Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Koalisi Gerindra ; Prabowo Calon Kuat Menteri Pertanian ?

Kementrian Pertanian Selalu Menjadi Incaran Elite Politik

Partai Gerindra sudah menyiapkan konsep-konsep kerja jika diajak koalisi bersama Partai Demokrat. Di antaranya konsep-konsep di bidang BUMN dan Pertanian.

Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerindra, Ahmad Muzani koalisi akan susah berjalan jika partai-partai koalisi menawarkn di bidang yang berbeda dengan BUMN dan Pertanian.

“Agak susah yah, kalau di bidang lain yang punya konsep kan kita. Untuk BUMN dan pertanian. Jadi sebenarnya untuk memperkuat posisi negara harus ada jaminan pangan yg cukup kita bisa impor dan dengan harga-harga yg terjangkau serta benih-benih yang bagus. Ini kan untuk kemajuan rakyat juga,” jelas Ahmad di depan Gedung Bidakara, Jumat (04/03/2011).

Bidang-bidang tersebut juga merupakan syarat yang diajukan Gerindra terhadap partai koalisi. Menurut Ahmad, penawaran koalisi belum sampai pada pada posisi-posisi yang jelas, tapi tawaran koalisi sudah disampaikan kepada Prabowo langsung melalui orang-orang kepercayaan SBY.

Mengenai nama-nama orang yang kemungkinan mengisi penawaran jika diterima koalisi itu, Ahmad belum memastikan, karena semua tergantung dari Prabowo Subianto.

“Mengenai itu, itu hak beliau (Prabowo) dalam Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT), beliau punya kewenangan di dalam dan di luar,” tambah Ahmad.

Gerindra menginginkan dalam koalisi, agar kebijakan pemerintah bisa lebih prorakyat seperti BUMN bisa jadi faktor penggerak perekonomian bangsa, produksi gas distop untuk kebutuhan pasar internasional, tapi diutamakan untuk kebutuhan dalam negeri, seperti pupuk. Sehingga pertanian tidak kekurangan pupuk.

****sumber :kompas.com….kalo dibawah ini komentar saya….

Ya begitulah, Kementrian Pertanian merupakan kementrian strategis, dimana 60% penduduk negeri ini adalah petani. Logikanya dapat digunakan untuk menambah basis masa tradisional tersebut. Alasan inilah yang menjadikan kementrian pertanian banyak di-incar oleh elit politik. Entah karena uang, popularitas, dan  dapat digunakan sebagai lumbung basis masa pendukung parpol. yah itu konsekuensi logis dari sistem politik kita, dimana jabatan menteri adalah jabatan politis, jadi siapapun menterinya tak akan bisa lepas 100% dari kepentingan parpol. Ya jadi sah-sah saja atau dianggap sah, tinggal kita lihat seberapa besar efeknya terhadap dunia pertanian itu sendiri? Sebagai salah satu stake holder pertanian saya selalu mengamati pergantian menteri di kementrian pertanian, baik saat dipegang golkar, pdip, pks…dan selanjutnya akan Gerindra…saya akan tetap berkarya dan mengamati terus mana yang bekerja dengan sungguh-sungguh diantara parpol-parpol tersebut…walaupun jelas parpol tersebut tak bisa lepas 100% dari kepentingan internal parpol penguasa.

******btw…ulasan ini khusus yg gerindra

Saya melihat langkah pak Prabowo masuk kedalam dunia pertanian sejak 2004, momentumnya ketika pak Prabowo memenangi kursi ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) pada periode  yang lalu. Beberapa bulan setelahnya beliau berkunjung ke fakultas peternakan UGM untuk mengisi Seminar Nasional. Waktu itu saya masih menjabat sebagai ketua BEM, dan oleh Moderator yaitu Pak Hasyim Mulyadi saya diberi kesempatan untuk bertanya. Saat itu saya menyampaikan beberapa pertanyaan dan pernyataan, baik masalah pandangan beliau tentang liberalisasi pertanian maupun kiprah politik pak Prabowo Subianto…dari HKTI, Gerindra, Menteri dan mencalonkan diri Sebagai Presiden. Saat itu masih harus banyak belajar tentang dunia pertanian-peternakan yang sesungguhnya, karena memang bukan backgroundnya…tapi kita coba beri kesempatan, semoga setelah lewat 7 tahun yang lalu, beliau sudah banyak belajar tentang dunia pertanian  pro rakyat !!!

Ya itulah jejak-jejak sang jenderal….saya pernah menyampaikan dalam seminar itu kepada beliau…”sampai bertemu di pencalonan presiden….”

Calon lainnya adalah pak Suhardi =namanya mirip bokap gue (Hardi) tapi ga pake SU…

Ini ProfilenyA, Suhardi berharap jika Gerindra masuk kabinet maka yang akan diperjuangkan adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dia memaparkan panjang lebar program Gerindra soal ketahanan pangan.

“Membuka 4 juta hektar lahan pertanian itu selain akan menciptakan ketahanan pangan, juga akan membuka lahan pekerjaan untuk 12 juta orang,” terangnya.

Nah itu kelihatannya sudah siap jadi menteri? “Ah itu kan masih katanya-katanya,” tutup profesor ini sambil tertawa.

Suhardi selama ini memang lebih terkenal sebagai tokoh pertanian. Namanya populer di kalangan akademisi pertanian dan kehutanan. Suhardi merupakan Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Di UGM, dia juga pernah menjadi Dekan Fakultas Kehutanan tahun 1999.

Suhardi juga pernah menjadi Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Kemudian bergabung dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Pemegang gelar master dan doktor di bidang fisiologi pohon dari University of the Philippines Los Baños (UPLB) ini juga menjadi staf ahli Dewan Ketahanan Pangan Nasional Departemen Pertanian dari tahun 2002 sampai 2008.

Suhardi dikenal sebagai pria yang sederhana. Mahasiswanya di UGM selalu mengingat kebiasaan sang guru besar: sering bersepeda jika berangkat mengajar dari rumahnya di Depok, Sleman, ke UGM.

Calon lainya adalah  Djaafar Hafsah Calon Kuat Menteri Pertanian dari demokrat.

5 Maret 2011 - Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Berita Media, Kisah Inspirasiku, Tulisanku, Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: