langsung cara pemeliharaan sapi perah, pengolahan proses UHT, bokasi, biogas, serta optimalisasi microchip dan data base sapi perah.

15 April 2011 - Posted by | A-Pertanian-Peternakan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: