Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Sistem Penggemukan Sapi Potong

Hasil Penggemukan Sapi Potong

Kebutuhan daging sapi untuk konsumsi masyarakat dirasa semakin meningkat setiap tahunnya sesuai dengan kenaikan jumlah penduduk di Indonesia. Salah satu usaha peningkatan pengadaan daging sapi dalam jumlah maupun kualitasnya adalah dengan usaha sapi kereman. Sapi kereman (Dry Lot Fattening) adalah sapi jantan yang dipelihara dalam kandang tertentu, tidak dipekerjakan tetapi hanya diberi makan dengan nilai nutrisi yang optimal untuk menaikkan berat badan dan kesehatan sapi yang maksimal. Produktivitas sapi kereman dapat ditunjang dengan pemberian pakan (hijauan maupun konsentrat) yang baik dengan komposisi yang sesuai, penanggulangan penyakit, penanganan pasca panen dan pemasaran serta jenis bangsa sapi dan umurnya. Faktor – faktor tersebut sangat penting dan dapat memprengaruhi produksi karkas dengan berat optimum, mutu daging yang baik dan mudah dijual dengan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan.

PEMILIHAN BIBIT

Pemilihan sapi bakalan pada usaha penggemukan sapi potong harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Bangsa sapi murni atau persilangan ( Sapi Ongole, Sapi Bali, Sapi PO, Peranakan FH, Hasil Persilangan IB dll)
  2. Umur 1-2 tahun
  3. Berat badan sapi lokal 100-150 kg, sapi persilangan 150-300 kg

SISTEM PERKANDANGAN

Untuk memperoleh hasil produksi yang optimal maka kandang untuk usaha sapi kereman hendaknya memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  1. Kandang dibangun menyesuaikan dengan jumlah dan jenis sapi.
  2. Kandang harus kuat, memenuhi syarat kesehatan, mudah dibersihkan, mempunyai drainase yang baik, pertukaran udara yang bebas, dilengkapi dengan tempat makan dan minum serta bak desinfektan.
  3. Sistem kandang berkelompok berisi 5-10 ekor dengan luas ruang 10-20 m2
  4. Jarak antar kandang minimal 10 m dan jarak kandang dengan tempat penampungan limbah kurang lebih 25 m.

PAKAN

  1. Pakan hijauan segar diberikan minimal 10% BB dan pakan konsentrat  sekitar 1-2% dari BB. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari
  2. Penyusunan ransum sapi potong hendaknya memperhatikan keseimbangan zat makanan yang dapat dicerna dalam ransum
  3. Kebutuhan energi/TDN, protein dan mineral untuk penggemukan sapi potong jantan, untuk pemeliharaan dan pertumbuhan  pada tabel 1)
  4. Pakan tambahan yang digunakan mempunyai ketentuan yang berlaku, misalnya Urea Mollases blok /UMB ( 2 buah/bl/ekor) dan amonasi jerami ( 40% dari jumlah hijauan yang diberikan)

Tabel 1.  Kebutuhan nutrisi sapi jantan dalam berbagai kelompok umur :

Berat sapi
( KG )
SERAT
KASAR %
PROTEIN
%
TDN
%
200 15 13 86
250 20 11,4 80

 

27 Februari 2011 - Posted by | A-Pertanian-Peternakan, Uncategorized

1 Komentar »

  1. Way cool! Some very valid points! I appreciate you writing this write-up plus the rest of the website is also really good.

    Komentar oleh systemy-erp | 23 Mei 2013


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: