Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Berpulang Ke Rahmatullah, Ummi Ina Istri Ustadz Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR-RI)

Hidayat Nur WahidPagi itu, setelah shalat Subuh saya mendapat beberapa SMS yang isinya “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang ke rahmatullah ummi Ina, isteri dari Ketua MPR-RI, Dr. Hidayat Nurwahid, dini hari 22 Januari 2008 pada jam 00.49 di Rumah Sakit Jogya International Hospital (RS JIH). Jenazah akan dimakamkan di Prambanan pukul 14.00WIB”. deg………Innalillahi wa innailaihirajiun…Allahumagfirlaha….warhamha….wa’afihi..wa’fu’anha……Ustadz Hidayat dan keluarga semoga di beri kesabaran……

Ummu Ina meninggalkan empat orang putra dan putri yang masih mengenyam pendidikan tingkat lanjut. Anak pertama, Innayah masih duduk di kelas 2 SMA di Pondok Modern Gontor, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Anak kedua dengan panggilan Ruzaina masih mengenyam bangku kelas 3 SMP di Banten, anak ketiga yang biasa dipanggil Ala masih duduk di kelas 2 SMP di Pondok Modern Gontor, Ponorogo. Sedangkan, si bungsu biasa dipangil Ubeb masih kelas 5 SD di Pondok Gede.

entah mengapa embun mulai menetes dari kedua mataku….Allahu Akbar….Engkau mentarbiyahku lagi….

Setelah itu beberapa rekan saya SMS, sekaligus mengkoordinaskan untuk takziyah/melayat kerumah Orang tua Ustadz Hidayat Di Kebondalem, Prambanan. Kebetulan alamat tepatnya saya belum tahu. Untuk mencari tahu saya coba ngenet di kampus yang gratisan. Akhirnya alamat lengkap di prambanan saya dapatkan dari sebuah situs di Internet, yup……….. dusun kadipaten lor RT 3 RW 8, Kebondalem Kidul, Prambanan.

Setelah shalat dhuhur rombongan telah berkumpul…..aku diam saja, tak banyak bicara, hanya menyapa seperlunya, karena aku takut ditanya rekan-rekan alamat pasnya, karena aku juga belum pernah kesana sebelumnya…..

Ah….namanya bangkai pasti akan tercium juga……ada seorang rekan yang bertanya ” Pak yeye, anta tau tempatnya…? deg……sambil tersenyum kujawab ” belum….tapi ada alamat lengkapnya”….dia tampak kecewa, maklum rekan ku yang satu ini mudah panik….

“Tenang aja….percaya deh sama Allah…namanya niat baik pasti akan dimudahkan..?!”…..sambungku” nanti di jalan raya Jogja-Solo pasti banyak kepanduan….ato rombongan akhwat / ikhwan….kita ikuti aja…” coba meyakinkan…

Setelah semuanya berkumpul, bismillah…….kami berangkat…kira-kira 30 menit perjalanan. deg…… mulai tiba dijalan Jogja-Solo…kok sepi…….Ya Allah…help me..

Perjalanan mulai masuk kompleks candi Prambanan……sepi tak ada kepanduan ataupun rombongan…

Alhamdulillah…..akhirnya setelah melewati kompleks candi prambanan di depan kami ada rombongan ikhwan – akhwat dari fakultas lain….. kami kemudian mengikuti rombongan yang ada didepan. (kalo mau kerumah Ustadz Hidayat, setelah kompleks prambanan (kalo dari Jogja) perempatan lampu merah pertamabelok kekiri (arah ke selatan)..)

Bener saja….setelah belok kiri melewati perampatan sudah banyak kepanduan dan majelis tafsir Al-qur’an yang membantu mengarahkan perjalanan kami….melewati rel kereta api….beberapa tikungan dan akhirnya kami tiba di dusun kecil bernama kadipaten lor…..sangat sederhana, sebagaimana umumnya kondisi perkampungan di Jogja….Tapi ada yang luar biasa…

Hampir satu dusun itu penuh dengan parkir kendaraan beroda dua maupun empat. Karena saking penuhnya kami harus parkir dirumah tetangga yang jaraknya kurang lebih 150 m dari lokasi, baru kemudian berjalan kearah keramaian…kami baru kali pertama melihat orang takziyah sebanyak ini….ribuan….memenuhi jalan-jalan menuju rumah duka dari berbagai daerah…dan pejabat dari daerah sampai pusat… saya sendiri bahkan tak dapat melihat tenda di rumah duka….

Akhirnya kami hanya melihat dari tepi jalan memandang kearah keramaian itu….setelah do’a dipanjatkan…jenazah mulai dibawa ke TPU (tempat pemakaman umum) dengan mobil ambulance, lokasi pemakamam tak jauh dari rumah duka…..kira-kira 600 m….

Kami mulai berjalan mengikuti mobil ambulace, dan arak-arakan manusia yang turut mengantar ke pembaringan terakhir ummi Ina pun sangat panjang….bayangkan mobil telah tiba di kompleks pemakaman….rombongan pentakziyah belum usai….rombongan kami saja yang terletak ditengah, ketika sampai dipemakaman pemakaman telah usai dan beberapa menit kemudian pembacaan do’a terakhir… mungkin seperti inilah syahidah palestine kompleks pemakaman yang sempit itu penuh bahkan banyak yang melihat dari pinggir kompleks dan tepi sawah.

…..do’a mulai dipanjatkan…syahdu….mendengar do’a yang dipanjatkan itu mata ini mulai berkaca-kaca……hati bergetar….hampir semua orang ditepi pemakaman itu terisak…mendengar do’a yang luar biasa menggugah nurani….do’a itu cukup panjang …kira-kira 4-5x lebih lama dari do’a ketika khotbah jum’at………

Karena antri dan banyaknya yang belum ikut menshalatkan sampai waktu pemakaman….akhirnya banyak pentakziyah, termasuk kami…yang menshalatkan tak jauh dari lokasi pemakaman itu……

tak seberapa lama…rombongan keluarga Ustadz Hidayat dan Keluarga Besar DPP PKS mulai meninggalkan lokasi pemakaman…..tampak sekilas kami melihat….Ustadz Hidayat melintas 3 meter didepan kami…tampak tegar…ingin rasanya diri ini memeluk,…tapi…terhalang oleh banyak orang…aku hanya berdo’a…

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun…Allahumagfirlaha….warhamha….wa’afihi..wa’fu’anha…… Semoga keluarga dan yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, Amin….

23 Januari 2008 - Posted by | Kisah Inspirasiku

2 Komentar »

  1. SEMOGA ALLAH SWT MENERIMA BELIAU DAN MENEMPATKAN PADA TEMPAT YANG TERBAIK DISISINYA.

    Komentar oleh Dedi Azqia | 26 Agustus 2008

  2. Insya-Allah segala amal ibadahnya diterima dan segala khilafnya diampuni, Amiiiin… Keluarga yang ditinggalkan selalu ikhlas menerima dan tabah iman……….

    Komentar oleh N.A. Suprawoto | 29 Oktober 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: