Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Demokrasi Sebagai Alat Kapitalisme dan Liberalisme

line0053.jpgJakarta, CyberNews. Demokrasi dianggap alat kapitalis dan liberalisme yang membawa dampak buruk bagi kondisi ekonomi. Pemerhati ekonomi Islam Zaim Saidi mengatakan demokrasi merupakan mesin politik kekuatan uang demi penegakan negara-budak (slave-state). Sistem demokrasi menjadikan negara-bangsa tidak relevan dan pemerintahan nasional kehilangan otoritas memerintah.

Zaim Saidi dalam pernyataan pers yang dirilis panitia Islamic Book Fair, Sabtu (8/3), mengatakan kebijakan pemerintahan demokrasi tak lebih dari menjalankan keputusan dan kepentingan kekuatan oligarki bankir internasional (kelas kapitalis). Kapitalisme adalah sistem yang dibangun di atas fondasi riba dan menjadikan riba sebagai doktrin yang absolut. Dalam perspektif ini sosialisme pun adalah kapitalisme dalam versi lain, yakni kapitalisme negara (state capitalism). Kapitalisme dalam negara modern telah ditetapkan dalam tiap konstitusi dengan elemen utama di dalamnya berupa sistem bank sentral, uang kertas, dan pajak.

“Sebagai umat Islam kita harus mampu berjuang untuk menghindarkan diri dari sistem kapitalis,” tandas Zaim. Pihaknya juga memberikan kritik Islam atas sistem kehidupan modern, yaitu kapitalisme dan mesin kekuasaan yang mendukungnya, negara fiskal dengan demokrasinya.

Pelaksanaan demokrasi akan menjadikan warga mengikuti suatu peraturan. Peraturan yang dibuat oleh sistem demokrasi didasarkan pada kesepakatan anggota parlemen, bukan berdasarkan aturan Sang Khalik. Selain itu sistem demokrasi juga yang menjadikan pencetakan uang dilakukan Bank Indonesia, lembaga memiliki otonomi khusus sehingga memiliki kewenangan sendiri dalam kebijakan keuangan. Penggunaan uang kertas dan bunga bank adalah haram dalam Islam.

Zaim pun memaparkan tentang upaya umat Islam, yakni dengan studi kasus umat Islam di Cape Town, Afrika Selatan, untuk merestorasi cara hidup Islami sebagai jalan keluar atas pesoalan yang ditimbulkan oleh modernitas. Model yang mereka tempuh adalah amal Madinah, yakni perilaku penduduk Madinah, dari tiga generasi pertama Islam.

“Islam merupakan solusi dengan menghidupkan kembali muamalat, restorasi zakat, pasar terbuka, wakaf, kontrak-kontrak bisnis syirkat dan qirad, gilda, pemakaian dinar emas dan dirham perak, dan karavan dagang,” tandas Zaim.

Hal ini merupakan suatu pendekatan yang melampaui dialektika palsu dua wajah Islam, yang kini tampil di muka publik, yakni Islam radikal dan Islam liberal. Keduanya adalah produk kembar kapitalisme. Modernisasi Islam, yang bermuara pada cita-cita penegakan Negara Islam dan Ekonomi Islam, justru telah memastikan terjerumusnya Islam ke dalam kapitalisme.

Pengharaman riba dan pajak dalam Islam di satu sisi, serta penghalalan muamalat di sisi lain, memastikan keterpisahannya dari kapitalisme Islam tidak membenarkan riba. Yaitu pinjaman berfaedah (berbunga) tetap untuk jangka masa yang tertentu. Islam ada cara tersendiri untuk menjana model dan kewangan. Antaranya ialah mudharabah, musyarakah, berkorban dan sebagainya. Saat ini badan usaha milik negara dan sektor-sektor pemerintah banyak berpindah tangan pada investor asing.

“Pengambilan milik masyarakat menjadi milik pribadi pun sangat merugikan rakyat,” tandas Zaim. Hal ini membuka peluang bagi kapital (pemilik modal) untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan pemilikan aset tersebut.

(ANT /CN05)

8 Maret 2008 - Posted by | Berita Media

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: