Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Anak-Anak Pelangi

I believe that children are our future, teach them well and let them lead the way show them all the beauty they possess inside, give them a sense of pride to make it easier Let the children’s laughter remind us how we used to be..

“Kak, aku boleh tidur dulu ya…10 menitttt aja, capek kak, janji deh setelah bangun aku kerjakan semua soal-soalnya..” tanpa menunggu persetujuan dari kakak pengajarnya, anak laki-laki berusia 10 tahun itupun terlelap dalam tidurnya di sudut kecil rumah singgah tempat dia belajar. Namanya Udin, dia masih duduk dikelas 4 SD, kesehariannya setelah pulang sekolah dia bekerja dipabrik kerupuk selama 3 jam dengan upah Rp. 5000, sepulang bekerja, dia bergegas ke rumah singgah untuk mengulang kembali pelajaran yang telah disampaikan disekolah dan juga kegiatan-kegiatan umum lainnya yang diselenggarakan rumah singgah.

Memandangi wajahnya, ada peluh keringat didahinya, ada gurat-gurat kelelahan diwajahnya, tapi sebentuk senyuman dan pijar pelangi terpancar dimatanya saat dia mendapat kabar bahwa dia bisa terus sekolah. Udin masih beruntung, dia terpilih untuk menjadi anak asuh dan dibiayai sekolahnya oleh salah satu LSM yang concern didunia pendidikan anak. Namun demikian, semangatnya untuk membantu orangtua meringankan beban hidup membuatnya tetap memilih bekerja. Lumayan untuk bantu-bantu emak buat biaya makan, begitu katanya.

Masih banyak anak-anak usia sekolah lainnya yang terpaksa mengamen dijalan, bahkan saat ini sudah hampir disemua perempatan lampu merah dipenuhi anak-anak jalanan yang mengamen dan meminta-minta, bahkan diperkirakan sebanyak 8,58 juta anak sudah tidak bersekolah lagi. Juga banyak anak-anak yang dieksploitasi ekonomi maupun seksual, dan anak yang diperdagangkan. Seperti halnya kasus penjualan anak perempuan dibawah umur untuk dipekerjakan menjadi pekerja seks yang banyak terjadi di daerah indramayu.

Bahkan sekarang banyak pula kejahatan-kejahatan yang dilakukan anak-anak, jadi anak ternyata tidak hanya berpotensi menjadi objek kejahatan tetapi juga subjek atau pelaku kejahatan. Masa depan bangsa ada pada kesejahteraan anak-anak saat ini. Begitu kata-kata yang sering didengar bila membicarakan anak. Namun demikian, hal itu tidak begitu berbanding lurus dengan realitasnya yang ada. Masih banyak anak-anak yang tidak beruntung dalam memenuhi haknya. Menyitir kata-kata kak seto bahwa anak-anak punya hak untuk memperoleh suasana gembira, hak bermain, dan hak untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana tenang, tanpa merasa tertekan.

Rasulullah sendiri amat sangat memperhatikan dalam masalah anak, dalam salah satu hadistnya beliau bersabda, “tidak termasuk golongan kami orang- orang yang tidak mengasihi anak kecil diantara kami, tidak mengetahui hak orang besar diantara kami”, (HR. Abu Daud& Tirmidzi)

Bahkan dalam hadits yang lainnya menunjukkan tingginya kepedulian beliau kepada pembinaan dan pembentukan generasi yang berkualitas dan generasi yang ideal yang dimulai dari masa kanak-kanak. Menurut panitia Hari Anak Nasional 2004, Fasli Djalal menyatakan bahwa faktor penyebab utama masalah anak adalah menurunnya kemampuan orangtua, keluarga, masyarakat dan pemerintah dalam memenuhi hak-hak anak. Jadi apa yang salah dengan diri kita para orang dewasa? Menyitir Miranda risang Ayu bahwasanya keadaan anak-anak dimasa kini adalah tantangan agar setiap orangtua harus lebih mengoptimalisasikan kedekatan, wibawa dan pengawasannya terhadap anak-anaknya. Bahwa guru-guru hingga dosen-dosen perguruan tinggi harus dapat berperan tidak hanya sebagai transfer ilmu, tetapi juga agen pembentuk sikap. Bahwa para intelektual hendaknya meghangatkan tradisi intelektualnya dengan kecintaan pada anak-anak.

Bahkan agen-agen pembentuk citra masyarakat, seperti produsen dan pengenal materi gambar, film televisi dan internet dapat berada dalam system etik terhadap anak. Singkatnya, pilar-pilar norma yang setara isi dan kualitasnya hendaknya ditegakkan dimana-mana. Keluarga memang wilayah utama, tetapi ia akan lumpuh dan terlecehkan jika disekolah, ditelevisi dan ditempat-tempat keramaian, berbagai norma berlainan, bertolak belakang sama sekali.

Berbicara mengenai anak dalam konteksnya di keluarga, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, dalam bukunya, Anakku, Sahabatku dan Guruku menuliskan bahwa betapa anak dapat menjadi sahabat dalam berbagi masalah, anak juga bisa menjadi guru untuk belajartentang kreativitas, spontanitas, kebebasan berfikir, pemaaf, tidak pendendam dan mempunyai kasih sayang yang tulus.

Hal ini juga ditegaskan Pierro ferruci dlm bukunya what our Children Teach Us, bahwa hidup bersama anak-anak kita membuat kita berkembang, ini juga berlaku bagi setiap orang, bersama anak-anak, kita punya kesempatan untuk menyuburkan kesabaran dan rasa humor, memperdalam kecerdasan hati, belajar menemukan kekayaan tependam dalam kehidupan sehari-hari, dan memeperoleh kebahagiaan yang tak disangka-sangka datangnya. Kita terbiasa memikirkan apa yang dapat kita ajarkan kepada anak-anak kita, mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri mengenai apa yang bisa kita pelajari dari mereka.

Bagi kita yang belum diamanahi anak, disekeliling kita banyak anak-anak yang telantar, anak-anak jalanan yang butuh uluran tangan kita, bantuan kita bisa dalam bentuk materi ataupun bantuan moril dengan menjadikan mereka anak asuh atau menyisihkan sebagian waktu kita, untuk mengajar mereka dirumah-rumah singgah dan panti asuhan. Semoga saja kita bisa …karena bukan hanya propaganda, seminar dan omongan belaka yang anak-anak butuhkan, tapi mereka butuh bukti nyata agar kelak indahnya pelangi dapat mereka nikmati dengan tawa bahagia, karena mereka lah anak-anak pelangi yang memberi warna dikehidupan. Kelak tiada lagi semburat kelabu yang mewarnai wajah-wajah mereka. Biarkan pelangi itu menyediakan altarnya untuk dinikmati oleh anak-anak…dengan segala kepolosan dan keceriaan masa kanak-kanak.

Bekasi, Juli 04, untuk anak-anak diseluruh pelosok Indonesia

Dini auliya_zh
[dini@mipp.ntt.net.id]

Iklan

10 Januari 2008 - Posted by | Mutiara Kata

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: