Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Sinetron Gayus VS Denny Indrayana Tambah Parah

Gayus Tambunan vs Denny Indrayana

Melihat Gayus yang begitu tenang, tersenyum senang, dan berbicara jarang, semakin meyakinkan penulis bahwa Deny Indrayana dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum sedang membuat dagelan terkait larinya Gayus ke Singapura.

Ketidaksengajaan Deny dan Ota ketika bertemu di Lucky Plaza (link) bak acara reality show yang tidak real. Kali ini argumentasi Deny tentang adanya “tangan Tuhan” pada pertemuan tidak sengajanya dengan Gayus sungguh menggelikan. “Sungguh suatu kebetulan,” kata Denny sebagaimana dikutip Kompas, 1 April 2010 halaman 15 kolom 1. Skenario penemuan Gayus di Singapura yang seolah-olah tidak disengaja benar-benar menjadi hiburan bagi saya kemarin dan hari ini. Mengapa?

Gayus berangkat ke Singapura pada tanggal 24 Maret 2010, pada saat kasusnya sudah menjadi “booming”. Gayus yang berada di sekitar Orchad Road, menginap di hotel-hotel ternama ((terakhir di hotel Meritus Mandarin)) dan makan di sekitar Orchad Road menambah keheranan saya. Bagaimana mungkin seorang “The Most Wanted” di Indonesia berani berada di sekitar lokasi yang juga banyak disinggahi warga negara Indonesia, termasuk aparat intelijen dan kepolisian tentunya?

Meskipun seperti dagelan, kisah Gayus di Singapura bisa dianalisa secara jernih sebagai bagian dari strategi mengungkap Mafia Pajak dan Mafia Hukum secara maksimal. Sebagai saksi kunci kasus ini, Gayus memang harus dilindungi dan dimanfaatkan secara maksimal. Testimoni Gayus kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum merupakan informasi berharga untuk mengungkap lingkaran mafia pajak dan mafia hukum. Gayus pun mulai menyebutkan nama, demikian bunyi headline Kompas hari ini.

Setelah mendapat testimoni Gayus dan tentu saja sebelumnya Satgas sudah menerima data PPATK, Satgas berpikir keras untuk menuntaskan kasus ini. Satgas mencoba mengklarifikasi Susno Duadji terkait informasi Gayus dan PPATK. Ibarat mendapat durian runtuh, Susno Duadji menyambut umpan Satgas, kemudian menendang “bola” bernama Mafia Hukum di Polri terkait Mafia Pajak yang dilakukan oleh Gayus cs. Media massa menjadikan hal tersebut santapan empuk dan “bom” …. kasus ini meledak merembet kemana-mana.

Strategi terbaik yang dilakukan Satgas tentu saja adalah mengamankan Gayus. Meledaknya kasus ini membuat Gayus yang merupakan saksi kunci menjadi terancam. Kemungkinan besar banyak pihak-pihak terkait mencoba mencari dan menghubungi Gayus. Dengan melakukan intercept atas telpon (HP) Gayus, satgas dan penegak hukum akan bisa memperoleh informasi siapa saja yang terkait dengan Gayus dan bagaimana peran mereka masing-masing. Data inilah yang memperkuat testimoni Gayus tentang 10 orang dan anggota mafia lainnya yang diduga terlibat. Jadi dengan strategi seperti ini, Satgas memperoleh dua keuntungan, yaitu pertama Gayus bisa terlindungi dan kedua, satgas memperoleh informasi valid untuk bisa menuntaskan kasus ini.

Di sisi lain, dengan ”tiupan peluit” Susno Duadji, mabes Polri menjadi gempar. Markus yang selama ini seolah-olah mendapatkan “comfort zone” di sekitar Mabes Polri, menjadi terusik. Sebagian besar anggota Polri pun juga terusik. Tak kurang, Kapolri pun sangat “marah” melihat manuver Susno ini. “Perang Bintang” tampaknya akan “berdarah-darah”. Para pihak yang saling berhadapan niscaya akan saling melepaskan “amunisi” yang dimilikinya. Prediksi saya, akan ada jenderal yang menjadi korban oleh “nyanyian” Susno Duadji. Begitu pula, Susno Duadji kemungkinan besar tidak akan kuasa menahan gempuran dari korpsnya sendiri dan berujung di penjara. Bisa jadi “nyanyian” Susno akan semakin nyaring ketika berada di balik bui. Yang jelas apapun yang akan terjadi, strategi  dan manuver satgas pemberantasan mafia hukum kali ini sungguh patut diapresiasi.

Sayang strategi dan skenario yang sudah begitu cantik disusun dan dilaksanakan Satgas, ternoda oleh “kelucuan” argumentasi Denny Indrayana, seorang pakar hukum yang saya kagumi, tentang pertemuan tanpa sengaja dengan Gayus. Apakah tidak ada skenario lain yang lebih cantik? Sungguh hari-hari ini saya merasa tertawa geli ketika Deny menyatakan tidak sengaja bertemu Gayus dan semuanya merupakan campur tangan Allah SWT. Entah kenapa, semalam ketika menonton Denny, saya jadi tertawa sendiri … he he he.

sumber:politik.kompasiana.com/2010/04/01/dagelan-gayus-vs-denny-indrayana/

21 Januari 2011 - Posted by | Berita Media

1 Komentar »

  1. Assalamu’alaikum…
    Alhamdulillah… Wacanan Anda sangatlah bermanfaat…
    Kunjungi blog saya http://abdurrahmanshaleh.wordpress.com/ kasih komentar dan saran ya…
    Wassalamu’alaikum…

    Komentar oleh Luqman Ar-Raahman Al-Shaleh | 21 Januari 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: