Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Puisi Men- cinta -i Itu Keputusan Besar

Mencintai Itu Keputusan Besar

Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya.

Selanjutnya adalah bukti.

Sebab cinta adalah kata lain dari memberi.

sebab memberi adalah pekerjaan..

sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan

melindungi itu berat.

sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama.

sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh.

maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat

ia mengatakan, “Aku mencintaimu”. Kepada siapapun!

Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian disitu.

Aku mencintaimu, adalah ungkapan lain dari Aku ingin memberimu sesuatu.

Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari,

“Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia…”

“aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal

mungkin…”

“aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui

kebajikan harian yang akan kulakukan padamu …”

“aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu….”

Dan proses pertumbuhan itu taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap

integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, “Aku mencintaimu”, kamu harus membuktikan ucapan itu.

Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.

Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap.

Tidak ada cinta tanpa kepercayaan.

Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya.

Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti.

Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.

Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu, konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional.

Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit. Di situ konsistensi teruji.

Di situ juga integritas terbukti.

Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam waktu yang longgar.

Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya mengatakan bahwa hati dan jiwanya penuh

seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat bagi yang lain. Bahkan setelah sang pencinta mati.

Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk

menolak semua pelamarnya. Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu.

(M. Anis Matta)

 

7 Maret 2011 - Posted by | Kisah Inspirasiku, Mutiara Kata, Tarbiyah Islamiyah, Tulisanku, Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: