Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Kajian Pra Nikah ; Antisipasi Kejenuhan Setelah Menikah

BETE after merit, Tasaro

Menikah merupakan ikrar suci yang akan dipertanggungjawabkan di hari akhir nanti

Menikah adalah keberanian untuk mengambil resiko.

Setiap orang punya hak untuk menentukan pilihan dan setiap pilihan memiliki resiko (yang tidak bisa di duga)

Pengetahuan Anda tentang karakter pasangan tidak selalu menjamin munculnya komunikasi yang baik.

Bisa dikatakan selama apapun Anda mengenal pasangan sebelum menikah, tidak akan menjamin  gambaran utuh dirinya.

Sehingga pacaran atau tidak, itu tidak menjamin langgengnya cinta anda.

Adanya cinta tanpa dua kata yaitu komunikasi dan kompromi tetap akan sia-sia.

Komunikasi menjadi awal terbaik mempertahankan biduk rumah tangga Anda. Dan komunikasi yang terbuka akan memmudahkan Anda menyusun masa depan.

Kompromi, tawar menawar dan saling mengakomodasi pendapat jembatan memperoleh solusi cantik.

About Perselingkuhan

Prinsipnya

‘Cinta Sejati’ akrab dengan rentang waktu yang panjang sebagai pembuktian..

Jadi hati-hati pada Anda yang ‘Mudah Jatuh Cinta’

Ranjau  itu… siapa dia???

–          Sosok baru

Orang yang lebih baik dari pasangan Anda / Orang yang membuat Anda jauh lebih nyaman

Ingat : “Seburuk-buruknya pasangan Anda, sisi baiknya Anda ketahui. Sebaik-baik seseorang yang menarik Anda(orang ketiga), sisi buruknya belum Anda pahami.”

–          Mantan/masa lalu

“Warning”

‘Tidak semua perasaan harus diperjuangkan’ senada dengan ‘we can not save the whole world’

Siapa yang Anda perjuangkan cinta yg sedari awal coba Anda bangun bersama pasangan Anda atau Cinta/Romantisme sesaat?

Anda bebas menentukan pilihan, namun sama sekali tak bisa menentukan konsekuensi.

–Pelajaran dari TASARO, buku why & how to handle bête after merit

copas dari FBnya mbak nurul…

….ulasanku…

bete after nikah bisa saja terjadi pada siapapun. Penyebabnya pun banyak, baik faktor internal maupun eksternal dari diri kita, seperti yang telah disebutkan diatas. Beberapa hal antisipasinya adalah coba perbaiki kembali niat kita (untuk apa kita menikah, tentunya untuk menjalankan sunah rasul dan itu nilainya ibadah bukan, intinya menggapai ridha Allah swt?)  jika kita belum menikah, niatkan bahwa menikah itu untuk menggapai ridha Allah swt dan tak ada yang lain.

Kedua, ubah paradigma kita terhadap pasangan/calon pasangan. Sebaiknya ketika kita belum menikah, jangan membayangkan menikah itu yang indah-indahnya saja. Seperti; wah enak ya kalo sudah menikah, pergi kemana-mana ada yang nganterin ada yang nemenin (kalo gitu nikah aja sama tukang ojek🙂 ) atau wah enak ya kalo udah nikah, ada yang masakin dan nyuciin (kalo yang kayak beginian neh…nikahnya sama rice cooker dan mesin cuci laundy🙂 ). Pada dasarnya wanita itu ingin dimengerti.

Seharusnya yang kita bayangkan adalah visi dan misi menikah, serta hak dan tanggungjawab dari setiap pasangan. Boleh dibilang wajib hukumnya untuk kita bertanya kepada pasangan kita apa landasan kita akan menikah dan komitmennya terhadap pernikahan yang akan dijalani.

Ketiga, Faktor komunikasi dengan pasangan. Komunikasilah semesra mungkin, dengan pasangan resmi anda. Hampir 60% masalah itu berawal dari buruknya pola komunikasi….sesekali bantulah istri mencuci baju, mensetrika, memasak dan mengasuh anak. Begitu juga deng istri, sesekali membantu tugas kantor dari suami atau cukup terus mensupportnya, membuatkan teh di pagi hari, atau menggoda suami didalam kamar.

semoga menginspirasi…. segera perbaiki hubungan dengan pasangan🙂

6 Maret 2011 - Posted by | Kisah Inspirasiku, Mutiara Kata, Tulisanku, Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: