Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Loyalitas Kepada Allah

Kalimat Illa Allah berarti pengukuhan terhadap wilayatulLlah (kepemimpinan Allah). Artinya : selalu mentaati, selalu mendekatkan diri, mencintai sepenuh hati, dan membela, mendukung dan menolong. Semua ini ditujukan kepada Allah dan segala yang diizinkan Allah seperti Rasul dan orang yang beriman.

Dalil :

· Q.5:7, 2:285, Iman terhadap kalimat suci ini berarti bersedia mendengar dan taat.

· Q.10:61,62, jaminan Allah terhadap yang menjadi wali (kekasih) Allah karena selalu dekat kepada Nya.

· Q.2:165, wala kepada Allah menjadikan Allah sangat dicintai, lihat 9:24.

· Q.61:14, sebagai bukti dari wala adalah selalu siap mendukung atau menolong dien Allah.

Memberikan walaa’ atau loyalitas itu adalah dengan sikap :

1. ath thaa’atu : ta’at, ( 7:2, 59:7, 33:36, 4:59, 5:7 )

7 : 2 “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu ( ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum ) dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya ( wa laa tattabi’uu min duunihi auliyaa-a ). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran ;daripadanya; “.

59 : 7 “Apa saja harta rampasan perang ;fa-I; yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari ppenduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja diantara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah , dan bertakwalah kepadaAllah ( wa maa aataa kumur rasuulu fa khudzuuhu wa maa nahaakum ‘anhu fantahuu wat taqullaha ), sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya “.

33 : 36 “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak ;pula; bagi perempuan yang mu’min apabila Allah dan Rasul_nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan ;yang lain; tentang urusan mereka ( wa maa kaana limu’-minin wa laa mu’-minatin idzaa qadhaallaahu wa rasuuluhuu amran an yakuuna lahumul khiyaaratu min amrihim ) . Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh lah dia telah sesat, sesat yang nyata “.

4 : 59 “Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul;Nya; dan ulil amri di antara kamu ( yaa ayyuhalladziina aamanuu athii’ullaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum ). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah ;al qur’an; dan Rasul ;sunnahnya; jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian ( fain tanaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi wa rasuulihi in kuntum tu’-minuuna billaahi wal yaumil aakhiri ). Yang demikian itu lebih utama ;bagimu; dan lebih baik akibatnya “.

5 : 7 “Dan ingatlah karunia Allah kepadamu ( wadzkuruu ni’matallahi ‘alaikum ) dan perjanjianNya yang telah di-ikat-Nya dengan kamu ( wa miitsaaqahul-ladzii waatsaqakum bihi ), ketika kamu mengatakan : kami dengar & kami taati ( idz qultum sami’naa wa atha’naa ). Dan bertawakal lah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui :isi hatimu; “

2. an nushratu : membela, mendukung, menolong ( 47:7, 61:14, 22:78 )

47 : 7 “Hai orang-orang beriman jika kamu menolong ;agama; Allah niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. ( yaa ayyuhalladziina aamanuu in tanshurullaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum )

61 : 14 “ Hai orang-orang beriman jadilah kamu penolong-penolong ;agama; Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia : siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku ;untuk menegakkan agama; Allah ?. Pengikut-pengikut yang setia itu berkata : kamilah penolong-penolong agama Allah. Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan ;yang lain; kafir, maka Kammi berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang “.

22 : 78 “ Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya ( wa jaahiduu fillaahi haqqa jihaadihi ). Dia telah memilih kamu ( huwajtabaakum ) dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan ( wa maa ja’alaa ‘alaikum fiddiini min haraj ). ;Ikutilah; agama orang tuamu, Ibrahim. Dia ;Allah: telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan ;begitu pula; dalam ;al qur’an; ini ( huwa sammaakumul muslimiina min qablu wa fii haadzaa ) supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu maka Dia-lah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong “.

3. al qurbu : mendekatkan diri ( 2:186)

· 2 : 186 “Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka ;jawablah; bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu ( ujiibu da’watad daa’i idzaa da’aani ), maka hendaklah mereka itu memenuhi ;segala perintah; Ku ( fal yastajiibuulii ) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu ( wal yu’ minuubii ) agar mereka selalu berada dalam kebenaran “.

4. al mahabbatu : mencintai sepenuh hati (2:165, 9:24, 3:31)

2 : 165 “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah ( yuhibbuunahum kahubbillaahi ). Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah ( asyaddu hubban lillaahi ). Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa;pada hari kiamat; bahwaq kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya ( annal quwwata lillaahi jamii’an ) dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya ;niscaya mereka menyesal;’.

9 : 24 ‘ Katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai ( qul in kaanaa aabaa-ukum wa abnaa-ukum wa ikhwaanukum wa azwaajukum wa ‘asyiiratukum wa amwaaluniqtumuuha wa tijaaratun takhsyauna kasaadahaa wa masaakinu tardhaunahaa ), adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan ;dari; berjihad di jalanNya ( ahabba ilaikum minallahi wa rasuulihi wa jihaadin fii sabiilihi ) maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya ( fa tarabbashuu hattaa ya’-tiyallaahu bi amrihi ) , dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik’.

3 : 31 “Katakanlah : jika kamu ;benar-benar; mencintai Allah ikutilah aku ( qul in kuntum tuhibbuunallaha fattabi’uunii ) niscaya Allah mengasihi & mengampuni dosa-dosamu ( yuhbibkumullahu wa yaghfirlakum dzunuubakum ). Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “.

Ke-empat sikap ( at-tha’atu, an-nushratu, al qurbu, al mahabbatu) ini ditujukan sepenuhnya hanya kepada Allah dan kepada segal sesuatu yang diperkenankan oleh Allah, mis : kepada Rasul dan orang-orang yang beriman.

Dalam tataran aplikatif, sikap walaa’ atau loyalitas itu melahirkan sebuah upaya “ Al Binaa’ atau membangun segala sesuatu yang akan menguatkan pengabdian kepada Allah. Membangun system dan aktifitas yang menyeluruh baik dalam skala individu, keluarga, masyarakat maupun negara ( 8:39 “…hataa laa takuuna fitnah, wa yakuunad-diinu kulluhuu lillaah)

Al Bina (membangun).

Sikap wala beserta segala akibatnya merupakan sikap mukmin membangun hubungan yang kuat dengan Allah, Rasul dan orang-orang mukmin. Juga berarti membangun sistem dan aktiviti Islam yang menyeluruh pada diri, keluarga, maupun masyarakat.

· Q.22:41, ciri mukmin adalah senantiasa menegakkan agama Allah.

· Q.24:55, posisi kekhilafahan Allah peruntukkan bagi manusia yang membangun dienullah.

· Q.22:78, jihad di jalan Allah dengan sebenarnya jihad adalah upaya yang tepat membangun dienullah.

Oleh karena itu, ciri seorang mu’min sejati adalah : senantiasa berusaha menegakkan agama Allah terhadap dirinya, lingkungannya dan alam semesta ini (22:41)

§ 22 : 41 “`(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi ( Alladziina in makkannahum fil ardhi ), niscaya mereka mendirikan shalat ( aqaamush shalaata ), menunaikan zakat ( wa aatuz zakaata ), menyuruh berbuat yang ma’ruf & mencegah dari perbuatan yang munkar ( wa amaruu bil ma’ruufi wa nahau ‘anil munkari ) dan kepada Allah-lah kembali segala urusan ( wa lillaahi ‘aaqibatul umuuri ) “.

Sehingga bentuk pengabdian yang sempurna kepada Allah atau ‘ Al Ikhlash ’ hanya dapat dicapai dengan sikap “ baraa’ “ terhadap selain Allah dan memberikan walaa’ atau loyalitas total kepada Allah ( 98:5, 39:11,12,14 )

98 : 5 “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus ( wa maa umiruu illaa liya’budullaaha mukhlishiina lahud diina hunafaa-a ), dan supaya meeka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus “.

39 : 11 “Katakanlah : sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama ( qul innii umirtu an a’-budallaaha mukhlishal lahud diina )“.

39 : 12 “Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri (wa umirtu li an-akuuna awwalal muslimiin)“.

39 : 14 “Katakanlah : hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam ;menjalankan; agamaku (qul illaaha a’-budu mukhlishal-lahuu diinii ) “.

ü 5 : 78-79 “ Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam (Lu’inal-ladziina kafaruu min banii israaiila ‘ala lisaani Daawuda wa ‘Iisa-bni Maryam). Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka & selalu melampaui batas (Dzaalika bimaa ‘ashauw-wa kaanuu ya’taduun) Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat ( Kaanuu laa yatanaa hauna ‘an munkarin fa’aluuhu ). Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat ( labi‘-sa maa kaanuu yaf’aluuna )“

ü 4 : 95 “ Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka & jiwanya (Laa yastawiil-qaa’iduuna minal-mu’-miniina ghairu ulidh-dharari wal-mujaahiduuna fii sabiilillaahi bi amwaalihim wa anfusihi ). Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta & jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat ( fadh-dhalallaahul mujaahidiina bi amwaalihim wa anfusihim ‘alal-qaa’idiina darajah ). Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar ( wa fadh-dhalallahul mujaahidiina ‘alal qaa’idiina ajran ‘adzhiima )“

Ikhlas.

Keikhlasan iaitu pengabdian yang murni hanya dapat dicapai dengan sikap bara terhadap selain Allah dan memberikan wala sepenuhnya kepada Allah.

· Q.98:5, mukmin diperintah berlaku ikhlas dalam melakukan ibadah.

· Q.39:11,14, sikap ikhlas adalah inti ajaran Islam dan pengertian dari Laa ilaha illa Allah.

1. Muhammad Rasulullah.

Konsep Wala dan Bara ditentukan dalam bentuk :

a. Allah sebagai sumber.

Allah sebagai sumber wala, dimana loyaliti mutlak hanya milik Allah dan loyaliti lainnya mesti dengan izin Allah.

b. Rasul sebagai cara (kayfiyat).

Pelaksanaan Wala terhadap Allah dan Bara kepada selain Allah mengikuti cara Rasul.

c. Mukmin sebagai pelaksana.

Pelaksana Wala dan Bara adalah orang mukmin yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah.

· Dalam pelasaksanaan Bara, Rasulullah memisahkan manusia atas muslim dan kafir. Hizbullah dengan Hizbus Syaithan. Orang-orang mukmin adalah mereka yang mengimani Laa ilaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah sedangkan orang kafir adalah mereka yang mengingkari salah satu dari dua kalimah syahadat atau kedua-duanya.

· Orang-orang beriman wajib mengajak orang kafir kepada jalan Islam dengan dakwah secara hikmah dan pengajaran yang baik. Apabila mereka menolak, kemudian menghalangi jalan dakwah maka mereka boleh diperangi sampai mereka mengakui ketinggian kalimah Allah.

· Hubungan kekeluargaan seperti ayah, ibu, anak tetap diakui selama bukan dalam kemusyrikan atau maksiat terhadap Allah.

· Dengan demikian pelaksanaan Wala dan Bara telah ditentukan caranya. Kita hanya mengikut apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

Dalil :

· Q.5:55-56, Allah, Rasul dan orang-orang mukmin adalah wali orang yang beriman.

· Q.4:59, ketaatan diberikan hanya kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri dari kalangan mukmin.

· Q.5:56, orang-orang yang memberikan wala kepada Allah, Rasul dan orang-orang mukmin adalah Hizbullah (golongan Allah), lihat pula 58:22. Selain golongan ini adalah Hizbus Syaithan.

· Q.60:7-9, kebolehan bergaul dengan orang kafir dengan batas-batas tertentu. Asbabun Nuzul ayat ini berkaitan dengan Asma binti Abu Bakar yang tidak mengizinkan ibunya masuk rumahnya sebelum mendapat izin dari Rasulullah, lihat pula 31:15.

Ringkasan Dalil :

· Laa ilaha illa Allah : (Laa) adalah perkataan penolakan, (ilaha) adalah yang ditolak.

· Al Baro’ (melepaskan diri) (60:4, 7:59, 65, 73, 85) :

· Mengingkari

· Membenci

· Memusuhi

· Memutus hubungan

· Menghancurkan

· Illa (melainkan) adalah ungkapan pengukuhan (isbat).

· Allah adalah yang dikukuhkan (diisbatkan).

· Al Wala’/loyaliti (7:196, 5:55, 4:59, 5:7, 47:7, 2:165, 3:31) adalah :

· Taat

· Mendekati

· Membela

· Mencintai

· Membangun

· Menghancurkan dan membangun adalah makna Ikhlas (98:5, 39:11,14).

· Muhammadu Rasulullah – Konsep Al Wala’ dan Al Barro’ :

· Allah adalah sumber nilainya (2:147, 7:2)

· Rasul adalah contoh pelaksanaannya (33:21, 59:7)

· Orang mukmin adalah pelaksananya (33:36, 35:32)

Kaifiyat “Membina” dan “Menghancurkan” adalah dengan “ittiba’ (3:31

Iklan

21 Januari 2008 - Posted by | Tarbiyah Islamiyah

2 Komentar »

  1. Hello! ebeeded interesting ebeeded site! I’m really like it! Very, very ebeeded good!

    Komentar oleh Pharmd142 | 25 Mei 2012

  2. Hello! dgafdde interesting dgafdde site! I’m really like it! Very, very dgafdde good!

    Komentar oleh Pharmc747 | 25 Mei 2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: