Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

PROBLEM SOLVING STYLE ; Masalah dan Masalah, Penyelesaianya ?

………… Seorang anak muda melamar suatu pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian suatu stasiun kereta kecil pada suatu seksi tertentu dari rel kereta api. Bagian personalia dari perusahaan kereta mewawancarainya untuk mengetahui sejauh mana calon pegawai itu memenuhi kualifikasi. Berikut petikan wawancaranya:

Bagian Personalia (BP): Baiklah, sepertinya saudara memenuhi kualifikasi untuk jabatan penjaga rel kereta. Tetapi kami memerlukan seseorang yang dapat berfikir mandiri dan memecahkan masalah yang datang silih berganti. Dapatkah saudara melakukannya?

Calon Pegawai (CP): Baik, saya pikir saya bisa.

BP: OK. Saya akan memnyodorkan suatu masalah hipotetik berkaitan dengan operasi kereta api. Tolong beritahu kami bagaimana memecahkannya. Misalnya suatu hari anda menemukan dua kereta dari dua arah yang berlawanan, masing-masing masinis tidak mengetahui bahwa dari arah yang berlawanan akan datang kereta dengan rel yang sama. Apa yang akan saudara lakukan?

CP: Saya akan menelpon stasiun mengenai adanya kemungkinan masalah tabrakan kereta jika kereta tidak dihentikan.

BP: Apa yang akan saudara lakukan jika ternyata telponnya rusak?

CP: Saya akan memanfaatkan telgram.

BP: Misalnya telgramnya juga rusak bagaimana?

CP: Dalam kasus yang demikian, saya akan lari keluar, melempar penggeser rel, sehingga salah satu dari kereta akan keluar dari relnya.

BP: Dan apa yang akan saudara lakukan jika ternyata penggeser relnya macet?

CP: Baik, jika saya menghadapi situasi seprti kasus itu, saya akan lari secepatnya ke rumah dan mengajak saudaraku kesini.

BP agak bingung dengan jawaban itu: Mengapa anda lari ke rumah dan membawa saudaramu ke sini?

CP: Karena dia belum pernah melihat puing-puing kereta akibat tabrakan dahsyat sebelumnya.

Bergaya apakah saudara dalam pemecahan masalah?

Disadari atau tidak, saudara mungkin memiliki gaya pemecahan masalah yang spesifik, suatu cara yang berbeda pada saat saudara menghadapi suatu situasi yang menuntut proses memilih alternatif terbaik dari berbagai macam opsi yang ada. Dengan memahami gaya pemecahan masalah yang saudara miliki, saudara dapat melakukan penilaian sejauh mana keefektifannya dan memperbaikinya jika saudara menghendakinya.

Dalam hal ini ada dua dimensi dari gaya pemecahan masalah, yaitu timing dan analisis.

Timing berkaitan dengan kapan saudara memutuskan untuk menghadapi dan memecahkan masalah. Terkadang, mencoba untuk mengatasi masalah terlalu dini atau prematur dapat sama tidak efektifnya dengan saudara terlambat mengatasi masalah. Mungkin sebagian besar orang cenderung bergaya reaktif daripada bergaya antisipatif dalam mengatasi masalahnya. Dalam hal ini mereka tidak menyadari bahwa beberapa masalah perlu dipecahkan. Pada saat mereka menyadari, mereka mungkin telah kehilangan banyak pilihan yang baik untuk memecahkannya.. Mereka sebagian besar bekerja dengan accidental decision making. Tetapi, di sisi lain orang bisa bergaya terlalu antisipatif. Di antara dua ekstrem gaya itulah mestinya kita bermain, tidak terlalu segera dan tidak terlambat dalam memecahkan masalah.

Analisis masalah berkaitan dengan jumlah waktu, tenaga, dan pikiran yang dicurahkan untuk memecahkan masalahnya. Memutuskan beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi pada saat liburan barangkali tidak memerlukan analisis sebanyak kalau ingin memilih pekerjaan yang cocok. Psikolog menggunakan istilah reflektif dan impulsif untuk menggambarkan dua hal yang sangat kontras dalam pencurahan pikiran untuk suatu pemecahan masalah. Orang yang terlalu reflektif menghabiskan banyak waktu dan tenaga dalam mencermati detail yang tidak penting. Sebaliknya, orang yang terlalu impulsif cenderung untuk melompat tanpa melihat akar masalahnya secara cermat.

Kita dapat mengkombinasikan dua skala tersebut –reaktif-antisipatif dan reflektif-impulsif– ke dalam empat macam ekstrimitas dalam gaya pemecahan masalah, yaitu”paralysis by analysis” dan “extinct by instinct” pada sisi yang terlalu reaktif; dan “premature panic” dan “ burning bridges ahead of you” pada sisi yang terlalu antisipatif. Kombinasi efektif dari dua dimensi “timing” dan “analysis” berada pada pusatnya yang disebut dengan “creative procrastination”. Maksudnya ialah mengambil waktu secukupnya sesuai dengan waktu yang tersedia untuk memikirkan masalahnya tanpa dirugikan karena mengambil waktu terlalu lama.

26 April 2008 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. asalamualaikum……
    tulisan yang bagus…kayanya ktemuan nanti malam diisi dengan training penulisan wordpress mawon…

    Komentar oleh arifiuz | 30 April 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: