Yuari_Official Website

Ayo kawan, berbagi untuk negeri… ^_^

Tarbiyah; Strategi Barat Menghancurkan Islam

Demonologi Islam:

Strategi Barat Untuk Menghancurkan Islam

Oleh:  Nabiel Fuad Almusawa
 

Demonologi (demonology) secara etimologis adalah the study of demons or evil spirits atau secara terminologis merujuk kepada suatu perekayasaan sistematis untuk menempatkan sesuatu agar ia dipandang sebagai ancaman yang menakutkan. dalam ilmu komunikasi termasuk dalam teori-penjulukan (labelling theory), yang bisa direkayasa menjadi public opinion sedemikian hebat sehingga korban misinterpretasi menjadi hancur reputasinya dan tak mampu bertahan.

Dalam kaitannya dengan Islam, maka demonologi adalah sebuah perekayasaan sistematis oleh dunia Barat untuk menempatkan Islam dan ummatnya (yang tidak disukai Barat – pen) agar dipandang sebagai bahaya, jahat, kejam sehingga menjadi ancaman yang sangat menakutkan.  Diantara label tersebut seperti ‘pemelintiran’ istilah Islamic fundamentalism, Islamic terrorism, Islamic bomb, green menace, dan lain lain sehingga menimbulkan Islamophobia dari masyarakat Barat Dan sebagian kaum muslimin terhadap Islam dan menghambat the revival of Islam di berbagai belahan dunia Islam saat ini.

Noam Chomsky dalam bukunya berjudul “AS Memanfaatkan Terorisme sebagai Instrumen Kebijakannya”, menyatakan bahwa obyek utama demonologi adalah :

1.       Organisasi/kelompok2 muslim yang paling besar pengaruhnya dalam menggerakkan kebangkitan ummat abad ini, seperti antara lain Ikhwanul Muslimin di Mesir, Front Islamique du Salut (FIS) di Aljazair, Harakah al Muqawwamah al-Islamiyyah (HAMAS) di Palestina, dan lain lain.

2.       Pemerintahan/negara Islam yang berani menentang hegemoni Barat, seperti Hasan al-Basyir (Sudan), Milisi Thaliban (Afghanistan), Zia ul-Haq (Pakistan), Muammar Qaddafi (Libya), Khomeini (Iran), Saddam Husein (Iraq), dan lain lain.

3.       Para aktifis muslim yang berani menentang kezaliman Barat seperti Syaikh Ahmad Yasin (Palestina), DR. Hasan at-Turabi (Sudan), Osama ben Laden (Saudi Arabia), Abdalla ‘Apo’ Ocalan (Kurdi Turki), Syekh Omar Abdul Rahman (Mesir).

Beberapa strategi Barat dalam upayanya untuk melakukan demonisasi terhadap Islam dan kaum muslimin diantaranya adalah sebagai berikut ;

1.       Mitos The Green Menace.

Istilah ini muncul setelah runtuhnya The Red Menace (Komunisme Soviet), atau disebut juga the next enemy. Hal ini disebabkan karena faktor2 :
a) Dendam historis pasca perang Salib (the crussade)
b) Salah faham Barat akibat studi orientalisme masa lalu.
Akibat kondisi ini maka Barat melakukan :
a) Memerangi, memaksa & menekan sebagian negara muslim yang dianggap sebagai ancaman.
b) Membiarkan negara2 muslim saat diserang oleh pihak lain (kasus
Bosnia, FIS, Rafah, Palestina, Kashmir, Rohingya, Pattani, Moro, dan lain lain).
c) Menerapkan double standard seperti dalam istilah Islam ekstrem, Islam fundamentalis, bom Islam, bahaya hijau, terorisme Islam, dan lain lain. Membiarkan ratusan ribu muslim Bosnia yang ‘disembelih’ habis-habisan oleh Kristen Ortodox; tapi segera mengirim pasukan Australia dibalik bendera PBB untuk membantu kaum Katholik yang ‘merengek-rengek’ di Tim-tim.
d) Menciptakan ketergantungan dunia Islam untuk tunduk pada Barat dengan memaksakan foreign aid melalui IMF, Word Bank, IGGI, dan sebagainya.
e) Mengadu domba antar negara Islam (kasus Iran-Iraq, Iraq-Kuwait, Mesir-Sudan, Taliban-Iran, Saudi-Qatar); atau menyulut konflik internal (RI-Aceh, RI-Papua, Sudan-Sudan Selatan, Turki-Kurdi, Iraq-Kurdi, berbagai konflik dalam negeri di Afrika).
f) Mengeliminasi kekuatan Islam, dengan mencegah pembuatan senjata pemusnah nuklir di negara Islam dan sebaliknya membantu mempersenjatai musuh Islam seperti Yahudi (
Israel), Hindu (India), Kristen Protestan (AS, Perancis), Katholik (Inggris, Italia), Komunis (China, Korut). Satu2nya negara yang berhasil mulai membangun senjata nuklir ialah Pakistan, yang segera diekspose besar2an dengan sebutan Islamic bomb.
g) Membasmi, membubarkan gerakan Islam dan mengeksekusi para tokohnya, seperti terhadap Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan sebagainya. Bahkan mendukung pemerintahan yang otoriter jika demokrasi ternyata memenangkan gerakan Islam, seperti dukungan AS terhadap Mubarak di Mesir, terhadap Junta militer di Turki,
Tunis & Aljazair, terhadap para Emir di Tim-Teng, dan sebagainya.

2.       Penguasaan Yahudi atas Media Massa (Lihat Protocols of Zions ke-XII)
a) Kantor berita terbesar seperti Reuter (oleh Julius Paul Reuter Yahudi Jerman), Associated Press (AP) & United Press Int’l (UPI)
b) Media massa terbesar seperti Times & Newsweek (milik milyarder Robert Murdoch, Yahudi AS)
c) Jaringan TV internasional seperti ABC, CBS, NBS, CNN, dan lain lain.
d) Perusahaan film raksasa seperti 20-th Century Fox, Warner & Bross, Paramount, Golden Co, dan lain lain.

3.       Menerapkan istilah Fundamentalisme Islam (al-Ushuliyyah al-Islamiyyah)
Pada kelompok-kelompok yang berusaha kembali memurnikan ajaran Islam, sebaliknya memberi label Islam moderat pada kelompok yang berusaha menyesuaikan Islam dengan Barat. Pdhal istilah ini asalnya diterapkan pd kelompok Protestan AS yang menolak semua temuan sains modern yang tidak sesuai dengan Perjanjian Lama & Baru, disebut juga puritanisme gereja.

4.       Pemutarbalikan istilah Terorisme Islam
Ketika seorang mujahid HAMAS yang meledakkan dirinya (untuk membela negerinya yang dijajah) ditengah kerumunan orang Yahudi dan menewaskan beberapa orang Yahudi, maka dikatakan sebagai terorisme. Sedangkan pembantaian ratusan orang tak berdosa di mesjid saat shalat Shubuh, pembunuhan anak2 kecil Intifadhah, pem-buldoser-an rumah2 orang tak berdosa tidak dikatakan sebagai terorisme Yahudi. Ketika terjadi peledakan gedung WTC di New York, yang segera dituduh adalah fundamentalis-me Islam, walau akhirnya terbukti yang meledakkan adalah Timothy Mc Veigh dari Branch Davidian AS, tapi dunia sudah keburu mencap Islam.

5.       Label bom Islam.
Ketika AS mati2 an mencegah negara2 muslim di Asia Tengah memiliki bom nuklir, Pakistan ternyata berhasil mencuri rahasia pembuatannya (oleh DR. Abdul Qadir Khan, MA lulusan Technical University of Delft dan Catholic University of Leuven), maka segeralah majalah Times memasang covernya “The Islamic Bomb”, dan AS berusaha memaksa Pakistan melaksanakan NPT, sementara disisi lain malah membantu Israel & India menyempurnakan sistem nuklirnya (tanpa menyebutnya sebagai The Jewish Bomb atau The Hindus Bomb)

6.       Penghancuran sistematis terhadap gerakan Islam.
Gerakan Islam yang ditakuti oleh Barat, adalah yang benar2 secara total
(kaffah) kembali kepada Islam (tidak parsial), diantara gerakan yang ditakuti Barat tersebut antara lain :
a) Al-Ikhwanul Muslimin di Mesir
Didirikan th 1928 oleh Hasan al-Banna yang kemudian syahid ditembak oleh kaki tangan raja Faruk, dilanjutkan dengan penggantungan terhadap para pimpinan terasnya seperti : Sayyid Quthb, dan lain lain. Dan penyiksaan terhadap para aktifisnya, seperti DR. Yusuf al-Qardhawi, Musthafa Masyhur, Fathi Yakan, Said Hawwa, Abdullah Nashih Ulwan, Abbas as-Sisi, Zainab al-Ghazali dan lain lain yang kemudian menyebar ke seluruh dunia membawa faham gerakan tersebut. Tentang gerakan ini, PM Israel Moshe Dayan berkata : “Tak satupun negara Arab yang ditakuti
Israel. Satu2nya pasukan yang paling ditakuti Israel hanyalah pasukan Ikhwanul Muslimin.”
b) Jama’ah Islamiyyah
Pakistan.
Didirikan di Pakistan (wkt itu masih bersatu dengan India) th 1941 oleh Abul A’la al-Maududi, yang dianggap sebagai salah seorang mujaddid (pembaharu) Islam selain Hasan al-Banna. sebagaimana Al-Ikhwanul Muslimin, Jama’ah Islamiyah juga gigih membendung sekularisme
India & dominasi Barat, serta membantu perjuangan muslimin Kashmir. Jama’ah Islamiyah terus mendorong Islamisasi Pakistan, dan baru mendapat dukungan saat Zia ul-Haq berkuasa, sehingga kini dianggap sebagai salah satu partai paling powerfull di Pakistan.
c) Harakah al-Muqawwamah al-Islamiyyah (HAMAS) Palestina.
Didirikan tahun 1988 di Gaza oleh Syaikh Ahmad Yasin, salah seorang murid Imam Hasan al-Banna asal Palestina, secara resmi HAMAS menyatakan merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin. Gerakan inilah yang mempelopori aksi intifadhah para remaja & anak2 Palestina. HAMAS berseberangan dengan PLO yang terus menerus kalah dalam perundingan dengan
Israel. Untuk merealisir cita2nya HAMAS mendirikan brigade ‘Izzuddin al-Qassam yang merupakan kelompok terlatih yang sangat militan & paling ditakuti Israel, brigade ini terbukti secara gemilang mampu mengelabui jaringan intelijen Israel yang dikenal paling canggih di dunia.
d) Islamic Jihad Movement (IJM) di Palestina
Merupakan sempalan dari Ikhwanul Muslimin (memisahkan diri th 1960), mirip dengan HAMAS tapi lebih radikal, dipimpin oleh Abdul Aziz Audah. Jika HAMAS lebih memilih model mujahidin
Afghanistan, maka Islamic Jihad Movement (IJM) lebih memilih model revolusi Iran.
e) Hizbullah
Lebanon Selatan.
Merupakan pejuang muslim syi’ah pro-Iran didirikan th 1982 oleh beberapa Ulama syi’ah seperti Subhi Tufaili, Abbas Musawi, Hasan Nashrallah. Milisi Hizbullah sering bekerjasama dengan HAMAS, terutama setelah pendeportasian ratusan aktifis HAMAS ke no man’s land di Lebanon Selatan.
f) Hizb an-Nahdhah di Tunisia
Dipimpin oleh DR Rasyid al-Ghanusyi, dulu ia seorang nasionalis yang lalu berpaling pada pemikiran Ikhwanul Muslimin. An-Nahdhah menjadi gerakan oposan bagi sekularisasi pemerintah Tunisia dibawah pimpinan Habib Borguiba yang mengganti bhs Arab menjadi bahasa Perancis, menghapus pengadilan agama, menghapus jilbab, bahkan mempertontonkan keberaniannya makan siang di bulan Ramadhan di depan rakyatnya. Setelah kematiannya, Borguiba digantikan oleh Ben Ali, yang lalu membubarkan an-Nahdhah dan memenjarakan 300 tokoh aktifisnya dengan tuduhan ingin menggulingkan pemerintah dan mendirikan negara Islam, untuk meredam protes dunia internasional, maka Ben Ali menyatakan bahwa ia sedang memerangi munculnya fundamentalisme Islam.
g) National Islamic Front (NIF) di Sudan.
Didirikan oleh DR. Hasan Abdullah at-Turabi, salah seorang ulama IM terkemuka yang pernah menamatkan pendidikannya di
Oxford University & University of Sorbonne. At-Turabi sendiri menolak menjadi pemimpin Sudan tapi lebih memilih menjadi Ketua Parlemen Sudan setelah terpilih secara demokratis dalam Pemilu Sudan. Islamisasi Sudan disambut antusias oleh masyarakat yang sdh bosan dengan kapitalisme & sosialisme yang ternyata tidak pernah menghslkan apa2 dalam pembangunan bangsa Sudan.
h) Front Islamique du Salut (FIS) di Aljazair.
FIS merupakan korban & bukti plg obyektif ttg kemunafikan Barat terhadap Islam & kaum muslimin, setelah menang telak dalam Pemilu multipartai 1992, maka Barat merekayasa melalui militer untuk membubarkan FIS, menangkap & memenjarakan para aktifisnya, sehingga menimbulkan pemberontakan berdarah rakyat Aljazair. FIS didirikan oleh DR Abbas Madani (sosiolog lulusan Inggris), ust. Ali Belhadj (ulama) & Abdulqadir Hachani (Ir. Perminyakan). Saat menang dalam Pemilu lokal, FIS menerapkan syariat Islam seperti larangan berzina, kewajiban berjilbab & pemberantasan korupsi.
Langkah FIS menarik masyarakat & terbukti menurunkan aborsi dikalangan remaja & menyelamatkan sebagian besar uang rakyat, sehingga mendapatkan dukungan. Kudeta kemudian dilakukan oleh militer & penyiksaan pada para aktifis FIS, yang mengakibatkan munculnya kelompok2 pecahan dari FIS yang ingin membalas dendam seperti Armed Islamic Salvation (AIS), Group of Islamic Army (GIA), dan lain lain. Saat ini sebagian besar wilayah Aljazair dikuasai oleh gerilyawan AIS yang merupakan penjelmaan baru FIS, sementara GIA dikenal sebagai gerakan sempalan FIS yang sangat radikal yang anti Barat.
i) Hizbu Rafah (Welfare Party).
Didirikan oleh Prof. Necmettin Erbakan tahun 1981, seorang Ir. Lulusan Achen Jerman. Erbakan berkali2 mendirikan partai Islami tetapi selalu dibubarkan pemerintah, terakhir Partai Kemakmuran (Rafah) yang dibentuknya menang Pemilu ternyata juga dihadang oleh duet militer-partai sekular Turki (Ciller & Yilmaz). Diantara misi Rafah yang ditakuti Barat adalah mengeluarkan Turki dari keanggotaan NATO, mengurungkan bergabung dengan uni-Eropa, membantu muslim Chechnya, membentuk pemerintahan bersama dengan negara2 muslim di dunia, membatalkan kerjasama Turki dalam membantu Israel, membentuk NATO Islam, pasar bebas Islam dan UNESCO Islam. Setelah 20 bulan memerintah Turki, Erbakan digulingkan & Rafah dibubarkan, aktifisnya mendirikan partai baru yaitu Partai Kebajikan.
j) Partai al-Islam se Malaysia (PAS)
k) Milisi Thaliban di Afghanistan.
l) Gerakan Islam di Asia Tengah.

7.       Pemelintiran Istilah2 tertentu demi kepentingan Barat.
Seperti konsep:
a) Moderat yang diartikan sebagai kelompok yang sesuai dengan pemahaman & bisa bekerjasama dengan kepentingan Barat sementara radikal, diartikan sebagai yang tidak sesuai dengan keinginan Barat.
b) Teroris diartikan sebagai gerakan Islam yang memerangi Barat &
Israel, sementara pembalasan (retaliation), diartikan sebagai usaha untuk menghancurkan gerakan tersebut.
c) Sandera diartikan sebagai mata-mata AS/ Barat yang tertangkap oleh negara lain sementara mata-mata, hanya berlaku bagi agen dari selain Barat.
d) Perdamaian, diartikan sebagai keharusan Palestina untuk memberikan negerinya kepada penjajah
Israel, sementara istilah teroris dilekatkan kepada para pejuang kemerdekaan Palestina.
e) Tata Dunia Baru diartikan sebagai tatanan dunia yang diciptakan dan direstui AS dan Barat untuk mendukung kepentingan mereka .
f) Globalisasi ekonomi sebenarnya berarti usaha Barat untuk memaksa dunia ke-3 untuk membuka pasar negaranya demi menghancurkan pengusaha pribumi untuk kepentingan perusahaan2 raksasa dari negara Barat.
g) Istilah pembaruan agama lalu diartikan sebagai penafsiran kembali al-Qur’an dan as-Sunnah yang sesuai dengan modernisasi Barat.
h) Toleransi diartikan sebagai sikap yang hrs dilakukan kaum muslimin untuk menerima berbagai sikap yang bertentangan dengan agama & aqidahnya.
i) Dan sebagainya.

8.       SOLUSI :
1. Kembalilah ke pangkuan Islam, pelajarilah Islam secara kaffah tidak parsial.
2. Berusahalah untuk bergabung dengan kelompok kaum muslimin yang baik & benar,
3. Mulailaih Islamisasi diri, lalu keluarga, lalu masyarakat, dan seterusnya.
Ingatlah bahwa “al-bunyan la taqumu fi yaumin wa lailatin” (“Bangunan itu tidak mungkin dibangun hanya dalam sehari semalam…)”

Rabbana ‘atina min ladunka rahmatan wa hayyi’ lana min amrina rasyada …
Wallahu a’lamu bisshawab.

About these ads

8 Januari 2008 - Posted by | Tarbiyah Islamiyah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: